IKLAN

   
                     
     
 

25+ Tempat Wisata di Jogja Paling Terkenal, Terbaru yang Wajib kamu Singgahi

Salam traveler mania sobat cakrawalatour ( referensi wisata terlengkap nusantara) - kali ini kami ingin mengajak Anda semua berpetualang ke tempat wisata di jogjakarta yang sekarang sedang naik daun.  Di Jogja, Anda dapat menjumpai dua landmark yang telah dinyatakan UNESCO sebagai warisan kebudayaan dunia, yakni Borobudur dan Prambanan. Candi Borobudur adalah salah satu keajaiban dunia. Sementara Candi Prambanan adalah candi Hindu termegah yang ada di Indonesia, merupakan yang terbesar pula di kawasan Asia Tenggara. Tak kurang pula bila Anda mengeksplorasi keindahan alam wisata Gunungkidul hingga pesona wisata Kaliurang di kaki Gunung Merapi yang menawan itu

Pembahasan kali ini kami akan merangkum destinasi wisata di jogja yang menurut kami paling terkenal, juga terbaru dan update yang wajib Anda kunjungi. 
Sejumlah tempat wisata di Jogja adalah destinasi favorit yang ada dalam daftar tempat wisata di Indonesia, terkenal di kalangan domestik hingga para turis mancanegara. Jogja adalah daerah wisata dengan pelbagai keunikan dan kekayaan budaya yang mempesona. Selain itu, wilayah yang dipimpin oleh seorang sultan tersebut juga memiliki keindahan alam yang memikat serta kehidupan masyarakat lokal yang unik.

Pesona tempat wisata di Jogja bahkan dapat Anda temui dengan pengalaman wisata belanja dan mencicipi aneka kuliner Jogja yang memikat. Membeli beberapa oleh-oleh khas Jogja adalah salah satu kegiatan yang lazim dilakukan wisatawan yang pernah menginjakkan kaki di kota yang disebut juga sebagai Kota Pelajar ini.


Statistik kepariwisataan Jogja membuktikan bahwa pertumbuhan kunjungan wisata ke Jogja mengalami pertumbuhan rata-rata setiap tahun sebesar 5.8% sepanjang 2005 – 2012. Kunjungan wisata Jogja di tahun 2012 mencatatkan angka 3.4 juta turis domestik dan 148 ribu turis mancanegara.

Tempat Wisata di Jogja

Yogyakarta merupakan salah satu kota tujuan wisata di Indonesia yang banyak dikunjungi wisatawan asing. Berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Tengah bagian selatan, Yogyakarta mempunyai banyak tempat wisata menarik. Apa saja tempat wisata di Yogyakarta yang wajib dikunjungi?

1. Candi Prambanan - Candi Hindu Terindah di Dunia


Candi Prambanan merupakan Candi Hindu terindah di Dunia. Fakta mengatakan bahwa itu benar dengan dijadikannya Candi Prambanan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO dan dinobatkan sebagai candi dengan arsitektur terindah. Candi ini dikenal juga sebagai Candi Rara Jonggrang yang berbentuk ramping dengan tinggi mencapai 47 meter, merupakan daya tarik bagi para wisatawan dari seluruh dunia yang ingin melihat betapa megahnya dan keindahan Candi Prambanan. Terletak di Desa Prambanan, 20km timur Yogyakarta, tepatnya di perbatasan antara Yogyakarta dan Jawa Tengah.


Candi Prambanan terdiri dari candi-candi berikut:

  • 3 Candi Trimurti sebagai candi utama, yang dipersembahkan untuk Siwa, Wisnu dan Brahma.
  • 3 Candi Wahana yang terdiri dari Candi Nadia, Garuda dan Angsa.
  • 2 Candi Apit yang berada di barisan-barisan Candi Trimurti dan Candi Wahana di bagian utara dan selatan.
  • 4 Candi Kelir yang berada di 4 penjuru mata angin yakni tepat di balik pintu masuk halaman dalam / zona inti.
  • 4 Candi Patok berada di 4 sudut halaman dalam / zona inti.
  • 224 Candi Perwara tersusun dalam 4 bagian / barisan konsentris berdasarkan jumlah candi dari barisan terdalam / zona inti sampai terluar, yakni 44, 52, 60, 68.

Wisata ke Candi Prambanan.




Candi Prambanan sendiri menjadi objek wisata favorit bagi wisatawan dalam negeri dan luar negeri, seperti yang telah disebutkan. Pesonanya menjadi daya tarik tersendiri, khususnya keindahan panorama candi di sore hari. Ya, pemandangan sore hari hingga melihat sunset di Candi Prambanan akan menghadirkan decak kagum – meski memang di setiap waktu Candi Prambanan yang telah ada sejak dari abad ke-9 masehi ini selalu menarik minat.

Untuk menikmati keindahan Candi Prambanan di sore hari, Anda dapat datang sekitar jam 4 sore dan berkeliling berjalan kaki menikmati desain arsitektur indah yang memahat candi-candi ini. Luas wilayah Candi Prambanan adalah sekitar 39,8 ha. Daerah di sekitar Candi Prambanan dikembangkan menjadi taman hijau dan terdapat berbagai toko yang menjual souvenir. Tahukah Anda bahwa seperti yang telah disebutkan Candi Prambanan tidak terletak di desa terpencil, namun Anda akan benar-benar merasa kembali ke masa lalu dengan berbagai ritual dan masyarakatnya.

 Candi Prambanan di sore hari
 Candi Prambanan di sore hari

Untuk masuk ke Candi Prambanan maka Anda dapat membayar tiket sebesar Rp 15.000/orang, dengan biaya tambahan jika membawa kamera. Harga tiket berbeda dengan wisatawan asing. Objek wisata sejarah ini sendiri dibuka pada jam 08:00. Anda dapat mencapai tempat ini dengan kereta api Prambanan Express dari Stasiun Maguwo yang ada di depan Bandara Adisucipto, pilihan transportasi lain bisa menaiki Bus TransJogja atau taksi.

Ketika berada di Candi Prambanan pada sore hari, jangan buru-buru untuk angkat kaki. Keindahan Candi Prambanan di sore hari akan menawarkan pemandangan sunset (matahari terbenam) di antara candi utamanya. Menakjubkan! Anda akan merasakan ketenangan Candi Prambanan ketika menatap matahari terbenam di sini. Suasana hening dan sakral yang keluar akan membuat Anda terpesona dan takjub. Jangan lupa untuk mengabadikan momen tersebut!

Sebagai pengingat ketika berkunjung pada siang hari ke Candi Prambanan, bawa topi dan payung untuk melindungi diri dari terik matahari yang menyengat. Ingat untuk mengenakan pakaian yang sopan dan tanyakan apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan di daerah wisata ini. Mengingat Candi Prambanan merupakan daerah wisata religi yang dianggap suci oleh umat Hindu dan masyarakat setempat.

Paket Wisata Prambanan

Kami menyediakan paket wisata Candi Prambanan dengan harga yang terjangkau dan didukung dengan banyak pilihan kendaraan, bisa disesuaikan dengan jumlah peserta tour. Silahkan hubungi kami untuk pemesanan paket wisata ke Prambanan dan berbagi destinasi wisata di Yogyakarta.
paket wisata Candi Prambanan
paket wisata Candi Prambanan

Inilah candi Hindu terbesar di kawasan Asia Tenggara, berketinggian 47 meter dan telah dinyatakan sebagai salah satu warisan kebudayaan dunia pada tahun 1991 oleh UNESCO. Inilah pula candi Hindu paling megah yang ada di Indonesia. Candi Prambanan ini terletak di perbatasan antara 2 provinsi, yakni Jogjakarta dan Jawa Tengah. Objek wisata Jogja ini memiliki panorama nan memikat, sungguh eksotik di kala senja tatkala cahaya matahari menyinari bangunan candi dengan gradasinya yang mempesona. Dari dekat, Anda dapat menyaksikan pemandangan arsitektur dan desain candi yang begitu indah.

Candi Prambanan adalah sebuah tempat wisata di Jogja dengan riwayat yang tua. Letak posisi candi Jogja yang satu ini dengan Candi Borobudur tidaklah berjauhan, hal ini memberikan pesan kuat bahwa sejak dahulu kala telah terjadi keharmonisan antar pemeluk agama Buddha dan Hindu di tanah Jawa.

Sejarah Candi Prambanan dimulai pada tahun 850 Masehi, pertama kali dibangun oleh Rakai Pikatan dari Dinasti Syailendra yang berkuasa pada ketika itu. Berdasarkan Prasasti Shivagrha yang berangka tahun 856 Masehi, candi di Jogja yang satu ini dibangun untuk menghormati Dewa Siwa. Masih berdasarkan prasasti, Candi Prambanan pada awalnya dinamakan Shiva-grha, yang artinya Rumah Siwa, dan selanjutnya disebut pula sebagai Shiva-laya, yang berarti Kerajaan Siwa.

Di kawasan wisata candi Jogja ini, terdapat kompleks besar bangunan candi yang menunjukkan bahwa Candi Prambanan adalah pusat kegiatan pemujaan dan acara keagamaan. Penemuan reruntuhan Candi Boko yang terletak hanya 5 km arah selatan dari lokasi Candi Prambanan menegaskan bahwa kawasan sekitar candi adalah pusat pemerintahan kerajaan Mataram Hindu dari Dinasti Sanjaya. Perlu diketahui, Candi Boko adalah bekas kompleks istana Kerajaan Mataram Hindu pada masa itu menurut bukti-bukti sejarah dan merupakan pusat pemerintahan.

Rasa hormat yang besar dari masyarakat lokal terhadap candi ini memunculkan legenda Roro Jonggrang yang terkenal itu.

2. Pantai Parangtritis ~ Keindahan dan Pesona yang tak lekang waktu 


Indah dan magis adalah dua kata yang cocok untuk menggambarkan Pantai Parangtritis yang terletak di pesisir pulau Jawa ini. Selain terkenal karena keindahan alamnya, pantai yang menjadi salah satu tempat wisata andalan di Yogyakarta ini juga dikenal karena aroma spiritualnya yang kental.


(Sumber gambar by YOGYES : Pantai Parangtritis)

Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis cocok dikunjungi sendiri, bersama pasangan terkasih, maupun keluarga. Deburan ombak yang menyapu hamparan pasir hitam landai disertai hembusan angin khas pantai akan membuat Anda betah berlama-lama menikmati pemandangan ini. Selain itu, pemandangan matahari terbenamnya juga tidak kalah indah dengan Pantai Kuta di Bali.

Satu lagi yang menarik dari Pantai Parangtritis adalah adanya gumuk atau gundukan pasir di sekitar pantai. Gumuk ini disebut sebagai satu-satunya gurun pasir di Asia Tenggara. Berada di sini, Anda akan merasa sedang berada di Afrika karena luasnya lautan pasir dan udaranya yang lebih panas beberapa derajat dibanding daerah sekitarnya.


Video Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis disebut sebagai salah satu lambang kekuatan trimurti di Yogyakarta bersama Gunung Merapi dan Keraton Kesultanan Jogja. Pantai Parangtritis mempunyai elemen air, Gunung Merapi mempunyai elemen api, dan keraton kesultanan berperan sebagai penyeimbang keduanya. Jika ditarik garis lurus, ketiganya berjajar di satu garis yang sama dari utara ke selatan.


Tak mengherankan jika pantai ini memiliki peran penting bagi Yogyakarta. Belum lagi kepercayaan yang menyebutkan bahwa Pantai Parangtritis merupakan pintu gerbang Istana Kerajaan Laut Selatan yang dipimpin oleh Kanjeng Ratu Kidul. Konon, ratu ini menyukai warna hijau, oleh karena itu pengunjung pantai tidak disarankan memakai pakaian berwarna hijau atau sesuatu yang buruk akan terjadi. Percaya tidak percaya, sebaiknya Anda menghindari warna hijau saat berkunjung ke tempat wisata ini.

Untuk dapat menikmati keindahan tempat wisata ini, Anda cukup membayar sebesar 3.500 Rupiah saja per orang.

Sejarah Pantai Parangtritis

Pantai ini pada awalnya ditemukan Dipokusumo, seorang pelarian Kerajaan Majapahit. Dipokusumo menyepi dan melakukan semedi di sekitar pantai ini. Dari tempat semedinya, ia melihat air yang menetes atau disebut tumaritis dari celah batu karang yang disebut parang. Jika kedua kata ini dijadikan satu, maka terbentuklah kata Parangtritis yang berarti air yang menetes dari celah batu karang.

Apa yang bisa dilakukan di Pantai Parangtritis?

Sampai sekarang, Pantai Parangtritis seolah tak pernah kehabisan pesona. Tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah bahkan negara. Apa saja yang bisa Anda lakukan di sini? Berikut rangkumannya:

Keliling pantai Parang Tritis


Keliling pantai Parang Tritis
Pantai Parangtritis memiliki hamparan pasir yang luas sekali jika dibandingkan beberapa pantai populer di Indonesia. Bila ingin berkeliling pantai, Anda dapat berjalan kaki sambil menikmati hembusan angin dan deburan ombak di kaki Anda. Bila tidak ingin kelelahan berjalan kaki, Anda dapat mencoba berkeliling dengan cara menunggang kuda. Tentunya akan memberi Anda pengalaman yang cukup berbeda.

Bila tidak berani menunggang kuda, Anda bisa naik bendi atau kereta kuda yang sudah siap di sekitar pantai. Naik bendi terasa biasa? Kalau begitu cobalah menyewa ATV, sejenis sepeda motor dengan empat roda yang bisa Anda gunakan untuk berkeliling pantai sampai ke ‘padang pasir’.

Jangan lupa memakai kacamata untuk menghindari pasir yang masuk ke mata Anda.

Hunting foto dan menikmati jagung bakar saat matahari tenggelam

matahari terbenam di Pantai Parangtritis




Tak ada yang meragukan keindahan pemandangan matahari terbenam di Pantai Parangtritis. Pantai ini akan semakin ramai pengunjung pada saat senja mendekat. Banyak wisatawan telah menyiapkan kameranya masing-masing untuk mendapatkan gambar terbaik saat matahari terbenam.

Jika Anda lebih tak ingin memotretnya, Anda bisa duduk sambil menikmati jagung bakar dan es kelapa muda yang banyak dijajakan di pantai ini. Yang pasti, Pantai Parangtritis akan selalu bisa dinikmati keindahannya dengan cara apapun.

Berburu suvenir

Selain tersedia toko suvenir, ada banyak pedagang yang berkeliling menjajakan kerajinan tangan khas pantai di Jogja ini. Dengan membeli suvenir yang mereka tawarkan, Anda juga ikut membantu roda perekonomian penduduk sekitar sekaligus mendapatkan oleh-oleh cantik untuk dibagikan ke teman-teman nanti.

Bermain layang-layang

Angin pantai yang besar ditambah hamparan pasir luas dan landai cocok sekali untuk menerbangkan layang-layang. Pantai Parangtritis menjadi salah satu lokasi favorit untuk bermain layang-layang. Tak jarang tempat wisata ini juga dijadikan tuan rumah untuk festival layang-layang tingkat daerah maupun nasional.

Ada apa lagi yang menarik dari Pantai Parangtritis?

Hal ini sudah tak asing lagi bagi masyarakat bahwa Pantai Parangtritis dipercaya sebagai gerbang masuk kerajaan ghaib di laut selatan. Pantai ini juga dijadikan lokasi berbagai ritual baik oleh keraton maupun warga sekitar.

Salah satu ritual yang biasa dilakukan adalah Labuhan. Dalam ritual ini, juru kunci pantai dan utusan dari keraton akan melarung sesaji ke laut lepas dengan harapan untuk mendapatkan berkah, keselamatan, dan ketenteraman.

Labuhan biasa dilakukan pada hari penobatan sultan juga peringatan hari penobatan setiap satu dan delapan tahunnya. Selain itu, ritual ini juga biasa dilakukan pada saat sultan akan menggelar hajatan tertentu seperti saat akan menikahkan anaknya.

Gumuk pasir

Gumuk pasir merupakan fenomena alam yang unik di mana gurun pasir terbentuk di daerah yang memiliki curah hujan tinggi seperti Jogja. Selain dipakai sebagai tempat wisata, gumuk pasir ini juga dijadikan laboratorium oleh para peneliti dari dalam maupun luar negeri.

Menurut hasil penelitian, gumuk pasir terbentuk dari material vulkanik Gunung Merapi yang terbawa sungai sampai ke laut. Material ini kemudian terbawa ombak ke daratan dan selanjutnya terbawa angin hingga membentuk suatu gurun dengan pola guratan-guratan khas. Proses terjadinya gumuk pasir pun tak bisa dibilang singkat, dibutuhkan waktu ribuan tahun untuk angin membawa berton-ton pasir dan membentuk pola unik seperti gurun pasir di Afrika.

Gumuk pasir seringkali dijadikan lokasi pemotretan baik untuk keperluan pribadi seperti foto prawedding atau untuk keperluan komersil seperti syuting iklan, video klip dan film.

Pemandian air panas Parawedang

Masih di kawasan Pantai Parangtritis, terdapat tempat pemandian air panas yang disebut dengan Parawedang. Tempat ini tergolong unik karena meskipun air yang keluar dari sumber mata air ini terasa panas, namun dari hasil penelitian, tak ada kandungan sulfur atau belerang di dalamnya. Berendam di kolam pemandian ini dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit kulit.

SUNSET YANG ROMANTIS DI PARANGTRITIS

matahari terbenam di Pantai Parangtritis

Ketika matahari sudah condong ke barat dan cuaca cerah, tibalah saatnya untuk bersenang-senang. Meskipun pengunjung dilarang berenang, Pantai Parangtritis tidak kekurangan sarana untuk having fun. Di pinggir pantai ada persewaan ATV (All-terrain Vehicle), tarifnya sekitar Rp. 50.000 - 100.000 per setengah jam. Masukkan persneling-nya lalu lepas kopling sambil menarik gas. Brrrrooom, motor segala medan beroda 4 ini akan melesat membawa Anda melintasi gundukan pasir pantai.

Baiklah, ATV mungkin hanya cocok untuk mereka yang berjiwa petualang. Pilihan lain adalah bendi. Menyusuri permukaan pasir yang mulus disapu ombak dengan kereta kuda beroda 2 ini tak kalah menyenangkan. Bendi akan membawa kita ke ujung timur Pantai Parangtritis tempat gugusan karang begitu indah sehingga sering dijadikan spot pemotretan foto pre-wedding. Senja yang remang-remang dan bayangan matahari berwarna keemasan di permukaan air semakin membangkitkan suasana romantis.

persewaan ATV (All-terrain Vehicle)

Pantai Parangtritis juga menawarkan kegembiraan bagi mereka yang berwisata bersama keluarga. Bermain layang-layang bersama si kecil juga tak kalah menyenangkan. Angin laut yang kencang sangat membantu membuat layang-layang terbang tinggi, bahkan bila Anda belum pernah bermain layang-layang sekalipun.

Masih enggan untuk pulang walau matahari sudah terbenam? Tak lama lagi beberapa penjual jagung bakar akan menggelar tikar di pinggir pantai, kita bisa nongkrong di sana hingga larut malam. Masih juga belum mau pulang? Jangan khawatir, di Pantai Parangtritis tersedia puluhan losmen dan penginapan dengan harga yang terjangkau.

Lokasi dan transportasi

Pantai Parangtritis berlokasi di Jalan Parangtritis KM 28, Yogyakarta, atau sekitar 30 km dari pusat kota Yogyakarta. Untuk transportasi menuju Parangtritis, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa mengambil rute Yogyakarta – Kretek – Parangtritis atau Yogyakarta – Imogiri – Siluk – Parangtritis.

Untuk transportasi umum, Anda bisa menggunakan bus yang berangkat dari Terminal Giwangan, Yogyakarta. Bus tersebut mempunyai rute jurusan Yogyakarta – Parangtritis dan Anda bisa turun di Pantai Parangtritis.

