5+ Daftar tempat wisata daerah Cirebon ini Layak kamu singgahi bersama Keluarga

Halo traveler mania, sobat cakrawala wisata tour. kali ini kami ingin mengajak Anda bertualang ke daerah seru di Jawa Barat. manakah daerah itu? Yes.. Cirebon.  beikut ini adalah 25 Daftar   TEMPAT WISATA DI CIREBON YANG MENARIK DIKUNJUNGI 

Tempat Wisata di Cirebon – Cirebon menjadi salah satu Kota yang memiliki perkembangan yang sangat pesat, letaknya di Jawa Barat dan menjadi kota ketiga yang memiliki kemajuan yang luar biasa setelah Bandung dan Bekasi. Cirebon dikenal sebagai tempat para Sunan, ada banyak sekali peninggalan sejarah di Kota ini.

Cirebon juga dikenal sebagai penghasil batik. Di bawah nanti juga saya ajak anda ke tempat pengrajin dan penjual batik terkenal di Cirebon. Sebelum kita kupas tempat wisata di Cirebon ada baiknya kalau kita sedikit berkenalan dengan kota ini. Pada awalnya Cirebon berasal dari kata sarumban, Cirebon adalah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa. 

Lama-kelamaan Cirebon berkembang menjadi sebuah desa yang ramai yang kemudian diberi nama Caruban (carub dalam bahasa Cirebon artinya bersatu padu). Diberi nama demikian karena di sana bercampur para pendatang dari beraneka bangsa diantaranya Sunda, Jawa, Tionghoa, dan unsur-unsur budaya bangsa Arab), agama, bahasa, dan adat istiadat. kemudian pelafalan kata caruban berubah lagi menjadi carbon dan kemudian cerbon. (Sumber: wikipedia.org/) 

oke, mari kita lihat Daftar tempat wisata daerah Cirebon ini Layak kamu singgahi bersama Keluarga berikut ini : 

1. Pesona Alam Wanawisata Ciwaringin.

sumber gambar
Lokasi Tempat Wisata ini berada di desa Ciwaringin. Anda dapat berwisata sambil menikmatinya pemandangan.di Cirebon, Majalengka, Kuningan kota tersebut memang banyak mempunyai beberapa Tempat Wisata yang bagus, indah dan sejuk, ketiga kota tersebut juga banyak sekali mempunyai sejarah yang kita juga belum mengetahuinya.



Uniknya di kawasan Tempat Objek Wisata

Tempat Wisata Cirebon, Banyak sekali tempat objek wisata di wilayah III di Cirebon  ini yang ke asliannya sudah hilang serta beberapa tempat wisata yang sudah tidak terawat dikarenakan kurangnya pengelolaan serta mungkin saja tidak adanya dukungan dari beberapa pihak yang berwenang. Tempat Wisata Ciwaringin ini terdapat pepohonan rindang, khususnya pohon kayu putih.  Anda dapat membawa pulang ikan hasil tangkapan Anda dalam kondisi segar.

Wisata Cirebon Wanawisata Ciwaringin


Hutan wisata di Cirebon dengan menampilkan keindahan alam dan banyak ditumbuhi oleh pohon kayu putih. Menyediakan lokasi bagi para penggemar jalan kaki dan arena motor cross. Di lokasi ini juga terdapat Danau Ciranca bagi penggemar memancing. Berlokasi di Desa Ciwaringin Kecamatan Ciwaringin, 17 km dari Kota Sumber.

Tempat Wisata Wanawisata Ciwaringin ramai dikunjungi pada hari Minggu. Jika Anda suka memancing, ada Danau Ciranca untuk memuaskan hobi Anda. Membawa pulang ikan segar hasil memancing sendiri tentu akan menyenangkan.  Anda bisa memuaskan hobi Anda dengan memancing di Danau Caracas. Selain itu, terdapat arena motor cross yang pada saat tertentu digunakan untuk pertandingan balap.

2. Sedapnya menyantap ikan bakar segar di Desa Wisata Cikalahang


Mencuatnya nama Desa Wisata Cikalahang tak lepas dari keberadaan tempat wisata Telaga Remis yang memang lebih dulu populer di kalangan wisatawan. Lokasi keduanya berdekatan, sehingga tingginya tingkat kunjungan ke Telaga Remis dimanfaatkan masyarakat di Desa Cikalahang untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan.