3. MALIOBORO ~ yuk susuri Jalan Karangan Bunga dan Surga Cinderamata di Jantung Kota Jogja


Banyak tempat wisata menarik yang dimiliki Kota Sang Sultan ini, salah satunya yang sangat populer tentu saja Jalan Malioboro. Jalan sepanjang 2,5 km yang membentang dari Tugu Yogyakarta sampai ke Kantor Pos Yogyakarta ini tak pernah sepi wisatawan setiap harinya. Jalan Malioboro berada dekat sekali dengan keraton dan disebut sebagai salah satu titik garis imajiner yang menghubungkan antara Pantai Parangtritis, Keraton Yogyakarta dan Gunung Merapi.



Siapa yang menyangka jika dahulu jalanan ini hanyalah jalan sepi dengan banyak pohon asam di tepinya. Jalan Malioboro dahulu hanya dilewati oleh warga yang ingin ke keraton, Benteng Vredeburg ataupun ke Pasar Beringhardjo.

Malioboro

Asal nama Malioboro pun memiliki dua versi. Pertama, nama ini diambil dari bahasa Sansekerta, yang berarti ‘karangan bunga’. Hal ini dikarenakan sepanjang jalan dahulu dipenuhi oleh karangan bunga setiap kali keraton menggelar acara atau hajatan. Versi kedua mengatakan bahwa nama jalan diambil dari seorang bangsawan Inggris, Marlborough, yang tinggal di Yogyakarta antara tahun 1881-1816.

Terlepas dari mana nama Malioboro berawal, jalan paling populer di Yogyakarta ini selalu berhasil menarik perhatian wisatawan yang datang ke kota ini. Jalan Malioboro menjadi semacam pusat oleh-oleh khas Yogyakarta. Sepanjang jalan, Anda bisa menemukan beragam suvenir khas mulai dari kaos, batik, blangkon, sandal, kerajinan tangan sampai bakpia patok dan yangko yang merupakan jajanan khas Yogyakarta.
Photo via: IbnuPrabuAli, FeriansyahPz
Photo via: AnnaBrones







Jalan Malioboro
Jalan Malioboro

Kuliner di Sepanjang Jalan Malioboro





Untuk kuliner, di tempat wisata ini terdapat deretan pedagang kaki lima yang menawarkam sajian sederhana namun nikmat. Jangan lupa mencicipi nasi gudeg yang sudah menjadi kuliner wajib coba di Yogyakarta. Untuk minuman, nikmati es dawet yang menawarkan rasa legit gula merah dipadu kental dan gurihnya santan kelapa. Sambil menikmati makanan Anda, sekelompok pangamen akan datang silih berganti dengan menyanyikan lagu-lagu yang semakin membuat Anda jatuh cinta pada Yogyakarta.

Di sepanjang jalan terdapat deretan tukang becak dan delman yang setia menunggu pelanggan. Inilah saatnya Anda berkeliling sekitar Jalan Malioboro dengan moda transportasi khas Yogyakarta. Tukang becak biasa menawarkan paket keliling tempat wisata sekitar dengan biaya yang terjangkau. Delman juga bisa Anda jadikan pilihan jika ingin merasakan pengalaman unik berkeliling Yogyakarta.


Selama di Jalan Malioboro, Anda hampir selalu bisa mendengarkan alunan gamelan Jawa yang diputar dari kaset maupun dimainkan secara langsung oleh seniman jalanan Yogyakarta. Tak hanya di siang hari, tempat wisata ini pun ramai di malam hari. Budaya lesehan dan angkringan tak bisa terlepaskan dari kota cantik ini.

Sampai sekarang, Jalan Malioboro masih menjadi bagian penting dari Keraton Yogyakarta. Jalan ini selalu menjadi lokasi kirab setiap kali keraton mengadakan sebuah acara dan perayaan tertentu.

Apa yang menarik dari Jalan Malioboro dan sekitarnya?

Jalan Malioboro tak hanya tentang oleh-oleh khas Yogyakarta. Sepanjang jalan ini terdapat beberapa lokasi yang tak kalah menarik dibandingkan berburu oleh-oleh.

Keraton Yogyakarta


Keraton Yogyakarta merupakan pusat budaya dan pemerintahan di Provinsi DI Yogyakarta. Keraton menjadi kerajaan sekaligus tempat tinggal keluarga Sri Sultan. Keraton dibangun dengan perhitungan yang luar biasa matang. Setiap tata letak dan detil dari bangunannya diatur sesuai falsafah budaya Jawa.

Keraton dibangun menghadap ke arah utara bukan tanpa sebab. Dengan menghadap utara, berarti keraton menghadap ke Gunung Merapi. Jika ditarik garis lurus dari utara ke selatan, maka akan muncul garis imajiner antara Gunung Merapi, Keraton Yogyakarta dan Pantai Parangtritis.

Tak hanya menjadi pusat pemerintahan dan tempat tinggal sultan beserta keluarganya, keraton juga menjadi salah satu tempat wisata budaya di Yogyakarta. Keraton dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 08:30 – 12:30. Untuk hari Jum’at dan Sabtu, keraton tutup lebih awal, yaitu pada pukul 11:00.

Benteng Vredeburg




Benteng Vredeburg merupakan loji tertua di Yogyakarta dari keseluruhan kompleks bangunan indis yang ada di Kawasan Titik Nol Km. Benteng yang memiliki bastion di keempat penjurunya ini memiliki koleksi diorama perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Pada bulan Juni - Juli, Benteng Vredeburg menjadi lokasi pelaksanaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY). Benteng Vredeburg buka hari Selasa - Minggu dengan tiket masuk Rp 2.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak.

Benteng Vredeburg merupakan sebuah museum sekaligus tempat wisata yang berada di Jalan Malioboro. Layaknya sebuah museum, di dalam benteng terdapat koleksi berbagai benda peninggalan masa perjuangan. Selain itu, terdapat ruang pemutaran film perjuangan dan diorama yang menggambarkan keadaan Indonesia pada zaman penjajahan.

Benteng ini awalnya dibangun di bawah perintah Sultan Hamengkubuwono I. Bangunan awalnya sangat sederhana, hanya dari tanah liat dan kayu. Karena merasa terancam karena kemajuan dan perkembangan keraton, Belanda akhirnya mengambil alih benteng ini dan menamainya Fort Rustenburg yang kemudian berubah menjadi Fort Vredeburg atau Benteng Perdamaian sampai sekarang.

Benteng Vredeburg buka setiap hari dengan jam buka, Selasa – Jum’at mulai pukul 08:00 sampai 16:00, dan Sabtu – Minggu mulai pukul 08:00 – 17:00. Tempat wisata ini tutup setiap hari Senin. Untuk tiket masuk, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar 2.000 Rupiah per orang untuk dewasa dan 1.000 Rupiah untuk anak-anak. Harga yang berbeda dikenakan pada wisatawan asing, yaitu 10.000 per orang untuk dewasa maupun anak-anak.

Pasar Beringhardjo

Beringhardjo adalah salah satu pasar tradisional sekaligus tempat wisata di Yogyakarta yang ramai dikunjungi wisatawan. Di sini, Anda bisa menemukan batik dengan beragam motif, kerajinan tangan, jajanan, aksesoris sampai rempah-rempah sebagai bahan dasar pembuatan jamu tradisional.

Lokasi pasar ini berdiri dahulu merupakan sebuah hutan yang dipenuhi pohon beringin. Dari sini pula nama Beringhardjo didapat. ‘Bering’ yang berarti pohon beringin dan ‘hardjo’ yang berarti sejahtera. Pasar Beringhardjo sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi Yogyakarta pada zaman dahulu diharapkan bisa membawa kesejahteraan pada warga Yogyakarta.

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta



Daerah Ketandan yang berada di sekitar Jalan Malioboro merupakan sebuah daerah pecinan di Yogyakarta. Keberadaan etnis Tionghoa tak dapat dipisahkan dari sejarah dan perkembangan kota ini.

Salah satu wujud eksistensi etnis Tionghoa di Yogyakarta adalah dengan diselenggarakannya Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta sebagai bagian dari perayaan Hari Imlek setiap tahunnya. Acara ini bertempat di sepanjang Jalan Malioboro dan sekitarnya. Beberapa kegiatannya antara lain karnaval barongsai, bazaar kuliner, pameran budaya, panggung hiburan dan juga lomba karaoke lagu mandarin.

Melihat Malioboro yang berkembang pesat menjadi denyut nadi perdagangan dan pusat belanja, seorang kawan berujar bahwa Malioboro merupakan baby talk dari "mari yok borong". Di Malioboro Anda bisa memborong aneka barang yang diinginkan mulai dari pernik cantik, cinderamata unik, batik klasik, emas dan permata hingga peralatan rumah tangga. Bagi penggemar cinderamata, Malioboro menjadi surga perburuan yang asyik. Berjalan kaki di bahu jalan sambil menawar aneka barang yang dijual oleh pedagang kaki lima akan menjadi pengalaman tersendiri. Aneka cinderamata buatan lokal seperti batik, hiasan rotan, perak, kerajinan bambu, wayang kulit, blangkon, miniatur kendaraan tradisional, asesoris, hingga gantungan kunci semua bisa ditemukan dengan mudah. Jika pandai menawar, barang-barang tersebut bisa dibawa pulang dengan harga yang terbilang murah.

Malioboro adalah rangkaian sejarah, kisah, dan kenangan yang saling berkelindan di tiap benak orang yang pernah menyambanginya. Pesona jalan ini tak pernah pudar oleh jaman. Eksotisme Malioboro terus berpendar hingga kini dan menginspirasi banyak orang, serta memaksa mereka untuk terus kembali ke Yogyakarta. Seperti kalimat awal yang ada dalam sajak Melodia karya Umbu Landu Paranggi "Cintalah yang membuat diriku betah sesekali bertahan", kenangan dan kecintaan banyak orang terhadap Malioboro lah yang membuat ruas jalan ini terus bertahan hingga kini.

Yogyakarta tak pernah mengecewakan wisatawannya. Jalan Malioboro selalu siap menyambut kapan pun Anda datang berkunjung. Jadi, kapan Anda akan menyempatkan diri menikmati Yogyakarta dari sepenggal jalan bernama Malioboro?

4.  Goa Jomlang - Hutan Purba dan Cahaya Surga di Perut Bumi




Gua Jomblang merupakan salah satu gua dari ratusan kompleks gua Gunungkidul yang terkenal karena keunikan dan keindahannya yang tidak terbantahkan. Pada tahun 2011, Gua Jomblang dijadikan tempat pengambilan gambar Amazing Race Amerika. Terletak di rentangan perbukitan karst pesisir selatan yang memanjang dari Gombong, Jawa Tengah; hingga kawasan karst Pegunungan Sewu, Pacitan, Jawa Timur; gua vertikal yang bertipe collapse doline ini terbentuk akibat proses geologi amblesnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke dasar bumi yang terjadi ribuan tahun lalu. Runtuhan ini membentuk sinkhole atau sumuran yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah luweng. Karena itu gua yang memiliki luas mulut gua sekitar 50 meter ini sering disebut dengan nama Luweng Jomblang.

Untuk memasuki Gua Jomblang diperlukan kemampuan teknik tali tunggal atau single rope technique (SRT). Oleh karena itu, siapapun yang hendak caving di Jomblang wajib menggunakan peralatan khusus yang sesuai dengan standar kemanan caving di gua vertikal dan harus didampingi oleh penelusur gua yang sudah berpengalaman. Bersama rekan-rekan caver dari Jomblang Resort, YogYES pun mencoba untuk caving di gua yang eksotik ini. Setelah memakai coverall, sepatu boot, helm, dan headlamp, seorang pemandu pun memasangkan SRT set di tubuh YogYES sambil menjelaskan nama dan fungsinya masing-masing. SRT set tersebut terdiri dari seat harness, chest harness, ascender / croll, auto descender, footloop, jammer, carabiner, cowstail panjang, serta cowstail pendek.





Petuangan menuju kedalaman perut bumi pun dimulai dengan berjalan meninggalkan basecamp menuju bibir gua yang sudah disiapkan sebagai lintasan. Ada beberapa lintasan di Gua Jomblang dengan ketinggian beragam mulai 40 hingga 80 meter. Berhubung ini baru pertama kalinya kami menuruni gua vertikal maka lintasan yang dipilih merupakan lintasan terpendek yang dikenal dengan jalur VIP. 15 meter pertama dari teras VIP ini merupakan slope yang yang masih bisa ditapaki oleh kaki. Setelah itu dilanjutkan menuruni tali sepanjang kurang lebih 20 meter untuk sampai di dasar gua. Rasa was-was yang sempat hinggap saat melayang di udara langsung menghilang begitu menjejakkan kaki kembali di atas tanah.

Pemandangan yang ada di depan mata mengundang decak kagum. Jika di atas sejauh mata memandang hanya akan menemui perbukitan karst dan jati yang meranggas, maka di perut Gua Jomblang terhampar pemandangan hijaunya hutan yang sangat subur. Aneka lumut, paku-pakuan, semak, hingga pohon-pohon besar tumbuh dengan rapat. Hutan dengan vegetasi yang jauh berbeda dengan kondisi di atas ini sering dikenal dengan nama hutan purba. Sejak proses runtuhnya tanah ke bawah, vegetasi ini terus hidup dan berkembang biak hingga saat ini.



LUWENG GRUBUG, CAHAYA SURGA YANG KASAT MATA

Penelusuran gua kali ini tidak berhenti di Jomblang, melainkan dilanjutkan menuju Luweng Grubung dengan memasuki sebuah entrance (mulut gua) yang berukuran sangat besar. Jomblang & Grubug dihubungkan dengan sebuah lorong sepanjang 300 meter. Aneka ornamen cantik turut menghiasi lorong ini, seperti batu kristal, stalaktit, serta stalagmit yang indah. Tak berapa lama berjalan terdengar suara gemuruh aliran sungai dan seberkas cahaya terang di tengah kegelapan. YogYES pun mempercepat langkah guna melihat apa yang ada di depan.

Sebuah mahakarya Sang Pencipta yang sungguh mengagumkan terpampang di hadapan. Sungai bawah tanah yang masih satu sistem dengan Kalisuci mengalir dengan deras. Sinar matahari yang menerobos masuk dari Luweng Grubug setinggi 90 meter membentuk satu tiang cahaya, menyinari flowstone yang indah serta kedalaman gua yang gulita. Air yang menetes dari ketinggian turut mempercantik pemandangan.





Keterangan:

Waktu terbaik untuk menikmati keindahan Gua Grubug adalah pukul 10.00 - 12.00. Sebab pada saat itu matahari berada di atas kepala sehingga tercipta cahaya surga yang indah.

Siapapun yang hendak memasuki Gua Jomblang wajib menggunakan peralatan yang sesuai dengan standar keamaan caving gua vertikal serta didampingi penelusur gua yang sudah berpengalaman. Info lebih lanjut mengenai caving di Gua Jomblang dapat menghubungi pemilik Jomblang Resort.

Jumlah maksimal yang diijinkan untuk masuk Gua Jomblang dalam waktu yang bersamaan adalah 25 orang. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ekosistem dan kondisi gua.

5. Arung Jeram Citra Elo 

Arung Jeram Citra Elo adalah salah satu arung jeram yang ada di Yogyakarta. Arung Jeram Citra Elo adalah arung jeram yang paling cocok untuk keluarga atau pemula karena arusnya yang tidak berbahaya bila dibandingkan dengan sungai lain di sekitar Yogyakarta. Selain itu Arung Jeram Citra Elo juga dapat dimainkan kapan saja, tidak seperti sungai lain di Yogyakarta yang kebanyakan hanya dapat diarungi pada saat musim hujan saja.



Kegiatan arung jeram atau rafting merupakan salah satu kegiatan olah raga air yang dilakukan secara berkelompok. Arung Jeram dianggap sebagai kegiatan yang membutuhkan skil khusus sehingg tidak semua orang bisa melakukannya. Seiring dengan waktu olah raga arung jeram mulai banyak dinikmati dan bermunculan di bebagai biro wisata dan perjalanan yang akan mengelola perjalanan anda dengan menawarkan paket seperti fun rafting. Kegiatan yang dahulu dianggap cukup membahayakan sekarang berubah menjadi oleh raga yang sangat mengasyikkan dan menyenangkan.

Sebut saja Sungai Elo yang yang sering dipakai untuk mengadakan acara olah raga air terutama arung jeram. Sungai ini memiliki jeram-jeram dengan kelas II –III atau masuk tingkatan grade sedang dengan tingkat bahaya yang rendah. Bagi pemula sungai Elo ini cocok untuk tempat belajar arung jeram sekalipun anda tidak bisa berenang.

Menyusuri arung jeram magelang sungai Elo  dibutuhkan waktu 2-3 jam. Pemberangkatan berawal dari garis start di Desa Blondo hingga sampai di gariis finish di Desa Mendut. Biasanya kegiatan ini ramai diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu. Dalam melakukan pengarungan , kalau diperlukan wisatawan dapat menyewa pemandu atau operator yang membuka dua trip atau sesion setiap harinya. Trip pertama mulai pukul 08.00 WIB dan Trip kedua pukul 14.00 WIB. Pada awal dann akhir musim hujan merupakan saat yang paling tepat untuk melakukan pengarungan karena volume air sungai sudah mulai naik tetapi belum banjir.

Sebenarnya melakukan arung jeram sangat mudah dilakukan, hanya butuh sedikit keberanian lebih dan stamina yang prima untuk dapat melakukannya. Sebelum kegiatan ini diimulai, para peserta akan diberi pengarahan dan penjelasan singkat yang dberikan oleh pihak operator penyelenggara. Pengarahan yang diberikan berkisar pada teknik-teknik dasar yang harus di ketahui misalnya cara menggunakan dayung serta tips keamanan bila tercebur ke sungai. Pengarungan berisi 5 orang dan akan dipandu oleh skipper atau juru mudi dan dikawal oleh perahu lain yang bertugas sebagai tim penyelamat.



Selama pengarungan di Arum Jeram Magelang Sungai Elo anda dapat melihat lima bentuk jeram dengan bentuk yang bebeda beda. Anda harus dalam posisi siap bepegangan kuat saat melewati jeram,, anda bisa terjengkang dalam posisi duduk bila anda lengah. Saat melintasi jeram tak jarang perahu akan tersangkut dengan batu besar dan seluruh peserta yang merupakan team harus berusaha keras untuk melepaskan perahu tesebut dari jepitan batu besar. Moment seperti itu merupakan saat yang menegangkan dan menantang.

Saat menyusuri sungai Elo dengan mengunakan perahu, anda dapat sekalian menikmati keindahan pemandangan yang berada pada tepian sungai. Air sungai yang kecoklatan belum tercemar sampah karena air bercampur lumpur akibat hujan di hulu. Jika anda beruntung, anda bisa melihat beberapa satwa yang sedang menampakkan diri waktu mencari makan seperti biawak dan kura-kura. Setelah selesai melakukan pengarungan, anda dapat melanjutkan perjalanan menuju candi Mendut atau candi Borobudur karena letaknya cukup dekat dengan garis pemberhentian perahu.

Lokasi

Garis Start atau titik pemberangkatan arung jeram berada di Desa Blondo dan berakhir sampai ke Desa Mendut. Kedua desa tersebut masuk wilayah Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang Jawa Tengah.

Akses

Arum Jeram Magelang dimulai dari Desa Blondo yang merupakan garis start terletak tak jauh dari Jalan Raya Jogja Magelang sehingga dapat mudah diekses dari berbagai arah.

Harga Tiket

Untuk mendekati dan memasuki sungai ini tidak dipungut beaya. Biaya baru dikeluarkan apabila anda menyewa peralatan untuk melakukan pengarungan. Biaya untuk menyewa perahu dengan segala perlengkapannya adalah berkisar 100 ribu – 150 ribu per 2-3 jam. ( sept 2010 )

Fasilitas

Jika anda menggunakan jasa adventure team , akan mendapatkan perahu karet, pelampung, helm dan thorwing bag ( tali yang mengapung kesungai )yang akan dipergunakan apbila ada temen kita yang tercebur ke sungai. Ditambah lagi ada skipper yang bertugas memandu di setiap kapal dan tim penyelamat atau rescue team yang siap bergerak cepat bila ada peserta yang jatuh tercebur ke sungai. Fasilitas lainya berupa asuransi, jasa penjemputan di jembatan Blondo kembali ke titik pemberangkatan, foto kegiiatan, snack dan makan siang..

Sebelum melakukan pengarungan biasanya diawali dengan pelatihan pemanasan yang berupa games ringan yang di pandu oleh team outbond.

Jika berminat wisata air dengan kegiatan arung jeram magelang sungai elo ini bisa menjadi paket wisata anda di Jogja bersama rekan-rekan anda. Hubungi Kami untuk informasi lebih lanjut.



6. Keraton Yogyakarta~ Istana Budaya dan Keindahan Jawa


Keraton Yogyakarta adalah salah satu tempat wisata di Yogyakarta yang ramai dikunjungi. Keraton Yogyakarta merupakan sebuah bangunan bersejarah kesultanan Yogyakarta yang ditinggali oleh Sultan dan keluarganya. Selain dapat menikmati arsitektur kesultanan kuno, anda juga dapat berkunjung ke museum yang mempunyai koleksi barang-barang kesultanan Yogyakarta yang sebagian merupakan hadiah dari raja Eropa. Apabila anda ingin datang mengunjungi tempat wisata ini, datanglah agak pagi karena Keraton Yogyakarta buka dari jam 8 pagi sampai dengan jam 2 siang saja.

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta  (bahasa JawaHanacaraka, ꧋ꦏꦫꦡꦺꦴꦟ꧀ꦔ​ꦪꦺꦴꦓꦾꦑꦂꦡ​ꦲꦢꦶꦟꦶꦁꦫꦡ꧀꧉, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat)
merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Keraton ini kini juga merupakan salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas

Keraton Yogyakarta (Jogja) atau sering disebut dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat terletak di jantung provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY), Indonesia. Karena tempatnya berada di tengah-tengah Jogja, dimana ketika di ambil garis lurus antara Gunung Merapi dan Laut Kidul, maka Keraton menjadi pusat dari keduanya. Keraton atau Kraton Jogja merupakan kerajaan terakhir dari semua kerajaan yang pernah berjaya di tanah jawa. Ketika kerajaan hindu-budha berakhir kemudian di teruskan dengan kerajaan islam pertama di Demak, lalu berdiri kerajaan yang lain seperti Mataram islam yang di dirikan oleh Sultan Agung lalu berjalan dan muncul Keraton Jogja yang didirikan oleh Sultan Hamengku Bowono I. Hingga sekarang, keraton Jogja masih menyimpan kebudayaan yang sangat mengagumkan.




Taman Depan Keraton Jogjakarta


Dalam perkembangannya, Keraton Jogja banyak mengalami masa pasang surut kepemimpinan dan terjadi perpecahan. Yang paling terkenal adalah perjanjian Giyanti pada tahun 1755, dimana kerajaan dibagi menjadi 2 (dua) yaitu wilayah timur yang sekarang menjadi keraton surakarta (solo – petualangan selanjutnya ) dan wilayah barat yang disebut dengan Keraton Jogjakarta. Namun, Keraton Jogja juga banyak menyimpan sejarah yang tak bisa dilupakan begitu saja oleh bangsa Indonesia, termasuk dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Cukup banyak untuk di kaji dan ditulis.

Keraton Jogjakarta


Selain itu, Keraton Jogja sangat kental dengan warisan budaya etnik jawa yang sangat menajubkan yang masih bisa di temukan di sekitar dan dalam keraton sendiri. Ketika Petualang ke Keraton Jogja maka, itulah gambaran sederhana tentang budaya dan keindahan tanah jawa. Semua hampir terwakilkan dalam satu tempat yang menarik dan sangat memukau. Bagaimana tidak, di Keraton masih banyak menyimpan tentang berbagai kesenian, hasil budaya, ragam pakaian adat dan bentuk rumah ala jawa yang indah. Tidak berhenti disitu saja, di Keraton Jogja juga mempertunjukkan bagaimana supelnya orang jawa dalam berkomunikasi dan bersapa dengan semua orang yang datang disana. Sangat eksotis dan menarik.


Keraton Jogja

Untuk menuju Keraton Jogja sangat mudah, karena letaknya persis di pusat kota Jogjakarta. Walaupun begitu, Petualang juga harus cekatan dan bisa menghafal rute yang bisa di lewati untuk menuju Keraton Jogja. Untuk Petualang yang melaju dari Semarang atau Wonosobo (kretek – langsung ke ring road barat) silakan melewati rute :  Ungaran– Ambarawa – Magelang – Jl magelang jogja – Terminal Jombor – Jl Diponegoro (Tugu Jogja belok kanan) – Jl Mangkubumi – Jl Malioboro – Jl Ahmad Yani – Jalan Senopati – Jl Brigjend Katamso – Jl Ibu Roswo – Jl William – Jl Kesatriyan – Keraton Jogja. Untuk yang dari Solo atau Klaten atau Kebumen juga hampir sama hanya berbeda cara rute masuk dalam kota saja. Tidak usah pusing, karena plang jalan di Jogjakarta sangat membantu menemukan Keraton Jogja.

Keraton Jogjakarta

Tiket masuk ke Keraton Jogja sangat terjangkau, hanya menyisihkan uang sekitar Rp. 10.000,- bisa menikmati hampir semua lingkungan istana yang berdiri megah dan indah. Petualang di haruskan untuk tidak memakai topi atau kaca mata bila masuk ke lingkungan keraton, bukan apa-apa hanya untuk menghormati kebudayaan jawa. Jam berkunjung ke Keraton untuk hari Ahad dan hari lainnya di batasi dari jam 07 am – 12 am. Tips : Silakan untuk datang ke Keraton Jogja sekitar jam 9, karena ada pementasan tari khas jawa seperti Serimpi yang dilakukan secara apik dan menajubkan.

Pagelaran Tari di Keraton Jogja

Istana Jogja, sebagai representasi dari budaya jawa bisa ditemukan ketika Petualang masuk ke dalam Keraton, seperti pergelaran tari-tari jawa tentang berbagai cerita (babad tanah jawa, epic ramayana) yang dipentaskan oleh penari yang handal dan mampu memukau menarik penonton seperti terbawa suasana sakral yang sangat menghipnotis. Di iringi suara gemelan yang mengalun indah bercampur dengan bait-bait jawa dilantunkan indah oleh pesinden dan warangono Keraton Jogja. Selain tari, juga disajikan pentas wayang orang yang sangat menarik untuk di lihat, wayang orang ini berbeda dengan kebanyakan karena gerakannya hampir mirip dengan gerakan ballet. Pementasan tari jawa tersebut dilakukan di tempat terbuka mirip dengan pendopo Keraton, jadi petualang bebas leluasa menyaksikan dari berbagai sudut. Kesempurnaan dari sebuah budaya jawa, tarian yang indah layak untuk dilihat.

Taman Istana Keraton Jogja



Melihat sudut Keraton yang lain seperti Kedhaton, dimana kedhaton ini merupakan tempat bertemunya Raja dengan semua pemangku Keraton. Dengan suasana bangunan joglo yang indah dengan beberapa ornamen ala jawa arab yang menghiasi di setiap tembok dan pilar, juga berbagai macam tanaman rindang menambah suasana sakral jawa lebih sejuk dan menarik. Pilar-pilar yang berjajar sedemikian rupa menambah gagah dan kuatnya Keraton Jogja waktu itu. Beberapa bangunan taman juga menghiasi setiap sudut komplek Kedhaton Keraton Jogja. Ada yang menarik dikomplek Kedhaton tersebut, ketika Petualang masuk pintu area Karaton maka akan selalu bertemu dengan para penjaga (pekerja khusus) Keraton atau yang biasa di sebut dengan Abdi Dalem.

Abdi Dalem tersebut tidak boleh atau dilarang untuk mungkur (ina : membelakangi Kedhaton). Jadi sang Abdi Dalem akan selalu menghadap ke arah Kedhaton, bukan membelakangi kedhaton. Ketika Penulis tanya alasanya, maka dengan bahasa jawa khas dan menarik secara ringkas sang Abdi dalem mengatakan bahwa Kedhaton merupakan simbol Raja, disana tempat Raja duduk dan begitulah salah satu cara untuk menghormati kepada Raja. Menarik sekali bukan?

Abdi dalam dan wisatawan



Didalam Keraton juga disajikan berbagai budaya jawa yang indah seperti batik yang merupakan warisan budaya jawa yang sudah diakui secara internasional. Beberapa lukisan, keris, foto raja-raja jawa, silsilah raja jawa, dan berbagai hasil budaya jawa. Ketika masuk di rumah batik, disana dilarang untuk memotret. Karena semua motif batik disana merupakan ciri Keraton Jogja yang merupakan simbol dari istana jawa yang hanya boleh dicetak dan dipakai di lingkungan istana saja. Beragam motif batik istana sangat menarik memang, desain yang khas dan berbeda dengan kebanyakan batik.

Museum Keraton Jogja

Beberapa alat gamelan juga ditampilkan di Istana Jogja, gamelan berasal dari kata gamel yang berarti memukul. Gamelan sendiri merupakan alat musik khas jawa dimana permainan musik ini dilakukan dengan mengunakan alat seperti kenong, kempul, kendhang, gong, suling, kecapi dan lain sebagainya. Gamelan sendiri dimainkan bersama penyanyi yang disebut dengan Sinden (perempuan) atau Warangono (lelaki) seperti yang di pentaskan ketika masuk ke komplek Istana Jogja dimuka. Ketika memasuki ruang lukisan, banyak dijumpai lukisan bersejarah seperti raja-raja jogja, istri dan anak-anak raja jogja, lukisan tentang kemerdekaan, dan berbagai macam pengambaran tentang keraton. Jika Petualang masuk ke area lukisan jangan lupa untuk masuk ke lukisan yang sakral dan penuh misteri, begitu kata abdi dalem. Lukisan tersebut hanya ada beberapa saja, di tempatkan tersendiri.

Taman

Misterinya adalah ketika petualang melihat lukisan raja jawa tersebut, maka lihat sepatu slop yang dipakai sang raja, ketika Petualang berada di sebelah kiri lukisan maka sepatu tersebut akan mengarah ke arah petualang. Nah, cobalah untuk berjalan ke sebelah kanan sambil melihat arah sepatu Raja tersebut, ajaib memang, sepatu itu seolah-olah mengikuti kemana Petualang melangkah. Dari sudut manapun melihat, sepatu tersebut selalu mengarah kemanapun ke arah orang yang melihat.


Keraton Jogja sendiri sangat sejuk dan nyaman, jadi Petualang ndak usah takut apabila lelah dan capek. Karena rindangnya pepohonan dan kursi gazebo tersedia disana untuk duduk-duduk dan bersantai sejenak ketika habis berjalan disekitar Istana. Keraton Jogja, budaya dan keindahan jawa ada disana. Jadi, jadwalkan kesana apabila Petualang berada di Jogjakarta

7. Pesona Gembira Loka Zoo “Bukan Sekedar Rekreasi”


[ ulasan sumber : kompasiana ] - [sumber gambar : google]

Di kota Gudeg Yogyakarta, berdirilah sebuah kebun binatang yang menyuguhkan berbagai pemandangan menarik seputar alam, satwa, wahana permainan dan berbagai hiburan lainnya. Gembira Loka Zoo, kebun binatang yang terletak di pusat kota Yogyakarta, tepatnya di antara jalan Kebun Raya dan jalan Veteran ini telah berhasil menarik banyak wisatawan, baik domestik maupun luar negeri. Gembira Loka Zoo dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang sangat pesat. Tempat ini memang memiliki daya tarik tersendiri sehingga membuat para wisatawan hobi untuk berkunjung di tempat  yang penuh dengan wahana permainan ini. Kebun raya ini kini menjadi salah satu tempat wisata yang ‘sangat diperhitungkan’ oleh para wisatawan saat berada di Yogyakarta. Saya sendiri punya banyak cerita menarik tentang Gembira Loka Zoo, dengan berbagai keistimewaannya, kuliner yang mantab dan tentunya berbagai wahana serta atraksi menarik satwa-satwa disana. Lalu, apa saja keistimewaan kebun binatang Gembira Loka ini? Yuk, ikuti cerita saya selanjutnya :)


Kebun Binatang Gembira Loka  adalah kebun binatang yang berada di Yogyakarta. Berisi berbagai macam spesies dari belahan dunia, seperti orangutan, gajah asia, simpanse, harimau, dan lain sebagainya. Kebun Binatang Gembira Loka menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan Yogyakarta. Gembira Loka Zoo sempat rusak parah akibat gempa bumi yang mengguncang kota Yogyakarta tahun 2006. Tetapi, setelah direnovasi Kebun Binatang Gembira Loka tetap dicari para wisatawan.

Sejarah Gembira Loka Zoo

Loka artinya tempat, gembira ya gembira. Syahdan, hampir setengah abad yang lalu Sri Sultan Hamengku Buwono IX mewujudkan keinginan pendahulunya untuk mengembangkan ‘Bonraja’ tempat memelihara satwa kelangenan raja menjadi suatu kebon binatang publik. Maka didirikanlah Gembira Loka diatas lahan seluas 20 ha yang separonya berupa hutan lindung. Disitu terdapat lebih dari 100 spesies satwa diantaranya 61 spesies flora.

Letaknya di daerah aliran sungai Gajah Wong. Akses menuju Gembira Loka sangat mudah dengan angkutan kota dan kendaraan. Pada awalnya dimulai dari beberapa hewan macan tutul yang berhasil ditangkap penduduk setempat karena mengganggu desa dan sebagian berasal dari lereng merapi yang hutannya terbakar akibat awan panas.

Gembira Loka Zoo memiliki koleksi satwa yang cukup lengkap. Akhir-akhir ini, dikabarkan bahwa GLZ sedang mengadakan kesepakatan dengan Singapore Zoo untuk pertukaran hewan, yakni 6 ekor Pinguin Jackass. Gembira Loka Zoo selalu berusaha memberikan yang terbaik demi kenyamanan pengunjung serta kelestarian alam. Beberapa kali didengar bahwa gajah melahirkan, burung kakatua menetaskan telurnya, serta kuda pacu melahirkan anaknya.


Satu hal yang memprihatinkan adalah banyak kondisi satwa yang kurang terurus. Banyak fasilitas yang seakan seadanya saja. Hal itu karena pendapatan dari tiket masuk sangat kecil dari sedikitnya wisatawan yang berkunjung.

Namun, sejak tahun 2010 Gembira Loka Zoo mulai merehabilitasi dan merekonstruksi kebun binatangnya. Bahkan, sampai tahun 2012 ini sedang dalam proses pembuatan untuk "Taman Burung" dan sedangkan untuk "Taman Reptil dan Amfibi" sudah dalam tahap sentuhan akhir. Beberapa pedagang asongan pun sudah mulai dibenahi, agar terkesan rapi dan bersih. Semenjak itu, GLZ mulai dikunjungi pengunjung dengan jumlah yang lebih banyak.

Gembira Loka Zoo kini Lebih Mempesona


Tahukah Anda bahwa Gembira Loka yang sekarang sangat berbeda dengan Gembira Loka yang dulu? 


Dulu satwanya monoton, tidak ada penambahan satwa baru hingga beberapa tahun. Arena bermainnya terbatas. Kapal di danaunya juga sudah usang dan tak menarik. Cat bangunan yang memutari tempat wisata tersebut juga sudah pudar karena sudah lama tidak diadakan renovasi. Tapi sejak diadakan pemugaran besar-besaran, Gembira Loka menjadi tempat wisata yang lebih unik, spesial dan menyenangkan. Keseriusan pengelola kebun binatang Gembira Loka ini terlihat dari penataan ruang yang begitu ciamik, suguhan alam yang begitu menarik, variasi satwa yang semakin beragam dan unik serta Informasi mengenai binatang yang dipamerkan juga lebih lengkap dan representatif.  

Suguhan ‘Wisata Edukasi’ Bagi Para Pengunjung 

Bukan hanya wisata alam yang disuguhkan oleh Gembira Loka Zoo. Berbagai ilmu juga akan Anda dapatkan ketika berkunjung di kebun binatang ini. Saat memasuki tempat ini, bangunan pertama yang Anda temui adalah sebuah museum, bukan kandang berjeruji berisi binatang buas seperti kebun binatang lain pada umumnya. Museum atau laboratorium edukasi alam ini menampilkan banyak suguhan seputar varietas flora dan fauna yang ditata dalam beberapa pigura raksasa yang sangat menarik. Contoh satwa yang dipamerkan adalah berbagai jenis serangga, burung, harimau dll. Disana juga dipamerkan berbagai tanaman langka dari berbagai belahan dunia untuk memperkaya ilmu para pengunjungnya. Tidak lupa juga bahwa setiap jenis/spesies yang terpampang juga dilengkapi dengan informasi nama satwa/tanaman tersebut sehingga setiap pengunjung dapat memahaminya secara langsung.

Ledakan “Variasi Satwa” di Gembira Loka Zoo 


Gembira Loka Anda menyuguhkan berbagai satwa menarik yang belum tentu ada di tempat lainnya. Cukup datang ke Gembira Loka, Anda sudah bisa menyaksikan "the world's largest living lizard" yang masuk dalam daftar UNESCO world heritage. Pada periode tahun 1992 hingga 1996, Gembira Loka menjadi tempat penangkaran komodo ex situ (di luar habitat aslinya) yang paling berhasil sehingga mendapatkan penghargaan pada Konferensi Komodo Dragon tahun 1998 di Thoiry, Paris. Wow, sebuah prestasi yang sungguh mengagumkan. Komodo dragon hanyalah salah satu koleksi disana. Gembira Loka juga memiliki berbagai koleksi satwa lainnya seperti koleksi ular, katak dari berbagai negara, kaiman, soa, kura-kura, dan biawak. Aneka hewan lain seperti gajah, orang utan, harimau, macan, monyet, onta, burung, rusa, Kijang, zebra hingga kudanil juga dapat ditemui di tempat ini. Khusus Gajah dan Onta bisa dijadikan sebagai hewan tunggang yang dapat membawa Anda berjalan-jalan dalam area khusus. 

Pilih ‘Wahana Hiburan’ Sesuai Selera Anda 




Berbicara mengenai wahana hiburan di Gembira Loka, Anda dapat memilih berbagai macam permainan menarik, seperti : Kapal Katamaran, Speed Boat, Skuter Air, Perahu Kayuh, Sepeda Air, Perahu Senggol, Kano Air, Banana Orca, Kolam Tangkap, Terapi Ikan, Sirkuit ATV, Perahu Gethek, Kereta Keliling (Taring), Taman Labirin dan berbagai permainnya lainnya. Jika Anda menghendaki wisata air yang ringan dan tidak terlalu ekstrim, silahkan naik perahu Senggol dan Kano air di danau buatan yang lebih kecil. Selain itu, berbagai wahana kolam juga tersedia disana, diantaranya kolam tangkap, terapi ikan, kolam sentuh, dan kolam araphaim yang sayang untuk Anda lewatkan. Kolam tangkap sangat digemari anak-anak karena mereka bisa bermain sambil belajar menangkap ikan. Sementara kolam araphaima membuat pengunjung seperti berada di dalam laut karena terdapat ikan-ikan super besar yang meliuk-liuk di dalamnya bahkan lengkap dengan pemandangan terumbu karang yang luar biasa indah.