Seiring berjalannya waktu, Desa Wisata Cikalahang pun ikut terangkat dan makin terkenal dengan area pemancingan, kelezatan ikan bakarnya, serta suasana yang sejuk karena berada di bawah kaki Gunung Ciremai. Nggak heran, Desa Wisata Cikalahang ini berkembang pesat dan sering dipadati travelers, khususnya saat akhir pekan atau musim liburan.

Dengan didukung fasilitas lain seperti cottage, kolam renang serta telaga, membuat keberadaan Desa Wisata Cikalahang makin terdongkrak, bahkan membuat kawasan ini dikenal sebagai pusatnya kuliner olahan ikan tawar Cirebon, seperti ikan mas, nila, gurame, patin, dan lain-lain.

Serunya lagi, kamu nggak hanya sekadar menyantap lezatnya ikan tawar olahan, tapi bisa lebih dulu menangkap ikan dengan memancing. Banyak restoran di kawasan Desa Wisata Cikalahang yang sengaja menyediakan kolam supaya pengunjung bisa menyalurkan hobi mereka sebelum mengisi perut yang keroncongan.



Travelers suka menyantap ikan? Atau hobi memancing? Di Desa Wisata Cikalahang, kamu bisa menyantap ikan bakar segar hasil pancingan sendiri, lho. Kelezatan ikan bakar ditambah panorama yang indah membuat pengalaman berlibur ke Cirebon tak terlupakan.

Wisata di Desa Cikalahang


Mencuatnya nama Desa Wisata Cikalahang tak lepas dari keberadaan tempat wisata Telaga Remis yang memang lebih dulu populer di kalangan wisatawan. Lokasi keduanya berdekatan, sehingga tingginya tingkat kunjungan ke Telaga Remis dimanfaatkan masyarakat di Desa Cikalahang untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan.

Seiring berjalannya waktu, Desa Wisata Cikalahang pun ikut terangkat dan makin terkenal dengan area pemancingan, kelezatan ikan bakarnya, serta suasana yang sejuk karena berada di bawah kaki Gunung Ciremai. Nggak heran, Desa Wisata Cikalahang ini berkembang pesat dan sering dipadati travelers, khususnya saat akhir pekan atau musim liburan.

Dengan didukung fasilitas lain seperti cottage, kolam renang serta telaga, membuat keberadaan Desa Wisata Cikalahang makin terdongkrak, bahkan membuat kawasan ini dikenal sebagai pusatnya kuliner olahan ikan tawar Cirebon, seperti ikan mas, nila, gurame, patin, dan lain-lain.


Serunya lagi, kamu nggak hanya sekadar menyantap lezatnya ikan tawar olahan, tapi bisa lebih dulu menangkap ikan dengan memancing. Banyak restoran di kawasan Desa Wisata Cikalahang yang sengaja menyediakan kolam supaya pengunjung bisa menyalurkan hobi mereka sebelum mengisi perut yang keroncongan.

ikan bakar di Cikalahang

Ikan hasil tangkapan inilah yang nantinya diolah oleh koki restoran untuk dijadikan santapan lezat, travelers. Biasanya, para pelancong memesan menu ikan bakar yang menjadi idola di Desa Wisata Cikalahang. Kesegaran ikan hasil tangkapan sendiri berpadu sempurna dengan bumbu yang khas ditambah pemandangan asri dan suasana sejuk membuat pengunjung ketagihan menikmati keseruan berlibur di Desa Wisata Cikalahang.

Selain soal rasa dan variasi menu, konsep restoran juga termasuk salah satu pertimbangan wisatawan sebelum menikmati hidangan ikan bakar. Maklum, Deretan restoran di Desa Wisata Cikalahang hadir dengan konsep yang berbeda-beda, travelers. Mulai dari lesehan, warung apung, hingga yang memiliki konsep modern ada di sini. Jadi, kamu bisa memilih konsep restoran sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kamu.