Welcome to Bird Park “Taman Burung” Gembira Loka Zoo 



Beberapa Koleksi Burung di Gembira Loka Zoo (Dok. Pribadi) Gembira Loka Zoo Yogyakarta juga memiliki wahana khusus yaitu Bird Park (Taman Burung). Wahana Bird Park merupakan lokasi paling lengkap diantara semua wahana yang ada disana. Terdapat sedikitnya 60-an jenis burung dan lebih dari 340-an ekor satwa aves yang diantaranya seperti elang, pelikan, cendrawasih dan pecuk hitam. Salah satu koleksi paling menarik di Bird Park ini adalah burung flamingo dan pinguin jackas. Pinguin jackas merupakan pinguin jenis subtropis yang berasal dari Afrika Selatan. Oh ya, untuk memasuki Bird Park ini, setiap pengunjung wajib menggunakan cairan disinfektan di telapak tangan yang tersedia di depan pintu masuknya agar steril saat berada didalamnya sehingga Anda tidak akan mudah terjangkit penyakit. Semua dipersiapkan demi kenyamanan dan kesehatan pengunjung Gembira Loka Zoo.

Cafe Kuliner di Atas Danau “Mayang Tirta” 

Berputar-putar mengelilingi kebun binatang Gembira Loka tentunya membuat Anda haus dan lapar. Jangan khawatir, di Gembira Loka ada sebuah café unik dan menyenangkan yang akan memanjakan perut Anda. Wahana ini berupa bangunan berbentuk kapal megah yang terletak di tengah danau buatan. Café Mayang Tirta menyediakan banyak pilihan menu makanan yang pastinya sesuai selera perut Anda. Sambil menikmati makanan yang dihidangkan, Anda juga dapat menyaksikan performa live band yang akan menyuguhkan berbagai lagu kesukaaan Anda. Wahana di Danau Mayang Tirta Gembira Loka Zoo (Dok. Pribadi) Selain itu, Anda juga bisa menikmati hari yang cerah dengan menyaksikan kapal-kapal yang melintasi danau tersebut. Kapal Kataraman Dugong dengan desain full colors tampak gagah mengangkut banyak penumpang untuk menikmati keindahan alam dari atas air yang melaju dengan pelan. Ada pula perahu boat yang melaju kencang sehingga menyebarkan percikan air kemana-mana. Banana Orca pun tak kalah menariknya, membawa rombongan orang secara gesit meliuk-liuk diatas air hingga membuat pengunjung lain terpesona melihatnya (konsepnya mirip Banana Boats yang ada di Bali). Dari kejauhan, terlihat juga anak-anak tertawa riang bermain perahu kayuh/bebek kayuh bersama orang tuanya. Mantab benar tempat wisata ini, semua tersedia sesuai dengan selera pengunjung.


Lihat Keunikan Lain di “Taman Reptil dan Amfibi” 



Gembira Loka menawarkan sebuah area yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, yaitu Taman Reptil. Anda bisa menikmati berbagai koleksi hewan melata yang cukup lengkap disini. Konsep uniknya adalah berupa pameran beberapa etalase besar berisi katak, diantaranya katak minyak, katak hidung panjang, katak bertanduk dsb. Selanjutnya, pengunjung juga bisa melihat berbagai macam kadal yang eksotis. Setelah itu, para pengunjung akan disambut dengan bermacam jenis reptil lainnya, seperti kura-kura, ular, dan berbagai jenis biawak. Semua reptil yang dipamerkan memiliki tempat hidup yang memadai sehingga membuat mereka merasa nyaman, walaupun menjadi tontonan ribuan pengunjung setiap harinya. Koleksi Katak di Taman Reptil dan Amfibi Gembira Loka Zoo (Dok. Pribadi) Koleksi Ular di Gembira Loka Zoo (Dok. Pribadi) Koleksi Biawak di Gembira Loka Zoo (Dok. Pribadi) 

Bayar Seikhlasnya, Bisa “Foto Bareng Satwa” Jangan lupakan hal menarik ini. 


Yuk foto bersama mereka, si satwa lucu yang tentunya sudah jinak, bisa Anda pegang dan diajak berpose bersama.Anda ingin foto bersama Ular Boa yang melingkari tubuh? Atau sekadar berpose iseng bareng iguana dan kura-kura? Silahkan saja. Ada juga sesi foto bersama burung hias dengan warna tubuh yang sangat menarik. Selain jinak, ada juga mbak dan mas pawang yang akan membantu Anda untuk melakukan foto dan mengarahkan posisi terbaik agar satwa juga nyaman dipegang dan tentunya menghasilkan foto yang menarik. Untuk berfoto bersama ular, biayanya sebesar Rp.15.000,- dan foto langsung dicetak. Untuk foto bersama Iguana tidak dipungut biaya. Namun disana telah disediakan kotak uang jika ada pengunjung yang ingin memberikan uang seikhlasnya. Foto bersama Burung di Gembira Loka Zoo (Dok. Pribadi) Foto Bersama Ular di Gembira Loka Zoo (Dok. Pribadi)

Mampir Sejenak Nonton ‘Atraksi Satwa Terampil’ 

Ketika Anda sudah berkeliling taman Gembira Loka sekitar 75%, jangan lupa mampir kesini. Mungkin tempat yang satu ini sering terlewatkan karena areanya memang berada di belakang dan tidak selalu dilewati oleh pengunjung. Gembira Loka memiliki Gelar atraksi Satwa pintar dan terampil, dimana Anda dapat melihat berbagai keterampilan satwa-satwa spesial di panggung hiburan. Beberapa satwa yang beraksi adalah kakaktua jambul kuning, linsang, burung kangkareng, julang emas, beruang madu dan orangutan. Jika datang pada jam yang tepat, Anda dapat menyaksikan pertunjukan aneka satwa lucu tersebut, mulai dari orang utan naik sepeda, beruang madu yang lincah naik sepeda dan berjoget riang, burung kakaktua yang bisa berhitung, hingga berang-berang bermain bola. Berbagai satwa lain juga bisa bermain mobil-mobilan, naik sepeda, melompati juggling bola, memasukkan bola ke ring mini dan berbagai atraksi menarik lainnya. Dengan durasi lebih kurang 30 menit, teater ini  selalu dipenuhi oleh orang dewasa dan anak-anak yang menyaksikan pertunjukan tersebut. Atraksi Terampil Beruang Madu di Gembira Loka Zoo (Dok. Pribadi) 

“Waktunya Makan” bagi Satwa Gembira Loka Zoo (Feeding Time) 


Di Gembira Loka ada waktu khusus dimana para satwa diberi makan. Apabila Anda ingin menyaksikan saat satwa-satwa tersebut makan, maka Anda harus datang di waktu yang tepat. Gembira Loka memberi Anda kesempatan khusus untuk melihat feeding time empat satwa yang paling seru disana, yaitu : 1. Harimau Keseruan harimau feeding time dapat Anda lihat setiap hari Minggu pukul 12.00. 2. Ular Python Ular python yang besar juga punya feeding time, dapat Anda saksikan setiap hari pukul 11.30. 3. Simpanse Satwa pintar ini dapat Anda lihat feeding timenya setiap hari pukul 10.30. 4. Arapaima Ingin menyaksikan dahsyatnya ikan tawar terbesar di dunia ini ketika makan? Yuk datang kesini setiap hari pukul 11.00. Di Gembira Loka ada larangan keras memberi makan dalam bentuk apapun ke semua satwa disana, kecuali di kandang rusa dan kijang. Hanya dengan memasukkan uang Rp.1.000 ke kotak yang tersedia, Anda bisa memberi makan rusa dan kijang dengan kangkung yang sudah tersedia diluar kandang. Memberi Makan Rusa dan Kijang di Gembira Loka Zoo (Dok. Pribadi) 

Keunggulan Gembira Loka Zoo Dibalik Jargon “Bukan Sekedar Rekreasi” 

Gembira Loka memiliki jargon “Bukan Sekedar Rekreasi”. Apa artinya? Ya, tentunya ini memberikan arti bahwa kebun binatang Gembira Loka bisa memanjakan Anda dengan berbagai wahana rekreasi istimewa yang cuma satu-satunya di Yogyakarta. Jargon ini juga mengandung makna bahwa Gembira Loka memiliki banyak keunggulan bila dibandingkan dengan kebun binatang lainnya yang ada di Indonesia, diantaranya adalah : Gembira Loka Zoo bukan hanya menawarkan wisata satwa, namun juga unggul dalam wisata alam (keindahan alamnya), wisata edukasi (adanya museum flora dan fauna serta penamaan setiap satwa/tanaman tertulis jelas), wisata Air (berbagai wahana permainan air), Wisata Penyembuhan (terapi ikan dengan memasukkan kaki di kolam berisi ikan pemakan kulit ari), Wisata Kuliner (Banyak penjual makanan dan café) dan berbagai fasilitas lainnya. Gembira Loka Zoo memiliki banyak wahana yang sangat baik pengelolannya sehingga pengunjung merasa nyaman dan aman saat berada di wahana permainan serta tidak perlu terlalu lama mengantri karena media permainan yang disediakan lumayan banyak jadi dapat menampung banyak orang dalam 1 waktu. 

Gembira Loka Zoo memiliki kereta keliling yang memudahkan pengunjung untuk melihat berbagai koleksi satwa dan wahana hiburan tanpa harus lelah berjalan kaki. Selain itu, ada pula Kapal Kataraman Dugong yang akan membawa Anda menuju tempat keluar lebih cepat jika Anda sudah capek berjalan kaki mengelilingi kebun raya ini. Gembira Loka Zoo menghadirkan berbagai wahana permainan dan hiburan yang dipatok dengan harga terjangkau, termasuk tiket masuknya sehingga tidak memberatkan pengunjung. Gembira Loka Zoo memiliki satwa import spesial “pinguin” yang hadir pada pertengahan tahun 2014 ini. Sangat spesial karena jenis satwa ini jarang dimiliki oleh kebun binatang lainnya di Indonesia. 

Gembira Loka Zoo memiliki manajemen pengelolaan yang sangat rapi sehingga segala hal yang ada disana sungguh tertata sangat baik, enak dipandang mata dan berbagai fasilitasnya sangat memanjakan seluruh pengunjung. Obyek utama disini, yaitu satwanya berkembang biak dengan baik dan memiliki kesehatan yang sangat terjaga karena setiap satwanya dirawat sesuai standar yang berlaku. Standar keamanan untuk setiap satwa juga terjaga ketat dan keselamatan pengunjung pun terjamin. Gembira Loka Zoo disosialisasikan sangat baik oleh tim manajemen yang handal. Salah satunya terbukti pada iklan Gembira Loka Zoo yang ada di semua kendaraan transportasi umum Jas Taxi. Hasilnya sungguh luar biasa. Transportasi umum yang per menitnya banyak berlalu lalang di setiap pelosok Jogja ini sering diperhatikan oleh masyarakat sehingga mereka semakin mengenal Gembira Loka Zoo dan semakin menarik minat masyarakat luar Jogja untuk berwisata di tempat ini. Gembira Loka, berdiri di Rejowinangun, Kotagede, Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta menjadi obyek wisata sangat strategis dan banyak dikunjungi oleh wisatawan. 

Suasana kebun raya yang teduh, berudara segar dan dipenuhi pohon rindang menjadikan tempat ini nyaman untuk berwisata bersama keluarga ataupun teman-teman Anda. Tiket masuk hanya murah, berkisar Rp.20.000 per orang. Namun ada pula harga khusus di hari-hari tertentu dan diskon rombongan. Berikut tincian tiket masuknya : Sumber : Screenshoot web gembiralokazoo.com Setiap pengunjung yang membeli tiket akan langsung mendapatkan Peta (Map) Gembira Loka Zoo agar memudahkan mereka untuk mengelilingi seluruh area kebun binatang ini. Berikut petanya : Sumber : Screenshoot web gembiralokazoo.com Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Silahkan berbagi pengalaman jika Anda pernah berkunjung di Gembira Loka Zoo. Bagi Anda yang belum pernah kesini, pastinya penasaran dengan suguhan keindahan alam dan keunikan satwanya. Jangan lupa berkunjung saat Anda sedang berlibur di Yogyakarta. Gembira Loka Zoo adalah salah satu tempat rekreasi wisata nasional namun hadir dengan kualitas internasional. Selamat berlibur. Semoga bermanfaat :) [ ulasan oleh Riana Dewie ]

8. Taman Nasional (TN) ~ Gunung Merapi

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung di sekitar Yogyakarta. Gunung Merapipakan gunung yang paling terkenal di Yogyakarta, dan merupakan salah satu lokasi favorit para pecinta alam yang hobi mendaki gunung dan menikmati keindahan matahari terbit di puncaknya. Harga tiket masuk kawasan wisata Gunung Merapi adalah 3,000 Rupiah per orang.



Gunung Merapi (ketinggian puncak 2.968 m dpl, per 2006) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.


Gunung ini sangat berbahaya karena menurut catatan modern mengalami erupsi (puncak keaktifan) setiap dua sampai lima tahun sekali dan dikelilingi oleh permukiman yang sangat padat. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali.[butuh rujukan] Kota Magelang dan Kota Yogyakarta adalah kota besar terdekat, berjarak di bawah 30 km dari puncaknya. Di lerengnya masih terdapat permukiman sampai ketinggian 1700 m dan hanya berjarak empat kilometer dari puncak. Oleh karena tingkat kepentingannya ini, Merapi menjadi salah satu dari enam belas gunung api dunia yang termasuk dalam proyek Gunung Api Dekade Ini (Decade Volcanoes)

Geologi 

Litografi sisi selatan Gunung Merapi pada tahun 1836, dimuat pada buku tulisan Junghuhn. Gunung Merapi adalah gunung termuda dalam rangkaian gunung berapi yang mengarah ke selatan dari Gunung Ungaran. Gunung ini terbentuk karena aktivitas di zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia menyebabkan munculnya aktivitas vulkanik di sepanjang bagian tengah Pulau Jawa. Puncak yang sekarang ini tidak ditumbuhi vegetasi karena aktivitas vulkanik tinggi. Puncak ini tumbuh di sisi barat daya puncak Gunung Batulawang yang lebih tua.

Proses pembentukan Gunung Merapi telah dipelajari dan dipublikasi sejak 1989 dan seterusnya.[3] Berthomier, seorang sarjana Prancis, membagi perkembangan Merapi dalam empat tahap.[4] Tahap pertama adalah Pra-Merapi (sampai 400.000 tahun yang lalu), yaitu Gunung Bibi yang bagiannya masih dapat dilihat di sisi timur puncak Merapi. Tahap Merapi Tua terjadi ketika Merapi mulai terbentuk namun belum berbentuk kerucut (60.000 - 8000 tahun lalu). Sisa-sisa tahap ini adalah Bukit Turgo dan Bukit Plawangan di bagian selatan, yang terbentuk dari lava basaltik. Selanjutnya adalah Merapi Pertengahan (8000 - 2000 tahun lalu), ditandai dengan terbentuknya puncak-puncak tinggi, seperti Bukit Gajahmungkur dan Batulawang, yang tersusun dari lava andesit. Proses pembentukan pada masa ini ditandai dengan aliran lava, breksiasi lava, dan awan panas. Aktivitas Merapi telah bersifat letusan efusif (lelehan) dan eksplosif. Diperkirakan juga terjadi letusan eksplosif dengan runtuhan material ke arah barat yang meninggalkan morfologi tapal kuda dengan panjang 7 km, lebar 1–2 km dengan beberapa bukit di lereng barat. Kawah Pasarbubar (atau Pasarbubrah) diperkirakan terbentuk pada masa ini. Puncak Merapi yang sekarang, Puncak Anyar, baru mulai terbentuk sekitar 2000 tahun yang lalu. Dalam perkembangannya, diketahui terjadi beberapa kali letusan eksplosif dengan VEI 4 berdasarkan pengamatan lapisan tefra.

Karakteristik letusan sejak 1953 adalah desakan lava ke puncak kawah disertai dengan keruntuhan kubah lava secara periodik dan pembentukan awan panas (nuée ardente) yang dapat meluncur di lereng gunung atau vertikal ke atas. Letusan tipe Merapi ini secara umum tidak mengeluarkan suara ledakan tetapi desisan. Kubah puncak yang ada sampai 2010 adalah hasil proses yang berlangsung sejak letusan gas 1969.[2]

Pakar geologi pada tahun 2006 mendeteksi adanya ruang raksasa di bawah Merapi berisi material seperti lumpur yang secara "signifikan menghambat gelombang getaran gempa bumi". Para ilmuwan memperkirakan material itu adalah magma.[5] Kantung magma ini merupakan bagian dari formasi yang terbentuk akibat menghunjamnya Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia[6].

Puncak Merapi pada tahun 1930.


Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar tercatat pada tahun 1006 (dugaan), 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu, berdasarkan pengamatan timbunan debu vulkanik.[7] Ahli geologi Belanda, van Bemmelen, berteori bahwa letusan tersebut menyebabkan pusat Kerajaan Medang (Mataram Kuno) harus berpindah ke Jawa Timur. Letusan pada tahun 1872 dianggap sebagai letusan terkuat dalam catatan geologi modern dengan skala VEI mencapai 3 sampai 4. Letusan terbaru, 2010, diperkirakan juga memiliki kekuatan yang mendekati atau sama. Letusan tahun 1930, yang menghancurkan tiga belas desa dan menewaskan 1400 orang, merupakan letusan dengan catatan korban terbesar hingga sekarang.[butuh rujukan]

Letusan bulan November 1994 menyebabkan luncuran awan panas ke bawah hingga menjangkau beberapa desa dan memakan korban 60 jiwa manusia. Letusan 19 Juli 1998 cukup besar namun mengarah ke atas sehingga tidak memakan korban jiwa. Catatan letusan terakhir gunung ini adalah pada tahun 2001-2003 berupa aktivitas tinggi yang berlangsung terus-menerus. Pada tahun 2006 Gunung Merapi kembali beraktivitas tinggi dan sempat menelan dua nyawa sukarelawan di kawasan Kaliadem karena terkena terjangan awan panas. Rangkaian letusan pada bulan Oktober dan November 2010 dievaluasi sebagai yang terbesar sejak letusan 1872[8] dan memakan korban nyawa 273 orang (per 17 November 2010)[9], meskipun telah diberlakukan pengamatan yang intensif dan persiapan manajemen pengungsian. Letusan 2010 juga teramati sebagai penyimpangan dari letusan "tipe Merapi" karena bersifat eksplosif disertai suara ledakan dan gemuruh yang terdengar hingga jarak 20–30 km.

9. CANDI BOROBUDUR ~ Mahakarya Arsitektur Abad ke-9



(review by yogyes) Candi Borobudur merupakan monumen Buddha termegah dan kompleks stupa terbesar di dunia yang diakui oleh UNESCO. Bangunan Candi Borobudur secara keseluruhan menjadi galeri akan mahakarya para pemahat batu.

Jauh sebelum Angkor Wat berdiri di Kamboja dan katedral-katedral agung ada di Eropa, Candi Borobudur telah berdiri dengan gagah di tanah Jawa. Bangunan yang disebut UNESCO sebagai monumen dan kompleks stupa termegah serta terbesar di dunia ini ramai dikunjungi oleh peziarah pada pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-11. Umat Buddha yang ingin mendapatkan pencerahan berduyun-duyun datang dari India, Kamboja, Tibet, dan China. Tidak hanya megah dan besar, dinding Candi Borobudur dipenuhi pahatan 2672 panel relief yang jika disusun berjajar akan mencapai panjang 6 km! Hal ini dipuji sebagai ansambel relief Buddha terbesar dan terlengkap di dunia, tak tertandingi dalam nilai seni.

Relief yang terpahat di dinding candi terbagi menjadi 4 kisah utama yakni Karmawibangga, Lalita Wistara, Jataka dan Awadana, serta Gandawyuda. Selain mengisahkan tentang perjalanan hidup Sang Buddha dan ajaran-ajarannya, relief tersebut juga merekam kemajuan masyarakat Jawa pada masa itu. Bukti bahwa nenek moyang Bangsa Indonesia adalah pelaut yang ulung dan tangguh dapat dilihat pada 10 relief kapal yang ada. Salah satu relief kapal dijadikan model dalam membuat replika kapal yang digunakan untuk mengarungi The Cinnamon Route dari Jawa hingga benua Afrika. Saat ini replika kapal yang disebut sebagai Kapal Borobudur itu disimpan di Museum Samudra Raksa.



Untuk mengikuti alur jalinan kisah yang terpahat pada dinding candi, pengunjung harus berjalan mengitari candi searah jarum jam atau yang dikenal dengan istilah pradaksina. Masuk melalui pintu timur, berjalan searah jarum jam agar posisi candi selalu ada di sebelah kanan, hingga tiba di tangga timur dan melangkahkan kaki naik ke tingkat berikutnya. Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga semua tingkat terlewati dan berada di puncak candi yang berbentuk stupa induk. Sesampainya di puncak, layangkanlah pandangan ke segala arah maka akan terlihat deretan Perbukitan Menoreh, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu yang berdiri tegak mengitari candi. Gunung dan perbukitan tersebut seolah-olah menjadi penjaga yang membentengi keberadaan Candi Borobudur.


Berdasarkan prasasti Kayumwungan yang bertanggal 26 Mei 824, Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga antara abad ke-8 hingga abad ke-9, berbarengan dengan Candi Mendut dan Candi Pawon. Proses pembangunan berlangsung selama 75 tahun di bawah kepemimpinan arsitek Gunadarma. Meski belum mengenal komputer dan peralatan canggih lainnya, Gunadarma mampu menerapkan sistem interlock dalam pembangunan candi. Sebanyak 60.000 meter kubik batu andesit yang berjumlah 2.000.000 balok batu yang diusung dari Sungai Elo dan Progo dipahat dan dirangkai menjadi puzzle raksasa yang menutupi sebuah bukit kecil hingga terbentuk Candi Borobudur.




Borobudur tidak hanya memiliki nilai seni yang teramat tinggi, karya agung yang menjadi bukti peradaban manusia pada masa lalu ini juga sarat dengan nilai filosofis. Mengusung konsep mandala yang melambangkan kosmologi alam semesta dalam ajaran Buddha, bangunan megah ini dibagi menjadi tiga tingkatan, yakni dunia hasrat atau nafsu (Kamadhatu), dunia bentuk (Rupadhatu), dan dunia tanpa bentuk (Arupadhatu). Jika dilihat dari ketinggian, Candi Borobudur laksana ceplok teratai di atas bukit. Dinding-dinding candi yang berada di tingkatan Kamadatu dan Rupadatu sebagai kelopak bunga, sedangkan deretan stupa yang melingkar di tingkat Arupadatu menjadi benang sarinya. Stupa Induk melambangkan Sang Buddha, sehingga secara utuh Borobudur menggambarkan Buddha yang sedang duduk di atas kelopak bunga teratai.

Menikmati kemegahan Candi Borobudur tidak hanya cukup dengan berjalan menyusuri lorong dan naik ke tingkat teratas candi. Satu hal yang jangan dilewatkan adalah menyaksikan Borobudur Sunrise dan Borobudur Sunset dari atas candi. Siraman cahaya mentari pagi yang menerpa stupa dan arca Buddha membuat keagungan dan kemegahan candi lebih terasa. Sedangkan berdiri di puncak candi di kala senja bersama deretan stupa dan menyaksikan sinar matahari yang perlahan mulai lindap akan menciptakan perasaan tenang dan damai.

10. TAMAN SARI ~ Istana Air penuh Keindahan dan Rahasia


Istana Air Taman Sari adalah suatu kompleks istana yang sebenarnya terdiri dari beberapa bangunan (tidak semua bangunan ini berada di dalam air) dan lokasinya masih di dalam lingkungan Keraton Ngayogyakarta. Dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan nama "Perfume Garden" atau "Fragrant Garden", karena banyak bunga yang berbau harum ditanam dilingkungan taman ini.

Taman Sari - Yogyakarta yang tidak hanya sekedar Taman tempat rekreasi keluarga kerajaan pada zaman itu, namun mempunyai berbagai fungsi diantaranya sebagai Camouflage area terhadap musuh-musuhnya, dan merupakan suatu sistem benteng pertahanan, selain itu juga sebagai tempat meditasi bagi Raja, tempat membuat batik yang dilakukan oleh selir-selir Raja dan putri-putri Raja, tempat berlatih kemiliteran bagi tentara kerajaan dan masih ada lagi.



Taman Sari- Yogyakarta didirikan pada tahun 1758 yang ide awalnya dari Pangeran Mangkubumi (yang kemudian bergelar Hamengku Buwono I) dan Raden Ronggo Prawirosentiko (Bupati Madiun) sebagai arsiteknya, sedangkan Demang Tegis (asli orang Portugis yang mendapat gelar dari kerajaan) sebagai tenaga ahli strukturnya.

Ada beberapa elemen yang memengaruhi arsitektur bangunan kompleks Taman Sari ini, diantaranya pengaruh dari Hindu dan Budha, Jawa dan Islam, Cina, Portugis dan gaya Eropa, dapat terlihat dibeberapa bagian bangunan ini.

Taman Sari - Yogyakarta mempunyai dua pintu gerbang utama, yaitu Gapuro Agung (yang berada dibagian Barat) dan Gapuro Panggung (yang berada dibagian Timur, yang saat ini(tahun 2007) digunakan sebagai pintu masuk utama ke lokasi kompleks Taman Sari ini).

Bentuk pintu gerbang atau 'Gapuro'nya sangatlah indah yang merupakan gaya asli Jawa, pada detail dari Gapuro ini merupakan motif asli Jawa seperti stilasi dari sulur-sulur tanaman, burung, ekor dan sayap burung garuda.

Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.Satu dari sekian banyak tempat wisata sejarah yang ada di Yogyakarta adalah Istana Air Taman Sari Yogyakarta yang terletak di Jalan Taman, Yogyakarta. Taman Sari terletak sangat dekat dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 15 menit dari alun-alun utara keraton. Tempat ini dulunya merupakan tempat rekreasi bagi keluarga kerajaan sekaligus sebagai benteng pertahanan yang dibangun pada tahun 1758-1765 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I.







Istana Air Taman Sari

Sekarang, Istana Air Taman Sari merupakan salah satu cagar budaya di Yogyakarta yang telah menjadi tempat wisata populer di kota ini.

Istana Air Taman Sari

Bangunan yang mempunyai luas awal 10 hektar ini mempunyai 57 bangunan, yang terdiri dari kompleks kolam pemandian, danau buatan, pulau buatan, jembatan gantung, kanal air, taman, lorong bawah tanah, serta beberapa gedung dengan arsitektur Eropa, China, Jawa, Hindu, Buddha, dan Islam. Pembangunan Istana Air Taman Sari ini dibiayai oleh Tumenggung Prawirosentiko, yang merupakan Bupati Madiun dan menggunakan jasa Demang Tegis, seorang arsitek dari Portugis. Saat ini, luas Istana Air Taman Sari sudah berkurang drastis karena beberapa kompleksnya telah dijadikan pemukiman penduduk.


Istana Air Taman Sari Yogyakarta mempunyai 4 kompleks, yaitu:


  1. Danau buatan yang terletak di sebelah barat.
  2. Pemandian Umbul Binangun, terletak di sebelah selatan danau buatan.
  3. Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati, terletak di sebelah selatan Umbul Binangun.
  4. Bagian sebelah timur yang memanjang dari Pemandian Umbul Binangun sampai Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati, merupakan danau dengan pulau buatan serta jembatan gantung dan kanal.


Dari keempat kompleks yang ada di Taman Sari Yogyakarta, hanya Pemandian Umbul Binangun saja yang masih dalam keadaan utuh, sedangkan tiga bagian yang lain sudah menjadi perkampungan penduduk yang dulunya merupakan abdi dalam Keraton Yogyakarta.

Di kompleks pertama, yaitu danau buatan, terdapat Pulo Kenongo, Pulo Cemethi, serta Sumur Gumuling.

a. Pulo Kenongo

Pulo Kenongo merupakan sebuah pulau yang ada di tengah-tengah danau buatan kompleks Taman Sari. Di sini terdapat gedung bernama Gedhong Kenongo, yaitu bangunan yang dulunya merupakan tempat tertinggi di Keraton Yogyakarta sehingga memungkinkan untuk melihat wilayah keraton secara keseluruhan. Di sekitarnya terdapat ventilasi udara untuk terowongan bawah tanah yang dapat digunakan jika akan melarikan diri dari musuh.
Anda dapat melihat matahari terbenam di sini karena sampai saat ini, tempat ini masih merupakan salah satu bangunan tertinggi di Yogyakarta. Dengan latar Kota Yogyakarta, matahari terbenam akan sangat berkesan.

b. Pulo Cemethi

Pulo Cemethi yang terletak di sebelah selatan Pulo Kenongo merupakan tempat yang digunakan sultan untuk meditasi. Untuk mencapai Pulo Cemethi ini, Anda harus melewati terowongan bawah tanah.

c. Sumur Gumuling

Sumur Gumuling terletak di bagian barat Pulo Kenongo dan merupakan tempat peribadatan sultan yang bisa dicapai melalui terowongan bawah tanah. Walaupun dimaksudkan sebagai masjid, sumur ini berbeda dari masjid pada umumnya karena berbentuk ceruk melingkar. Sumur Gumuling terdiri dari dua lantai, lantai pertama adalah untuk jemaah laki-laki, sedangkan lantai kedua merupakan tempat untuk jemaah perempuan. Di dalam Sumur Gumuling, jika Anda berbicara dengan keras maka suara Anda akan terdengar di seluruh pelosok bangunan. Di tengah-tengah sumur terdapat lima jenjang tangga yang menyiratkan 5 rukun Islam, 4 di antaranya naik dan bertemu di tengah, sedangkan tangga kelima menghubungkan keempat jenjang tangga tersebut menuju lantai 2. Di bawah tangga-tangga tersebut, Anda akan menemukan kolam air yang merupakan tempat wudhu bagi jamaah.

Kompleks kedua dari Taman Sari mempunyai beberapa bangunan, yaitu:

a. Gedhong Gapura Hageng

Gedhong Gapura Hageng merupakan pintu gerbang utama di sebelah barat, akan tetapi sekarang sudah tidak dipergunakan lagi dan pintu utama untuk pengunjung sudah dialihkan ke sebelah timur. Gedhong Gapura Hageng ini mempunyai ruangan dua tingkat yang dihiasi relief untuk menggambarkan tahun awal pembangunan Taman Sari Yogyakarta, yaitu 1765.

b. Gedhong Lopak-Lopak (Gopok-Gopok)

Bangunan ini dulunya merupakan menara 2 lantai, namun sekarang bangunan ini sudah tidak ada dan digantikan oleh taman persegi delapan.

c. Umbul Pasiraman (Umbul Binangun)

Umbul Pasiraman atau biasa disebut sebagai Umbul Binangun merupakan tempat pemandian sultan beserta para putri dan selirnya yang dikelilingi oleh tembok-tembok tinggi di setiap sisinya. Umbul Pasiraman mempunyai 3 buah kolam bernama Umbul Muncar, Blumbang Kuras, dan Umbul Binangun yang berhiaskan air mancur berbentuk jamur dan dapat diakses melalui dua buah gerbang masuk di sebelah barat dan timur.

Di bagian utara, ada bangunan yang digunakan untuk tempat istirahat dan berganti pakaian bagi para istri dan putri sultan, sedangkan di bagian selatan terdapat menara yang digunakan oleh sultan untuk mengamati para selir dan putrinya yang sedang mandi di bawah. Sayangnya, di puncak menara ini sudah penuh dengan coretan vandalisme yang merusak keindahan bangunan.

d. Gedhong Sekawan

Terletak di sebelah timur Umbul Pasiraman dan berupa halaman dengan empat buah bangunan sebagai tempat peristirahatan sultan.

e. Gedhong Gapura Panggung

Saat ini Gedhong Gapura Panggung merupakan gerbang masuk utama yang digunakan oleh pengunjung untuk masuk ke kompleks Taman Sari dan terletak di sebelah timur Istana Air Taman Sari. Bangunan bertingkat 2 ini mempunyai relief ular di dindingnya, menggambarkan tahun selesai dibangunnya Taman Sari, yaitu 1758.

f. Gedhong Temanten

Bangunan ini terletak di sebelah timur Gedhong Gapuro Panggung dan digunakan sebagai tempat penjagaan.

Taman Sari Yogyakarta mengenakan harga tiket masuk sebesar 3.000 Rupiah untuk wisatawan lokal dan 7.000 Rupiah untuk wisatawan asing. Biasanya, di depan pintu masuk Anda akan menemui beberapa orang yang menawarkan jasa sebagai pemandu untuk wisata Taman Sari ini. Mereka tidak mematok tarif dalam jumlah tertentu, namun biasanya wisatawan memberikan 25.000 Rupiah untuk jasa mereka.  Jam buka Taman Sari: 08.00-14.00 WIB

11. PUNCAK BECICI  - Senja yang Tersembunyi di Balik Deretan Pinus Merkusii




{video by palupi aryo}

Tersembunyi di balik deretan tanaman pinus merkusii yang tumbuh menjulang, langit senja di Bantul terlihat begitu mempesona. Dan ketika gelap datang, panorama lautan bintang-bintang imitasi pun membuat siapa saja yang memandang berdecak penuh kekaguman.

[review by Yogyes ] Saat YogYES memacu kendaraan ke arah selatan Jogja, sengatan matahari masih terasa membakar kulit meskipun posisinya mulai bergeser ke arah barat. Setelah memasuki kawasan Desa Muntuk, barulah kegarangannya mulai tergantikan dengan teduh dan sejuknya udara perbukitan. Pemandangan lahan-lahan terasering yang kemudian berlanjut dengan deretan pohon-pohon pinus menemani sisa perjalanan YogYES ke tempat tujuan hingga kami mendapat sambutan berupa gapura selamat datang. Tak jauh dari gapura, beberapa gubuk sederhana tampak memenuhi salah satu bahu jalan, berderet rapi berdampingan. Di gubuk-gubuk sederhana itulah warga setempat menjamu para pengunjung kawasan wisata Puncak Pinus Becici dengan minuman dan makanan ringan yang dijual.


Roda-roda kendaraan kami masih melaju hingga ujung jalan bersemen, tempat kendaraan-kendaraan pengunjung lain diparkir. Selanjutnya kami masih harus berjalan melalui jalan setapak masuk ke dalam bagian hutan pinus yang lebih rapat. Menurut salah satu anggota pokdarwis setempat, hutan pinus yang dikenal sebagai daerah Hutan Sudimoro 1 atau Becici Asri ini masih merupakan bagian dari Hutan Lindung di bawah pengelolaan RPH Mangunan. Berbeda dengan Hutan Pinus Mangunan yang lebih dulu populer sebagai kawasan wisata, Becici Asri awalnya hanya dikelola sebagai hutan produksi penghasil getah pinus untuk bahan dasar terpentin dan gondorukem. Namun panorama dari bukit di bagian baratlah yang membuat orang-orang berdatangan untuk menikmati keindahannya hingga kawasan ini pun berubah menjadi destinasi wisata.

Nama Becici yang terdengar asing di telinga pun sebenarnya memiliki cerita sejarah tersendiri. Becici berasal dari gabungan kata "ambeg" yang berarti berdiam diri dan kata suci, dua kata yang merujuk pada cerita turun temurun kepercayaan masyarakat setempat. Cerita tentang putra pendiri Desa Muntuk yang bertapa di bukit di bagian barat hutan pinus dan kemudian ingin disemayamkan di bukit yang sama ketika meninggal dunia. Terlepas dari benar tidaknya cerita tutur ini, di puncak Bukit Becici memang ditemukan sebuah petilasan menyerupai makam.





Suara daun pinus yang bergesekan diterpa angin menjadi melodi alam yang menemani perjalanan kami menembus hutan pinus. Hanya perlu waktu sekitar lima belas menit dari parkiran untuk mencapai puncak Bukit Becici. Tak hanya barisan pohon-pohon pinus tinggi menjulang, kami juga menemui bangku-bangku dari batang pinus, ayunan kayu, beberapa gazebo sederhana dan gardu pandang dengan pengamanan ala kadarnya di sepanjang tepi jalan setapak. Terdapat pula area datar yang lumayan luas untuk bermain serta camping ground dengan jarak pohon pinus yang tak terlalu rapat. Semakin dekat dengan puncak bukit, jarak pohon-pohon pinus ini pun semakin renggang. Hingga matahari yang tadinya terhalang daun-daun pinus pun kembali menampakkan diri, semakin condong ke arah barat namun masih bersinar penuh semangat. Menyilaukan setiap mata yang mencoba menatapnya.

Puncak Becici memang spot yang tepat untuk menikmati saat-saat matahari terbenam


Puncak Becici memang spot yang tepat untuk menikmati saat-saat matahari terbenam karena bukit ini menghadap ke arah barat. Tak heran ketika kami tiba di puncak, sudah banyak orang yang menunggu momen-momen pergantian siang menuju malam. Ada yang terlihat asik berfoto di atas gardu pandang. Beberapa lainnya tampak berfoto di tepi tebing dekat dengan pagar besi pengaman. Sementara ada pula yang terlihat duduk-duduk di gazebo dan bangku-bangku dari kayu pinus yang tumbang. Mungkin menunggu giliran untuk berpose di atas gardu pandang. Sebuah ayunan tak berpenghuni pun menjadi pilihan saya untuk menikmati landscape yang disuguhkan sambil menunggu kesempatan menaiki gardu pandang.




(foto from yogyes, google, marikitadolan)

Matahari semakin rendah ketika tiba giliran saya mencoba menaiki gardu pandang. Dengan ekstra hati-hati karena tak ada perlengkapan semacam tali pengaman, saya akhirnya bisa duduk di atas papan yang dibangun pada sebatang pohon pinus ini. Ada sensasi menggelitik ketika tempat yang saya pijak ini sedikit bergoyang diterpa angin. Namun tak ingin menyia-nyiakan waktu menunggu giliran yang lumayan panjang, saya mencoba melawan rasa takut dengan bertahan sedikit lebih lama duduk di atas gardu pandang hingga langit semakin gelap dan matahari pun mulai menyelimuti dirinya dengan awan-awan lembut di batas cakrawala. Tak ingin buru-buru beranjak, kami menunggu hingga langit benar-benar gelap, menunggu hingga bintang-bintang imitasi mulai bermunculan dan berpendar cantik mengisi bidang-bidang gelap di bawah kami.

12. PEMANDIAN TIRTA BUDI ~Blue Lagoon-nya Sleman

Blue Lagoon Tirta Budi | Mulanya tempat ini adalah dam (bendungan) sungai biasa. Bagi masyarakat sekitar, kata ibu dukuh setempat, tempat ini biasa dipakai untuk tempat bermain air bagi anak-anak. Lantas mengapa sungai ini menjadi begitu istimewa?


[video by dronesia]

Kini, di tengah arus pembagunan yang semakin pesat, di saat sungai menjadi tempat membuang sampah, pengalaman menikmati sungai yang jernih dan mandi di sungai adalah kegiatan yang langka. Jangankan mandi di sungai, sungai dengan air yang jernih aja makin sulit kita temukan. Blue Lagoon Tirta Budi, demikian masyarakat setempat menyebutnya, menjadi satu dari sedikit tempat yang bisa menjawab sensasi itu.


Tidak hanya menawarkan sensasi mandi di sungai, di Blue Lagoon Tirta Budi juga bisa merasakan terapi ikan. Di pemandian ini terdapat banyak ikan-ikan kecil yang akan menggigit kulit kaki kita ketika kita berendam. Sungai ini sangat jernih. Sehingga kita juga bisa melihat banyak ikan-ikan kecil berenang di sela-sela tubuh saat kita berendam atau berenang.

Renang Blue Lagoon Sleman 9Pemandian Blue Lagoon Tirta Budi terletak di dusun Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Yogtakarta. Tidak jauh dari kota Yogyakarta. Sehingga kita tidak perlu menunggu akhir pekan untuk menikmati pengalaman ini, bahkan bisa kita lakukan setiap hari.

Dari arah kota Yogyakarta, kita bisa melewati jalan Kaliurang. Dari arah kota-kota lain, kamu harus menuju kota Yogyakarta terlebih dahulu.hehe. Baik. lewatlah Jalan kaliurang ke utara. Sampai di jalan Kaliurang KM 12, terdapat pertigaan. Sebagai penanda, di sebelah kiri (barat) pertigaan terdapat minimarket Ind*maret. Di pertigaan itu kemudian beloklah ke kanan (timur). Rute yang dimaksud adalah Jl. Besi Jangkang atau Jl. Besi Raya.

Di jalan Besi Jangkang ini, kita akan melewati sungai dengan jembatan besi besar. Pemandangan di sungai ini tak kalah indah, airnya jernih dan banyak tumbuhan air. Bagi masyarakat sekitar, sungai ini kerap dijadikan tempat memancing.

Untuk menuju Blue Langoon Tirta Budi, setelah melewati jembatan itu kita masih harus lurus, alias ke arah timur. Kemudian kita akan bertemu dangan perempatan yang menikung, dengan tugu di tengah jalan. Jangan berhenti dulu, kamu masih harus lurus, sampai pertigaan pasar Jangkang, sekitar seratus mater dari tugu. Penanda pertigaan adalah adanya kantor Bank BPD DIY di sebelah kanan pertigaan.


Sampai di pertigaan pasar Jangkang, beloklah ke kanan. Letak Pemandian Blue Lagoon Tirta Budi tidak jauh dari pasar. Namun jangan senang terlebih dahulu, jangan tergesa-gesa dan kurangi kecepatan, jangan sampai justru malah kelewatan. Untuk menuju pemandian ini, kamu harus melewati gang perkampungan.

Baik, kamu sudah sampai di pertigaan pasar Jangkang. Saya ulangi, di pertigaan itu, kalau dari arah jalan kaliurang KM 12, kamu harus belok ke kanan. Tidak jauh dari pertigaan Pasar Jangkang, sekitar 200 meter di sebelah kiri, terdapat gang yang memasuki perkampungan dengan gapura berwarna kuning dan putih. Ingat, gapura berwarna kuning dan putih. Berhadapan dengan gang, atau di sebalah kanan jalan, terdapat gardu berwarna putih. Di gardu itu terdapat penunjuk arah menuju Pemandian Blue Lagoon Tirta Budi.

Sampai di sini, kamu tidak akan kesulitan lagi untuk menemukan Pemandian Blue Lagoon Tirta Budi. Karena letak parkir kendaraan pengunjung untuk Pemandian terdapat di ujung gang tersebut. Untuk sampai di pemandian ini, kita masih harus jalan kaki sepanjang 200 sampai 300 meter. Tapi jangan tergesa-gesa, karena kamu akan melewati suasana khas sungai pedesaan yang terpadu dengan area persawahaan yang tentunya menawan.

Banyak penduduk yang membuka lapak dagangan di sekitar jalan ini. Harga jananan di pemandian ini tidak mahal, bahkan musah, jadi jangan segan kalau kamu sedang lapar. Selepas mandi, tentu kau akan berasa lapar.

Mampir di salah satu lapak, menyantap gorengan atau mie hangat di pinggir sungai, bercanda dengan teman-teman/gebetan/pacar yang sedang bersamamu, berbincang dengan pemilik lapak, tentulah menyenangkan. Untuk yang poin pertama dan terakhir, saya sudah membuktikan.hehe.. Saat di lapak inilah saya berkesempatan untuk berbincang dengan ibu dukuh setempat yang kebetulan ada di sana.

Baik, kamu sudah sampai di Pemandian. Blue Lagoon Tirta Budi: sungai asri yang jernih airnya lagi dalam, bertabur ikan-ikan kecil yang siap menyantap sel-sel kulit mati di kakimu, dan banyak air terjun kecil yang airnya segar. Selamat menikmati.




Di pinggir pemandian terdapat ruang ganti pakaian dan penitipan barang. Jadi jangan khawatir dengan barang bawaan.

Oiya, jangan lupa membawa kaca mata air, supaya kamu bisa menikmati suasana dasar pemandian. Meskipun dari atas juga tampak karena airnya jernih, menikmati dari dasar pemandian bisa menjadi sensasi yang lebih menyenangkan.

Yang tak kalah penting, jangan membuang sampah sebarangan. Karena di sekitar sungai, telah disediakan banyak tempat sampah yang ukuranya besar, cukup untuk membuang kenangan bersama mantan yang engkau simpan percuma. hehe.. Yuk ke Blue Lagoon Tirta Budi!


13. Menyusuri Sarang Ular di Gua Si Oyot

Tenang, di gua sepanjang 900 meter yang butuh waktu 90 menit untuk disusuri ini tidak pernah benar-benar ditemukan ular kok.

Photo via: si oyot

Menurut legenda, Gua Si Oyot dibuat oleh seekor ular raksasa. Mungkin karena pintu masuknya yang sempit dan bagian dalam yang berliku-liku. Dan perjalanan menyusuri Gua Si Oyot cukup berat, karena Anda harus merangkak, berjongkok, berenang, dan berjalan di antara batuan yang licin. Di sana memang ada 3 zona yang harus anda lewati, yakni zona air, zona berbatu dan zona lumpur.

Selain stalaktit dan stalagmit yang memenuhi langit-langit dan dasar gua, akar pohon yang menembus celah bebatuan pun turut menambah karakter dinding gua ini.

Perlu diingat, Gua Si Oyot hanya buka di musim kemarau saja (antara April – September), karena pada musim hujan air yang mengalir di dalamnya akan meluap.  Meskipun di musim kering, medannya tetap basah dan berlumpur sehingga ada baiknya Anda bawa pakaian ganti.

Panjang goa ini sendiri sepanjang 900 meter dan ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam. Untuk menikmati tantangan ini anda akan didampingi lima pemandu dengan maksimal peserta 25 orang sekali jalan. goa si oyot, goa Selama menyusuri goa oyot ini wisatawan di beri kesempatan untuk beristirahat selama 3 kali. Salah satu tempat pemberhentian untuk istirahat yakni pada waktu istirahat yang ketiga atau 750 meter dari pintu masuk anda akan menjumpai lubang kecil di atas yang merupakan satu satunya lobang di goa Si Oyot. Selama perjalanan ini anda akan mengagumi pemandangan yang ada berupa stalagnit yang mempesona yang disorot oleh lampu senter pemandu. Tetesan air dari akar akar pohon yang berada melewati dinding goa yang berhias stalagnit tersebut

Untuk menjaga segala keselamatan pengunjung goa ini hanya dibuka pada musim kemarau saja, karena pada musim penghujan dikawatirkan adanya banjir didalam goa.

14. Uji Nyali Naik ‘Kereta Gantung’ di Pantai Timang

Photo via cendanaoktaviani

Sudah bukan rahasia lagi kalau di Kabupaten Gunung Kidul terdapat banyak pantai yang indah, salah satunya adalah Pantai Timang yang terletak 35 kilometer di selatan Wonosari. Pemandangan ombak yang menghantam tebing dan batu karang di sini sungguh menakjubkan.



Bukan itu saja – jika Anda penyuka tantangan, maka Anda harus mencoba yang satu ini:

Photo via Yunaidi Joepoet

Pengunjung dapat menguji nyali mereka dengan menyeberang ke Pulau Watu Panjang menggunakan ‘kereta gantung’ sederhana yang terbuat dari kayu. Dan bukannya, meluncur di kabel berbahan baja, yang menahan ‘kereta gantung’ ini adalah tali tambang biasa!

Pantai Timang Gunungkidul merupakan salah satu pantai yang tersebar di wilayah Gunungkidul. Perjalanan untuk menuju pantai ini sangat menantang. Jalan untuk menuju ke pantai ini sangat terjal dan berbatu. Pantai Timang memiliki pemandangan yang sangat menawan dengan pasir putih yang terhampar bersih disepanjang pesisir pantai ini. Tumbuhan pandan berderet tumbuh subur disekitar pantai ini menambah keindahan panorama Pantai Timang Gunungkidul ini. Pengunjung pantai ini belum sebanyak pantai lainnya yang sudah terkenal sebelumnya sehingga bila anda perhatikan suasana di pantai ini masih terkesan alami.

Kereta Gantung Di Pantai Timang


Pantai Timang Gunungkidul ini sebenarnya dibagi menjadi dua areal yang berbeda, pada bagian pertama berada di sebelah Timur yang merupakan pantai dengan pasir yang berwarna putih bersih sama dengan kebanyakan pantai putih lainnya. Sedangkan pada bagian kedua yang berada pada sisi bagian Barat berupa perbukitan batu-batuan yanng cukup terjal yang berbatasan langsung dengan laut. Pada pantai berbatu ini pemandangan akan sangat indah karena terdapat batu yang cukup besar berdiri kokoh di pinggir pantai. Batu besar atau pulau tersebut dikenal dengan nama Batu Panjang atau Pulau Panjang dan Pulau Timang.

Kereta Gantung Gunungkidul

Kereta Gantung Gunungkidul

Pulau Timang Gunungkidul memang bukan pulau seperti pada umumnya yang berupa sebidang tanah dengan pesisir yang berpasir. Pulau ini tidak lebih berupa bongkahan batu karang yang besar dengan tebing yang sangat curam. Untuk mencapai Pulau Timang ini wisatawan harus menggunakan semacam gantole tradisional atau kereta gantung yang terbuat dari kayu dan bambu yang dirangkai dengan tambang tali plastik yang sangat kuat sehingga dapat menopang berat badan dari seseorang dan selanjutnya ditarik oleh beberapa orang sehingga gantole tersebut akan bergerak ke arah Pulau Timang.

Jarak luncur dari gantole ini sekitar 50-100 me kearah barat dari Pantai Timang. Dibutuhkan mental yang kuat bila ingin mencoba menyeberang kesana, karena sepanjang jarak tersebut anda akan meluncur sendirian menaiki gantole diatas lautan yang dalam dengan ombak yang besar.

Dibalik kerasnya perjuangan menuju kesana, ternyata Pulau Timang tempat yang paling baik untuk mencari hasil laut. Masyarakat setempat sering menggunakan kereta gantung ini menuju Pulau Timang untuk mencari hasil laut yang banyak terdapat di sana terutama Lombster. Hasil laut berupa Lobster yang memiliki nilai jual yang tinggi inilah yang membuat mayarakat setempat sampai rela bersusah payah dan berjuang untuk menuju kesana dengan medan berbahaya untuk mendapatkan hasil tangkapan tersebut.

Lokasi Pantai Timang Gunungkidul

Pedukuhan Danggolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rute untuk menuju Pulau Timang Gunungkidul

Perjalanan dari Yogyakarta menuju Pantai Timang memakan waktu sekitar 3 jam. Jarak dari kota Wonosari sampai sampai Pulau Timang sekitar 35 km. Wonosari – menuju ke arah Pantai Baron – Pertigaan Mulo – menuju ke arah Pantai Siung – Pasar Dakbong – jalanan berbatu – Pantai Timang. photos source : flickr

15. Eksotisme Perbukitan Menoreh dari Taman Wisata Alam Kalibiru

Photo via Affi Nizar

Kurang lebih sejam perjalanan ke arah barat dari pusat kota, Anda akan langsung merasakan perubahan suhu menjadi lebih sejuk. Di tempat ini udaranya masih segar dan tenang, tanpa banyak suara deru kendaraan bermotor. Pas jika Anda ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kota.

Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru berada di Perbukitan Menoreh, Kulon Progo, Yogyakarta, pada ketinggian 450 meter di atas permukaan laut. Sejak didirikan pada tahun 2009, tempat ini langsung jadi destinasi favorit para wisatawan.


Akhiri petualangan Anda dengan naik flying fox menuju puncak pohon di mana Anda bisa melihat panorama Waduk Sermo. Bahkan jika cuaca cerah nampak di kejauhan deburan ombak pantai selatan!




16. Gumuk Pasir Parangkusumo - Melihat Gurun Pasir Afrika di Jogja

Padang pasir di kota Yogyakarta? Dimana ya? Kok baru dengar ada padang pasirnya? 

Mungkin ini pertanyaan yang akan anda sampaikan ketika mendengar berita tentang padang pasir yang ada di Kota Yogyakarta. Pasalnya warga sekitar tidak begitu paham dengan fenomena ini. Hingga suatu ketika fakultas geografi dari UGM sering mendapat tamu dari luar negeri untuk melihat daerah berpasir tersebut barulah masyarakat menyadari bahwa tempat berpasir tersebut merupakan harta karun bagi kota Yogyakarta.


Padang pasir tersebut berada di sepanjang muara Sungai Opak hingga Pantai Parangtritis. Namun sebenarnya padang pasir itu adalah sebutan saja. Sebenarnya tempat ini bernama Gumuk Pasir Parangkusumo. Gumuk dalam bahasa jawa merupakan gundukan atau tumpukan. Jadi Gumuk Pasir disini dimaksudkan dengan tumpukan atau gundukan pasir.



Objek Wisata




Gumuk Pasir Parangkusumo berada di antara Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Proses terjadinya gurun pasir ini tidak lepas karena pohon gumuk pasir parangkusumo yogyakartaadanya Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Kali Opak, Kali Progo dan Pantai Parangtritis. Gundukan pasir yang mengumpul merupakan material yang berasal dari abu vulkanik gunung yang terbawa oleh aliran Sungai Opak, Sungai Progo dan sungai-sungai lainnya hingga akhirnya sampai ke Pantai Parangtritis. Kemudian di sini material vulkanik tersebut terombang-ambing oleh ombak hingga akhirnya terkikis dan berubah menjadi debu-debu halus yang akhirnya sampai ke tepi pantai dan dengan mudah dapat diterbangkan oleh angin. Karena proses yang secara terus-menerus tersebutlah hingga terbentuk gundukan pasir yang terkumpul di daratan sepanjang pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Gumuk Pasir Parangkusumo tersebut akhirnya semakin melebar dan tinggi akibat tiupan angin secara terus-menerus.




Gumuk Pasir Parangkusumo atau dikenal dengan padang pasirnya Yogyakarta terbentuk selama ribuan tahun. Selain objek wisata, gumuk pasir ini juga dijadikan objek penelitian. Bahkan rencanaya Gumuk Pasir Parangkusumo akan dimasukkan dalam daftar Unesco World Heritage karena merupakan fenomena alam yang tidak biasa dan hanya ditemukan satu-satunya di Asia Tenggara.  Memiliki luas sekitar 2 km dari muara Pantai Parangtritis dan Pantai Depok bermain gumuk pasir parangkusumo yogyakartamenjadikan Gumuk Pasir objek yang indah bagi para fotografer. Area Gumuk Pasir Parangkusumo juga pernah dijadikan syuting film Wanita Berkalung Sorban, video klip Angnes Monica dan group band Letto. Tidak hanya itu, tempat ini juga dijadikan tempat pengambilan gambar untuk prewedding dan manasik haji sebagai contoh keadaan padang pasir di Mekah yang akan dirasakan oleh para rombongan haji.

Gumuk Pasir Parangkusumo memiliki suhu yang cukup ekstrim. Dimana ketika siang suhu sangat panas dan terik namun ketika malam hari suhu berubah menjadi sangat dingin. Sedangkan pasir yang terdapat di area ini terbilang unik karena memiliki karakteristik yang sama dengan gurun pasir yang terdapat di Meksiko. Gumuk Pasir Parangkusumo juga dijadikan wisata yang seru untuk bermain ski pasir (Sandboarding). Dengan ketinggian sekitar 20 meter, pengunjung dapat meluncur sepanjang 200 meter. Terdapat pengaman untuk siku, lutut dan helm sehingga pengunjung tidak perlu takut untuk meluncur.

Harga Tiket

Harga tiket masuk Gemuk Pasir Parangkusumo adalah Rp. 3.000. Harga tersebut belum termasuk parkir jika anda menggunakan kendaraan pribadi. Sedangkan untuk mencoba sandboarding harga yang dipatok adalah Rp. 200.000/orang (minimal 6 orang) dengan durasi 2 jam permainan. Dengan harga tersebut sudah dilengkapi dengan pelindung seperti helm, pengaman siku dan lutut.

Lokasi

Gumuk Pasir Parangkusumo berada di muara Sungai Opak sampai Pantai Parangtritis atau antara Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Berada di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Aksessandboarding-gumuk pasir parangkusumo-yogyakarta


Dari kota Yogyakarta ke arah selatan menuju jalan Parangtritis dan lurus saja hingga anda bertemu loket masuk Pantai Parangtritis. Sebelum loket tersebut terdapat belokan ke arah kanan dan ikuti belokan tersebut hingga bertemu loket pembayaran masuk Pantai Depok. Sebelum loket masuk Pantai depok akan terdapat belokan ke arah kiri, ambil belokan tersebut dan lurus saja maka anda akan menemukan Gumuk Pasir Parangkusumo.

Fasilitas

Karena letaknya yang tidak jauh dari Pantai Parangtritis dan Pantai Depok, wisata Gumuk Pasir Parangkusumo memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Mulai dari toilet, tempat parkir, pos penjagaan, klinik kesehatan, tempat beribadah, warung makan, toko souvenir dan oleh-oleh serta beberapa penginapan yang berada tidak jauh dari area ini. Selain itu terdapat museum dan laboratorium yang beguna untuk kegiatan ilmiah dan beberapa instrumen dan pustaka tentang geospasial serta ilmu kebumian sehingga bagi yang ingin mengetahui pefomena terbentuknya gumuk pasir dapat belajar lewat museum ini.

Tips


Sebaiknya gunakan topi ketika siang hari karena udara sangat menyengat layaknya di padang pasir. Tidak lupa juga kacamata untuk melindungi mata dari tebaran pasir yang dihembuskan oleh angin.
Untuk mendapatkan suasana yang nyaman dan pemandangan yang memukau, datanglah pada waktu senja atau sore hari. Dimana anda dapat mengabadikan foto dengan berlatarbelakang sunset dan pasir yang menawan.

17. Curug Luweng Sampang ~Nikmatnya Wisata Kesunyian

Bersiaplah terkesima oleh alur yang membentuk corak pada dinding batu yang terlukis alami oleh aliran air. Keunikan pola bebatuan Curung Luweng Sampang memiliki kemiripan dengan Antelope Canyon di Amerika Serikat, yang berbeda adalah warna bebatuannya.

hoto via: kukuhaldy



Garis-garis lengkung mengikuti struktur dan bentuk batu membuah harmoni yang pas di batu-batu besar tersebut. Bagai sebuah simfoni musik, alur atau garis tersebut membentuk pola seragam seakan-akan dibentuk oleh tangan-tangan manusia dengan karya, karsa, cipta dan rasa. Itulah gambaran pertama yang mengesankan saya ketika pertama kalinya datang di Luweng Sampang. Dua buah batu besar mengapit saluran kecil air terjun yang tidak pernah berhenti bersuara dengan gemericik air yang deras dan indah.







Photo via: nadiera

Curug Luweng Sampang memiliki tinggi kurang lebih 5 meter, dengan lebar kurang lebih 1,5 meter. Kanan kirinya merupakan bebatuan besar hingga mirip dengan bukit kecil. Keunikan pola bebatuan Curung Luweng Sampang memiliki kemiripan di Antelope Canyon, Amerika Serikat yang membedakannya pada warna bebatuannya.

Secara administrasi, Curug Luweng Sampang berada di Dusun Karangasem, Sampang, Gedangsari, Gunungkidul, DIY. Rute perjalanan menuju tempat ini lebih mudah dijangkau melalui Jalan Jogja-Solo dikarenakan jalannya yang rata dan minim tanjakan yang berkelok-kelok. Pada umunya masyarakat yang pernah berkunjung di curug ini memilih rute dari Jogja melewati jalan Jogja-Solo menuju arah kecamatan Ganti Warno. Ikuti arah jalan tersebut kira-kira ke arah tenggara nanti anda akan sampai ke desa Sampang ini. Jika anda merasa bingung jangan malu bertanya kepada warga sekitar yang ada disana.

Sesampainya di Luweng Sampang kita disuguhkan pemandangan yang menarik, terutama motif batu batuannya, mungkin karena batu tersebut sudah cukup lama terkena air jadi tergerus mengikuti aliran air. Dua air terjun akan menyapa kita dengan gemericik suaranya serta membuka mata kita melalui keindahan bebatuannya yang terus setia menjalani perannya sebagai jalur aliran air sungai tersebut.

Dibalik Curug Luweng Sampang terdapat terowongan kecil yang konon ceritanya sebagai tempat pertapaan Sunan Kalijogo. Cerita ini saya dapatkan dari mbah Legiman, salah satu warga sekitar yang diberikan tanggungjawab untuk menjaga Curug Luweng Sampang. Menurut lelaki usia 75 tahun, Luweng Sampang tetap aman walaupun diterjang banjir, karena letaknya lebih tinggi dari aliran sungai tersebut. Bagi Mbah Legiman, keberadaan air terjun ini merupakan hadiah dari Tuhan yang harus dia jaga kelestariannya serta kebersihannya.

[video by : kukhaldy]


18. Gua Pindul~ Mengarungi Keindahan Sungai Bawah Tanah dan Cave Tubing


Gua Pindul adalah objek wisata berupa gua yang terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.[1] Gua Pindul dikenal karena cara menyusuri gua yang dilakukan dengan menaiki ban pelampung di atas aliran sungai bawah tanah di dalam gua, kegiatan ini dikenal dengan istilah cave tubing.[1] Aliran sungai bawah tanah dimulai dari mulut gua sampai bagian akhir gua, di dalam gua terdapat bagian sempit yang hanya bisa dilewati satu ban pelampung, sehingga biasanya wisatawan akan bergantian satu per satu untuk melewati bagian ini.[2] Panjang gua Pindul adalah 350 meter dengan lebar 5 meter dan jarak permukaan air dengan atap gua 4 meter.[3][4] Penelusuran gua Pindul memakan waktu kurang lebih selama satu jam yang berakhir pada sebuah dam.[3] Aliran sungai yang berada di dalam Gua Pindul berasal dari mata air Gedong Tujuh.[3] Obyek wisata Gua Pindul diresmikan pada 10 Oktober 2010.[3]

Wisata 

Wisatawan yang akan melakukan cave tubing dilengkapi dengan peralatan kelesamatan serta ban pelampung untuk menyusuri gua.

Desa Bejiharjo terletak di kawasan pebukitan karst sehingga didominasi oleh batuan.[5] Gua Pindul dapat dicapai dari kota Yogyakarta menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil melewati jalan Wonosari, letaknya sekitar 7 km ke arah utara kota Wonosari, setelah memasuki Desa Bejiharjo, perjalanan dilanjutkan mengikuti jalan aspal.[4][3] Lokasi sekretariat Gua Pindul berada di ujung jalan.[3] Penulusuran di dalam gua akan terdapat formasi bebatuan stalaktit, yaitu yaitu sejenis mineral sekunder yang menggantung di langit-langit gua kapur.[6] Bahkan ada stalaktit yang sudah tumbuh sampai bawah dan menjadi seperti pilar.[5] Beberapa batuan karst masih hidup dan meneteskan air.[7] Gua Pindul terbagi menjadi tiga zona, yaitu zona terang, remang dan gelap.[6] Salah satu bagian Gua Pindul terdapat tempat yang cukup lebar sehingga terlihat seperti kolam dan terdapat celah yang cukup lebar tempat sinar matahari masuk.[4] Celah ini juga dapat dilalui sebagai jalur masuk dengan cara memasuki gua secara vertikal.[4] Tempat wisata sekitar Gua Pindul terdapat Gua Gelatik (gua kering), monumen peninggalan Jenderal Soedirman, serta situs purbakala Sokoliman.[4] [sumber: wikipedia]










[Gambar : google]

Gua Pindul memiliki panjang sekitar 350 m, lebar hingga 5 m, jarak permukaan air dengan atap gua 4 m, dan kedalaman air sekitar 5-12 m. Goa ini memiliki 3 zona. zona terang, zona remang, dan zona gelap. waktu tempuh sekitar 45 menit.
di dalam goa pindul

Cavetubing hampir sama dengan rafting. Jika rafting (arung jeram) adalah kegiatan menyusuri aliran sungai dengan menggunakan perahu, maka cavetubing adalah kegiatan menyusuri gua menggunakan ban dalam. Karena aliran air di Gua Pindul ini tenang maka melakukan cavetubing di Gua Pindul ini juga bisa dilakukan oleh pemula maupun anak kecil bahkan wanita hamil pernah.

Ditengah Gua, ada sebuah ruangan yang agak besar, dengan lubang diatasnya yang warga setempat menyebut sumur terbalik, sinar matahari yang masuk melalui lubang ini membuat suasana semakin indah. Lubang diatas gua inilah dimana seringkali  digunakan sebagai jalan masuk vertikal oleh anggota TIM SAR atau latihan.

Saat anda melakukan susur gua di Gua Pindul ini, anda akan menemukan sebuah stalagtit yang sudah menyatu dengan stalagmit sehingga tampak seperti sebuah pilar dengan ukuran lebar lima rentangan tangan orang dewasa(Soko Guru).

Stalaktit ini merupakan terbesar di Goa Pindul dan mempunyai peringkat no 4 di dunia. Stalagtit putting yg masih aktif siap menanti anda dengan tetesan airnya yang konon bisa bikin cantik n’ awet muda, bagi yg lelaki untuk menambah vitalitas telah ditunggu stalagtit jantan, anda cukup memegang aja udah terasa bedannya…tenane’ lek…. Bagi adik-adik di zona terang bisa berenang, lompat indah sambil lihat ikan cukup besar yg memamerkan keindahan tubuhnya.Ada juga Stalagmit dan stalagtit yang menyatu, menjadi yang terbesar ke-4 di dunia, butuh 5 orang untuk melingkarinya, bahkan celahnya hanya cukup dilewati satu orang saja. Besar ditengah-tengah Goa yang katanya sebagai tiang Goa.Keindahan semakin lengkap dengan adanya ornamen disepanjang dinding Goa seperti mahakarya lukisan abstrak yang tak ternilai. Mata kristal Kelelawar bergelantungan menghiasi lorong goa. Terdapat tirai juga yang tersusun dari tetesan air didinding Goa.

Paket   Cave Tubing Pindul

1.       Jasa pemandu
2.       Perlengkapan ( ban pelampung, jaket pelampung, sepatu karet, Head Lamp )
3.       Asuransi
4.       Biaya Rp 35.000/ orang (Wisatawan Lokal)
5.       Biaya Rp 50.000/ orang (Wisatawan Mancanegara)

Biaya Retribusi masuk kawasan Pindul : Rp.10.000 / orang



18. Umbul Ponggok - Indahnya Menyelami Dunia Ajaib Bawah Air


Berlokasi tak jauh dari Yogyakarta, sekilas kolam Umbul Ponggok yang berbentuk persegi panjang ini tampak seperti kolam renang biasa. Tapai Anda akan dibuat terkejut saat melihat jauh ke dalamnya. Selain pasir, bebatuan, dan aneka jenis ikan, di dasar kolam air tawar ini Anda akan menemukan benda-benda aneh.

gambar via: jogjapetualang
 erbeda dengan kolam renang yang dasarnya berupa lantai keramik, dasar Umbul Ponggok masih sangat alami berupa hamparan pasir nan luas, bebatuan, dan ribuan ikan warna-warni sehingga suasananya benar-benar seperti di bawah laut. Meski dipenuhi ikan, air di Umbul Ponggok ini tidak amis sebab airnya mengalir terus.

Selain sebagai tempat snorkelling, Umbul Ponggok juga kerap dijadikan lokasi latihan diving bagi penyelam pemula sebelum mereka benar-benar menyelam di laut. Bagi wisatawan yang tidak bisa berenang maupun tidak ingin snorkelling bisa naik perahu kayuh dan mengelilingi umbul. Sedangkan bagi anak-anak tersedia kolam berukuran pendek yang bisa dijadikan lokasi berenang maupun sebatas bermain air.

Lokasi dan Harga Tiket Umbul Ponggok

Umbul Ponggok terletak di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Dari Yogyakarta bisa ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Umbul Ponggok buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB.

Untuk masuk ke Umbul Ponggok wisatawan wajib membayar biaya retribusi sebesar Rp 5.000 per orang. Bagi wisatawan yang ingin snorkeling namun tidak membawa peralatan, di Umbul Ponggok juga terdapat tempat penyewaan snorkeling. Berikut daftar harganya: kaki katak Rp 5.000, snorkel, Rp 10.000, pelampung Rp 5.000, ban Rp 5.000.


Tips Memotret di Umbul Ponggok

Salah satu hal yang harus dilakukan saat berada di Umbul Ponggok adalah melakukan sesi pemotretan di dalam air. Bagi wisatawan yang tidak memiliki kamera underwater tidak perlu khawatir. Di Umbul Ponggok terdapat jasa penyewaan kamera underwater dengan tarif Rp 60.000 untuk 30 menit dan Rp 100.000 untuk satu jam. Jika ingin pemotretan yang berkonsep, di tempat ini juga terdapat jasa pemotretan underwater dengan harga relatif murah.

Jika ingin melakukan pemotretan di Umbul Ponggok, wisatawan disarankan datang pada hari Senin – Jumat pukul 07.00 – 09.00 WIB atau pukul 14.00 – 16.00 WIB. Sedangkan pada akhir pekan Sabtu – Minggu untuk hasil yang memuaskan disarankan datang pukul 07.00 – 09.00 WIB. Pemotretan di pagi atau sore hari akan menghasilkan gambar yang lebih bagus karena air umbul lebih jernih dan sinar matahari masih dari samping bukan tepat di atas kepala. Selain itu pada siang hari jumlah pengunjung biasanya jauh lebih banyak sehingga tidak bisa leluasa mencari spot foto yang bagus. [via Njogja]









19. Trek Menantang Menuju Goa Keramat: Goa Langse

Sejarah Goa Langse


Merupakan goa pertapaan yang berwujud suatu lorong di bawah batu karang,yang mulutnya menghadap kearah laut lepas. Goa ini dapat dicapai dengan menuruni batu karang yang terjal, dan berbatuan melalui tangga dari tali atau bambu, untuk itu diperlukan suatu keberanian yang prima dan ketrampilan khusus. Pada saat air laut pasang, mulut goa ini tertutup oleh air laut, sehingga untuk masuk atau keluar dari goa, hanya dapat dilakukan pada saat air laut surut.

Gunungkidul memang kental dengan mitos. Ribuan tempat yang dipercaya memiliki nilai spiritualitas tersebar di banyak tempat. Lagi-lagi karena daerah ini memiliki sejarah panjang dan hubungan dengan banyak kerajaan seperti Majapahit dan Mataram yang menjadikan mitos itu begitu kuat. Lagi-lagi ini mitos. Ada yang meyakini ada yang tidak. Salah satu tempat yang cukup terkenal adalah Gua Langse di tebing pantai selatan yang berada di Pedukuhan Gabug, Kecamatan Purwosari Gunungkidul.

Suasana pantai, panorama laut selatan dan sunset menambah keindahan pemandangan di sekitar gua yang amat luas ini. Dipenuhi stalaktit dan stalakmit, sungai bawah tanah yang sangat licin, serta sebuah sumur berair tawar.

Gua Langse merupakan tempat ziarah atau wisata rohani dan dibuka untuk umum sejak tahun 1948. Panembahan Senopati melakukan tirakat selama 40 hari di gua ini memohon tambahan kekuatan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum memulai membuka Alas Mentaok yang akan digunakan sebagai ibukota Kerajaan Mataram. Gua Langse pernah juga dipakai tirakatan oleh Sunan Kalijaga, Syekh Siti Jenar, Raja-raja Mataram, Pangeran Diponegoro, bahkan Presidan RI Soekarno, Soeharto dan Jendral Sudirman.

Gua Langse berada di sebelah tenggara pantai Parangtritis dan Pantai Parangndok. Akses menuju lokasi cukup jelas ketika berada di Pantai Parangtritis atau Gardu Pandang Parangndok karena sudah ada plang yang mengarahkan perjalanan. Kedalaman Gua Langse ini sekitar 100-200 meter dengan dua ruangan utama, di dalam gua terdapat tempat ritual. Pelaku spiritual yang sungguh-sungguh bersamadi di ruang dalam yang gelap gulita. Sedangkan para pemula bisa tetirah di dekat dengan mulut gua atau di sebuah bangunan yang lokasi tidak jauh dari lokasi gua yang dibangun oleh kelompok Penghayat Kepercayaan Purnomo Sidi dari Kedunglumbu Surakarta.

Gua Langse ini dulu juga merupakan tempat bersarangnya Burung Walet, namun sekarang burung-burung itu sudah tidak ada lagi di tempat ini. Dengan ketinggian tebing nyaris tegak lurus, perjalanan menuju wisata Gua Langse menjadi tantangan tersendiri. Jalan menuju ke kaki tebing tempat gua berada berupa campuran antara tangga, akar dan tonjolan bebatuan. Di dalam gua terdapat peraturan dilarang berbicara, memotret dan menghidupkan cahaya, khususnya di ruangan semedi.

Cerita lain menurut Dr. Hermanus Johannes de Graaf, ilmuwan Belanda yang mengkhususkan diri dalam pengkajian tanah Jawa, menyebut Goa Langse sebagai Goa Kanjeng Ratu Kidul. Oleh sebab itu, Goa ini merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh reraja Mataram. Di Goa ini konon pernah bersemedi pula Syekh Siti Jenar maupun Sunan Kalijaga.

Tempat pertemuan dua penguasa dari alam yang berbeda itu dikenal dengan nama Goa Langse. Goa ini termasuk dalam wilayah administratif Desa Girirejo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta. Goa yang hingga kini dikenal sebagai tempat semadi atau “nenepi” itu jaraknya sekitar 30 kilometer arah selatan Kota Yogyakarta. Setiap hari, selalu ada orang yang mendatangi tempat ini, dengan maksud memanjatkan doa agar memperoleh keberhasilan dan kesejahteraan dalam hidupnya. Pada saat tertentu seperti malam Selasa dan Jumat Kliwon, pengunjung Goa Langse lebih banyak lagi jumlahnya, rata-rata mencapai 30 orang.





(Peringatan: Trek menuju goa ini sangat curam dan berbahaya. Kami tidak menyarankan Anda yang tak berpengalaman memanjat tebing untuk mengunjunginya).

 Para pecinta tantangan pun mungkin akan berpikir dua kali sebelum pergi ke goa ini, pasalnya jalur menuju Goa Langse telah memakan korban jiwa setiap tahunnya. Namun tetap saja hal tersebut tak menghalangi para peziarah untuk bersemedi di sini.



Dengan jarak tempuh 750 meter, awalnya perjalanan menuju tempat ini tidak terlalu sulit. Pengunjung akan disambut oleh jalan setapak di antara rerimbunan ladang. Setelah itu, barulah Anda akan dihadapkan dengan tangga yang terjal dan nyaris tegak lurus di bibir tebing setinggi 400 meter serta jalur yang sangat sempit

Begitu mencapai Goa Langse, aroma dupa dan bunga melati langsung memenuhi udara. Di dalam goa ini juga terdapat mata air jika Anda ingin membersihkan diri sebelum mulai bermeditasi. Begitu sunyi, satu-satunya suara yang terdengar di sini adalah deburan ombak.

20. Kebun Buah Mangunan ~ Menjelajah Negeri di Atas Awan

Photo by: Rezahandhika
Photo by: Rezahandhika

Ingin mencari tempat liburan yang beda di Jogja? Cobalah untuk ke Kebun Buah Mangunan yang berada di Bantul. Kebun buah Mangunan ini berada di kecamatan Dlingo, Bantul. Namun lebih dekat dengan Imogiri. Pemandangan di kebuh buah ini benar-benar menyejukkan. Hijau!

Jika ditempuh dari kota Jogja, membutuhkan waktu sekitar satu jam naik kendaraan bermotor untuk bisa sampai ke Kebu Buah Mangunan. Jalan saja ke arah Imogiri. Setelah sampai di pasar Imogiri akan ditemui penunjuk arah untuk menuju Taman Buah Mangunan

Taman Buah Mangunan mulai dibangun oleh pemerintah kabupaten Bantul pada tahun 2003. Lokasi taman buah ini berada di ketinggian sekitar 150-200 mdpl dengan luas area mencapai 23.3415 hektar.

Di kebun buah ini pengunjung bisa melihat berbagai macam pohon buah seperti rambutan, belimbing, durian, dll. Pengunjung tidak diperbolehkan untuk memetik buah.

Objek utama Taman Buah Mangunan adalah puncaknya yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Di puncak Taman Buah Mangunan pengunjung akan disuguhi oleh pemandangan Pegunungan Sewu yang hijaunya akan menghadirkan kesejukan dimata. Pemandangan itu semakin indah dipadu dengan pemandangan Sungai Oyo yang airnya hijau toska nan bening

Untuk bisa sampai ke puncak pengunjung harus melewati jalanan menanjak yang cukup curam. Kendaraan bermotor memang bisa sampai ke puncak serta terdapat area parkir. Namun, akan lebih asyik jika kendaraan diparkir di dekat pintu masuk dan berjalan kaki menuju puncak. Sepanjang perjalanan kamu akan bisa melihat-lihat pohon-pohon buah sembari menikmati suasana hijau yang khas pegunungan. Di Taman Buah Mangunan ini disediakan trototar khusus yang bisa digunakan oleh pengunjung yang ingin berjalan kaki sampai ke puncak

Di puncak Taman Buah Mangunan ini terdapat gardu pandang yang lokasinya berada di sebelah selatan. Gardu pandang tersebut mengarah langsung ke Sungai Oyo dan Pegunungan Sewu. Waktu paling pas untuk datang ke puncak Taman Buah Mangunan adalah pada sore hari menjelang senja. Banyak pengunjung yang datang ke puncak Kebun Buah Mangunan pada sore menjelang senja untuk menikmati pemandangan sunset dari atas bukit

Terletak di dataran tinggi Imogiri, belakangan ini Kebun Buah Mangunan kian populer sebagai daerah tujuan wisatawan lokal.
Photo by: Widarko Hartono
Panorama perbukitan, lembah, sungai, hutan , awan dan kabut yang tampak dari kebun buah ini begitu mengesankan.

Photo via: kelanakecil

Waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini adalah pagi hari, saat matahari baru muncul dan tampak jelas awan-awan serta kabut yang terlihat seperti hamparan kapas. Indah sekali!

Photo by: ceritawarga

Selain menikmati pemandangan alam, pengunjung juga dapat membeli aneka buah-buahan segar yang dipetik langsung dari pohon dengan harga terjangkau.

Photos via: nasirullahsitam, infotakterduga, sili suli

[video by : Denny Yudhistira]

21. Air Terjun Sri Gethuk ~Gemuruh Suara Air Pemecah Hening di Tanah Kering


Air Terjun Sri Gethuk merupakan salah satu objek wisata alam yang terletak di Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Air terjun ini berada di tepi Sungai Oya. Air terjun ini sedang dalam tahap pengembangan untuk menjadi destinasi wisata andalan Kabupaten Gunungkidul selain dari pantai dan pegunungan karst.

Air Terjun Sri Gethuk juga disebut sebagai Air Terjun Slempret. Nama Slempret sendiri berasal dari legenda yang ada di Desa Bleberan. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, air tejun ini merupakan pusatnya para jin dengan pimpinan Jin Anggo Menduro.

Air terjun ini bermula dari tiga sumber mata air: Kedungpoh, Ngandong, dan Ngumbul. Ketiga sumber mata air tersebut mengalir menjadi satu dan membentuk butiran-butiran air yang jatuh dari tebing bebatuan karst yang tandus [wikipedia]

Selama ini Kabupaten Gunungkidul dikenal sebagai kawasan yang tandus dan sulit air. Hal ini dikarenakan kawasannya tersusun dari batuan gamping atau karst sehingga sulit menyimpan air. Namun siapa sangka, di balik tanahnya yang kering dan tandus Gunungkidul menyimpan aneka potensi wisata yang membuat banyak orang berdecak kagum.

Air Terjun Sri Gethuk, Gemericik Air di Tanah Tandus

air_terjun_sri_gethuk

air_terjun_sri_gethuk

air_terjun_sri_gethuk

air_terjun_sri_gethuk

air_terjun_sri_gethuk
[sumber gambar: google]

Air Terjun Sri Gethuk

Salah satunya adalah Air Terjun Sri Gethuk. Tersembunyi di antara tebing-tebing karst, air terjun yang berasal dari mata air yang tak pernah kering ini mengalir dengan indah. Gemericik airnya lantas mengalir menuju Sungai Oya yang tampak mengular membelah tanah tandus Gunungkidul.

Air Terjun Sri Gethuk mulai dipromosikan sebagai salah satu wisata alternatif Gunungkidul selain pantai pada tahun 2010. Sejak saat itu, pesona tempat ini semakin melejit di kalangan wisatawan. Sri Gethuk memang mempesona. Air terjun ini terletak di tepi Kali Oya, sehingga wisatawan yang ingin mengunjunginya harus naik perahu tradisional yang disediakan pengelola.
Perjalanan menyusuri Sungai Oya sendiri sudah sangat menarik. Sepintas pemandangannya mirip di Green Canyon Jawa Barat, dimana sungai yang mengalir jernih diapit oleh tebing-tebing karst yang tinggi. Sesampainya di kaki air terjun wisatawan akan disambut dengan tumpukan batuan alami nan indah.

Waktu Kunjungan Terbaik

Waktu terbaik untuk melakukan kunjungan ke Air Terjun Sri Gethuk adalah saat musim kemarau, sebab air sungai terlihat jernih dan indah. Jika ingin melihat pelangi, wisatawan disarankan datang selepas pukul 12 siang saat matahari sudah mulai bergeser ke arah barat. Supaya bisa menikmati keindahan Sri Gethuk secara maksimal, datanglah saat weekday dan bukan saat liburan. Selain bermain di air terjun, wisatawan yang berkunjung ke Sri Gethuk juga bisa melakukan beragam aktivitas seperti river tubing, cliff jumping, atau canyoning.

Lokasi dan Akses Sri Gethuk


Air Terjun Srigethuk terletak di Desa Wisata Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul, DIY. Lokasinya tidak terlalu jauh dari salah satu obyek wisata alam nan bersejarah, Gua Rancang Kecono. Akses menuju tempat ini terbilang mudah sebab sudah ada petunjuk arah hingga Desa Bleberan.

Tiket Masuk Sri Gethuk

Untuk menikmati keindahan alam Air Terjun Sri Gethuk wisatawan wajib membayar tiket masuk sebesar Rp 7.000 / orang. Tiket tersebut sudah termasuk tiket terusan mengunjungi Gua Rancang Kencono. Sedangkan tarif naik kapal menyusuri Sungai Oya sebesar Rp 10.000 per orang. (sumber:njogja.co.id)

22. GUA RANCANG KENCONO  ~ Gua Bersejarah di Bawah Naungan Pohon Klumpit Raksasa

Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten yang wilayahnya termasuk dalam Kawasan Karst Pegunungan Sewu dengan bentang alam yang unik. Selain fenomena di permukaan (eksokarst) yang berbentuk perbukitan karst, di Gunungkidul juga terdapat fenomena di bawah permukaan (endokarst) yang berbentuk sungai bawah tanah, lembah, telaga, hingga luweng dan gua. Karena itu tak heran jika Gunungkidul memiliki banyak gua yang tersebar di perut bumi. Salah satu gua yang bisa dimasuki siapa saja tanpa peralatan khusus adalah Gua Rancang Kencono yang terletak di Desa Wisata Bleberan.



Berdasarkan buku "Mozaik Pusaka Budaya Yogyakarta" yang disusun oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta, Gua Rancang Kencono merupakan gua purba sejajar dengan Gua Braholo yang terdapat di Kecamatan Rongkop, hal ini didasarkan pada penemuan artefak dan tulang belulang yang diperkirakan hidup pada ribuan tahun yang lalu. Gua yang mempunyai ruangan luas dan lapang dengan pohon klumpit (Terminalia edulis) yang diperkirakan sudah berusia lebih dari 2 abad ini pernah dijadikan sebagai tempat persembunyian dan pertemuan Laskar Mataram pada saat menyusun rencana untuk mengusir Belanda dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Karena digunakan untuk merancang strategi demi tujuan mulia maka gua ini dinamakan Gua Rancang Kencono.

Untuk memasuki Gua Rancang Kencono cukup menuruni tangga batu yang sudah dibangun sejak dulu. Sebatang pohon klumpit yang tingginya sudah melampaui atap gua menyambut dengan gagahnya. Lubang besar akibat lapuk terlihat di batang pohon menjadi penanda usianya yang sudah renta. Gua Rancang Kencono memiliki sebuah pelataran atau ruang yang luas dan bisa digunakan untuk mengadakan pertemuan. Stalaktit tampak menghiasi langit-langit gua, banyak diantaranya sudah mati sehingga tidak terlihat lagi air yang menetes. Di sebelah ruangan yang luas terdapat ruang kecil dan sempit serta gelap gulita. Untuk memasuki ruang ini YogYES harus melewati sebuah celah kecil dengan merunduk. Di dalam ruang yang sempit ini terdapat lukisan bendera merah putih serta kata-kata penyemangat yang ditujukan kepada para pejuang. Baru 10 menit di ruangan udara sudah terasa pengap, kembali ke pelataran pun menjadi pilihan.

Selain relung gua yang sempit dan gelap, di sisi lain juga terdapat lorong yang konon menghubungkan Gua Rancang Kencono dengan Air Terjun Sri Gethuk. Saat memasuki lorong tersebut YogYES harus berjalan jongkok bahkan sesekali merangkak karena langit-langitnya sangat pendek. Menurut pengelola, sebagian lorong tersebut telah runtuh sehingga tidak bisa ditelusuri. Saat malam menjelang, Gua Rancang Kencono yang disinari samar cahaya bulan terlihat mistis sekaligus eksotis. Redup cahaya bintang dan sinar lampu taman yang tidak terlalu benderang menjadi teman setia berbincang sambil menikmati secangkir wedang jahe. Derik serangga berpadu dengan desau angin menciptakan simfoni alam yang merdu dan mengiringi obrolan hingga larut malam. [review by : yogyes]


Bersiaplah dibuat takjub oleh kehadiran pohon Klumpit raksasa berusia ratusan tahun tepat di tengah-tengah mulut gua.



[gambar : google & kompasiana]

Nama Rencang Kencono sendiri didapat karena di gua inilah Laskar Mataram dulunya merancang strategi perang melawan penjajah Belanda.

Selain stalaktit, bagian dalam gua yang cukup luas ini ini juga dihiasi pahatan yang menandakan bahwa di sini dulu juga pernah ada kehidupan dari jaman prasejarah, serta kutipan Prasetya Bhinnekaku yang menjadi ikrar para pejuang Mataram.

Jauh ke dalam gua, melalui lorong yang sempit masih terdapat ruang-ruang  di mana salah satunya dijadikan tempat para pejuang bertapa untuk mendapat petunjuk. Dengan sirkulasi oksigen yang kurang baik, orang normal maksimal hanya bisa bertahan 10 menit di sini.



23. Melihat Sisa-Sisa Keganasan Gunung Merapi di Kaliadem


Letusan besar Gunung Merapi pada tahun 2006 dan 2010 telah mengubah wajah daerah di sekitarnya. Area yang tadinya hamparan hutan pinus yang hijau kini berubah menjadi tandus.

Sebagai desa terdekat dan tempat terbaik untuk melihat apa yang tersisa dari erupsi tersebut, Kaliadem biasanya menjadi tujuan akhir dari perjalanan Lava Tour, sebuah paket perjalanan yang kerap diikuti mereka yang suka petualangan.

Highlight dari Lava Tour di antaranya termasuk dua jurang hasil letusan, serta kunjungan ke Museum Sisa Hartaku yang menampilkan berbagai obyek yang rusak akibat lahar dan awan panas, seperti sepeda motor, kerangka hewan ternak, furnitur, serta jam dinding yang berhenti berdetak tepat pada saat bencana terjadi. Cukup bikin merinding bukan?



Photo via: kukuhaldy

Photo via: backpackerakhirpekan, khatulistiwa


Mau bawa kendaraan sendiri? Anda bisa menghemat pengeluaran dan bernegosiasi dengan para supir ojek untuk mengantar Anda tur. Biaya yang dikeluarkan tak akan lebih dari Rp150.000,- tapi pastikan kendaraan Anda mampu menghadapi medan yang berat.

24. Bukit Bintang Jogja – Tempat Romantis untuk Nongkrong

Deskripsi Bukti Bintang Jogja


[review by wisatapedi] Bukit Bintang Jogja yang terletak di tepi jalan perbukitan menuju kota Wonosari ini merupakan salah satu tempat yang asyik dan romantis untuk nongkrong bersama pasangan Anda di malam hari. Dinamakan bukit bintang karena dari tempat ini kita bisa melihat indahnya kemerlip lampu kota Jogja dari atas yang terlihat seperti bintang bertaburan di angkasa. Selain menawarkan panorama indahnya kota Jogja dari atas, tempat ini juga memiliki hawa yang sejuk karena memang letaknya yang berada di perbukitan dengan tinggi kurang lebih 150 mdpl dan juga masih banyaknya pepohonan rindang yang tumbuh di sekitarnya.

Tidak jauh dari kawasan bukit Bintang (kurang lebih 200 meter), terdapat tulisan besar yang terbuat dari beton bertuliskan Gunung Kidul yang biasa dijadikan background atau latar belakang untuk berfoto para pengunjung Bukit Bintang. Jadi jika Anda berkunjung ke Bukit Bintang jangan lewatkan mengabadikan perjalanan Anda di kawasan rest area tersebut.

 Jalan Menuju ke Bukit Bintang Jogja.

Rute atau jalan menuju ke Bukit Bintang Jogja ini tidaklah sulit atau membingungkan. Terletak di jalan Raya Yogyakarta – Wonosari KM 15, atau tepatnya di Bukit Pathok Kabupaten Gunungkidul, kita bisa memanfaatkan berbagai jenis moda transportasi pribadi maupun umum. Jika menggunakan kendaraan umum, maka dari arah manapun turunlah perempatan ringroad jalan Wonosari. Dari perempatan tersebut, kita tinggal naik mini bis atau bis besar dengan tarif kurang lebih Rp.5000,- dan jarak tempuh kurang lebih 30 menit.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, berhati-hatilah ketika Anda sudah sampai di pertigaan lampu merah Piyungan karena setelah melewati traffic light ini, Anda akan melewati jalan menanjak dan berkelok-kelok. Bahkan beberapa di antaranya memiliki tikungan tajam dan curam. Jagalah jarak kendaraan Anda jika berada di belakang truk atau fuso dengan muatan penuh karena terkadang mereka mogok di jalan.


 Fasilitas Umum di Bukit Bintang Jogja.

Mengenai fasilitas warung makan tidak perlu ditanyakan karena tempat ini memang awalnya sepi sampai akhirnya menjadi ramai karena banyak penduduk lokal yang membuka warung makan, restoran bahkan kafe dengan menawarkan tempat duduk yang strategis dan romantis untuk melihat keindahan kota Jogja dari atas. Menunya yang tersedia pun sangat bervariasi dari mulai pecel lele, bakso, ayam goreng/bakar, bebek goreng/bakar dan menu makanan berat lainnya.

Jika Anda sudah kenyang dan tidak ingin menyantap makanan berat, maka Anda bisa memesan jagung bakar atau roti bakar dengan minuman hangat seperti kopi, wedang jahe atau Bajigur (minuman khas Jogja yang terbuat dari santan dicampur dengan jahe dan gula Jawa).
Hotel dan Penginapan.

Di bukit bintang Jogja ini sudah terdapat beberapa penginapan ataupun hotel. Harganya pun bervariasi dari mulai harga Rp.100.000,- hingga Rp.350.000,- per malam tergantung dari kelas hotel dan tipe kamar yang dipesan. Bahkan beberapa di antaranya sudah include breakfast (sarapan). Saya sendiri pernah menginap di Bukit Indah Hotel dengan tarif Rp.250.000,- permalam. Namun jika Anda menginginkan fasilitas hotel yang lebih baik, saya sarankan untuk mencari di kota Jogja seperti di jalan Solo (Adi Sucipto) yang berjarak sekitar 10 km dari bukit bintang atau di titik ramai lainnya. Untuk mulai pencarian silahkan gunakan kata kunci: “adi sucipto” di kotak pencarian di bawah ini.




25.  Reruntuhan Istana Megah di Atas Bukit: Keraton Ratu Boko


Menuju ke puncak Bukit Boko, Anda akan menemukan peninggalan kompleks bangunan yang cukup luas yang dipercaya dulunya merupakan keraton tempat tinggal para bangsawan Jawa.


Photo via: AzramMahulauw

Dalam kompleks tersebut tersebut terdapat tiga buah candi, sisa-sisa bangunan pemujaan, serta kolam-kolam yang dialiri air alami yang diyakini memiliki berbagai macam khasiat.



Di setiap ujung tengga terdapat gapura yang berdiri kokoh, menyambut Anda untuk naik ke tingkat berikutnya. Dan di bagian paling atas terdapat sebuah balkon di mana Anda dapat melihat panorama Yogyakarta yang memukau di kejauhan, termasuk juga Candi Prambanan dan Candi Kalasan di arah utara dengan latar belakang Gunung Merapi. [by trip canvas]

25. Mengungkap Misteri 7 Keluarga di Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung berapi yang aktif sekitar 60 juta tahun silam ini merupakan gunung api tertua di Yogyakarta. Bentuknya yang tak lazim dikarenakan dulunya gunung api ini merupakan gunung purba dasar laut yang terangkat ke permukaan akibat letusan dahsyat.

Puncak gunung tersebut adalah Gunung Gedhe dengan ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Untuk mencapai gunung yang dipenuhi bebatuan menjulang tinggi ini dari pusat Kota Jogja tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu 60-90 menit saja.


Photo via: thomasdian

Dalam perjalanan menuju puncak Timur atau Barat, Anda mungkin akan berpapasan dengan warga yang tinggal di Dusun Tlogo Mardidho yang terletak di puncak gunung purba ini.



Photo via: YanuarWisnu

Menurut legenda, dusun tersebut hanya boleh dihuni oleh 7 kepala keluarga saja. Jika kepala keluarga yang tinggal di dusun ini kurang atau lebih maka akan terjadi hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, jika anak-anak mereka sudah berkeluarga, maka keluarga baru tersebut harus meninggalkan Dusun Tlogo Mardhido.

 Oke, cukup dengan legenda. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah memukaunya hamparan awan di ketinggian, jajaran gunung batu dengan bentuk yang unik, perkampungan warga, serta hijaunya sawah dan ladang.


Photo via: travelmagz, telusurindonesia

Di sini juga terdapat telaga yang cukup indah, Embung Nglanggeran, yang berfungsi menampung air hujan untuk mengairi kebun buah kelengkeng, durian, dan rambutan di sekitarnya [by trip canvas].

25+1. Menggali Pesona Mataram Kuno di Museum Ullen Sentalu


Meskipun Anda bukan penggemar museum, tapi tempat yang satu ini wajib dikunjungi karena National Geographic menobatkannya sebagai museum terbaik di Indonesia.

Museum Ullen Sentalu memajang aneka koleksi pribadi yang menggambarkan sejarah dari masa Kerajaan Mataram, salah satu kerajaan paling berkuasa di Indonesia pada abad ke-8, yang juga mendirikan Candi Borobudur.


Photo via: giofando

Begitu melangkah masuk, Anda langsung disambut oleh pemandu wisata yang akan membawa Anda ke tiap ruang pameran yang menampilkan beragam artefak seperti furnitur, lukisan, karya seni, serta sejarah singkat mengenai batik.


Photo via: wxssy, seethatseethis

Salah satu ruang yang paling memikat adalah Guwa Sela Giri, sebuah ruangan di bawah tanah yang memajang lukisan dokumentasi yang mewakili figur 4 keraton Dinasti Mataram. Konon salah satu wanita dalam lukisan tersebut seolah-olah mengikuti gerak-gerik Anda di dalam ruangan. Hiii….!

Tur berakhir di sebuah taman yang asri berhiaskan pilar-pilar batu berlapis lumut, di mana Anda akan disuguhkan segelas Ratu Mas, minuman khas dari ramuan tradisional yang berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan.


Photo via: intaninchan

25+2. Menanti Ikan Paus di Laut Bekah

Photo via Moch Achsanto Ali

Berbeda dengan kawasan pesisir lain di Yogyakarta, Laut Bekah tidak menyajikan hamparan pasir putih tempat Anda dapat berjalan-jalan, melainkan tebing batu kapur yang menjulang tinggi seperti di Uluwatu, Bali.
Photo via: Doni Afitrisnadi

Karena belum banyak dikenal orang, tempat ini sangat pas bagi Anda yang ingin menyepi sejenak untuk menjernihkan pikiran. Tapi untuk mencapainya butuh sedikit perjuangan. Apakah layak? Lihat saja sendiri.
Jika Anda gemar memancing, aktivitas rock fishing yang mulai populer di tanah air bisa dilakukan di sini.
Photo via: Doni-Afitrisnadi

Di Tebing Bekah tersedia akses langsung menuju perairan dalam, artinya ada kemungkinan Anda bisa menangkap ikan besar. Atau kalau beruntung melihat ikan paus berenang!

Photo via: Matin

End

5 Responses to "25+ Tempat Wisata di Jogja Paling Terkenal, Terbaru yang Wajib kamu Singgahi"

  1. Arum Jeram Magelang Sungai Elo mantap juga jadi pingin coba sensaninya,gan tarif berapa itu ?by admin Hotel di Pangandaran dan Hotel Jabar

    ReplyDelete
  2. artikelnya lengkap banget yah mas, semoga menjadi refrensi yang paling baik dan mantabs

    ReplyDelete
  3. Terimaksih atas informasinya berkaitan dengan 25+ Tempat Wisata di Jogja Paling Terkenal, Terbaru yang Wajib kamu Singgahi
    Ditungu kunjungan baliknya

    ReplyDelete
  4. Terimaksih untuk informasinya berkaitan dengan 25+ Tempat Wisata di Jogja Paling Terkenal, Terbaru yang Wajib kamu Singgahi
    Ditungu kunjungan baliknya

    ReplyDelete
  5. Terimaksih atas informasinya mengenai 25+ Tempat Wisata di Jogja Paling Terkenal, Terbaru yang Wajib kamu Singgahi

    Ditungu kunjungan baliknya

    ReplyDelete