Soal harga, aneka menu olahan ikan di Desa Wisata Cikalahang tergolong murah karena hampir semua warga di kawasan Desa Wisata Cikalahang memiliki kolam untuk memelihara ikan, sehingga tak perlu biaya transportasi yang mahal untuk mendistribusikan ikan-ikan tersebut ke restoran.

Selain populer sebagai sentra kuliner ikan, melimpahnya sumber air dari kaki Gunung Ciremai juga dimanfaatkan warga untuk membuka tempat pemandian atau arena kolam renang di Desa Wisata Cikalahang. Travelers tak akan kesulitan menemukan kolam-kolam renang tersebut karena berada di jalan utama Desa Wisata Cikalahang menuju objek wisata alam Telaga Remis.

sumber

Lokasi Desa Wisata Cikalahang

Desa Wisata Cikalahang berada sekitar enam kilometer dari Sumber, Cirebon, dan satu kilometer dari jalan alternatif Cirebon – Majalengka. Posisi persisnya berada di Kecamatan Dukupuntang, Cirebon.

Jika travelers dari arah Pasar Minggu, Palimanan, Desa Wisata Cikalahang tertelak enam kilometer ke arah utara. Karena berada sangat dekat dengan Telaga Remis, menuju ke Desa Wisata Cikalahang tentu tidaklah sulit, travelers.

3. Situ Sedong Nan Indah Di Cirebon


sumber : disparbud.jabarprov.go.id

Situ pengasinan atau yang sekarang lebih terkenal dengan situ Sedong, memiliki sejarah yang cukup panjang bagi masyarakat disekitarnya. Dibangun pada zaman Kolonial Belanda yang selesai pada tahun 1918 dan mulai di airi pada tahun 1921 awal mulanya digunakan sebagai pengairan bagi perkebunan tebu pabrik Gula Sindanglaut.  Seiring perubahan jaman Situ Pengasinan yang masuk dalam 3 wilayah desa yaitu Desa Karangwuni, Desa Sedonglor dan Desa Panongan. Kini Setu yang terletak di Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon ini sudah beralih fungsi dari sumber pengairan perkebunan tebu  menjadi sumber pengairan pertanian para para petani disekitarnya.

Namun selain sebagai sumber pengairan pertanian, Setu Pengasinan juga mempunyai potensi  yang cukup menjanjikan yaitu sebagai obyek wisata. Setu yang berada di ketinggian + 300 m diatas permukaan laut ini mempunyai Sunset yang sangat indah.  Selain keindahan panorama dan Sunset nya para pecinta wisata alam bisa juga memanjakan diri memancing secara gratis, karena memang Setu Pengasinan selama ini merupakan tempat pemancingan umum yang cukup diminati maincing mania. Semoga ini menjadi repensi bagi pembaca untuk menikmati wisata alam.

sumber: ranarpradiptoindonesia.com/

sumber
Setu (waduk) Sedong merupakan waduk buatan di wilayah kec. Sedong Kab. Cirebon Jawa Barat. Setu ini berfungsi menampung air hujan dan sungai sebagai pengairan daerah pertanian sekitar kec. Sedong. Manfaat yang di peroleh dari setu ini begitu besar. Selain sebagai pengairan dan irigasi, Setu Sedong juga menyimpan kelebihan air pada musim hujan. Dengan kedalaman 5-10 meter, dengan luas hampir 150 hektare, jelaslah bahwa penampungan air untuk kebutuhan irigasi tercukupi, dengan syarat tidak terjadi kekeringan berkepanjangan di daerah ini.

Setu sedong dapat di kunjungi lewat dua jalur, yaitu jalur Cirebon dan jalur Sindang Laut. Dari arah Cirebon, belok kanan sedangkan dari arah Sindang Laut belok kiri. Jalan menuju Setu Sedong begitu menanjak. Pada beberapa jalan, kita melewati area persawahan yang di tumpang sari dengan tanaman Mangga. Setelah sampai, kita dapat mengitari setu sedong dari arah selatan. Di selatan area ini juga terdapat area persawahan yang begitu hijau, menambah sejuk pemandangan yang ada. Bagi sahabat sekalian yang suka memancing, jangan khawatir, di Setu Sedong banyak ikannya. Memancing di sini tidak dipungut biaya. Dari pengalaman pemancing, lumayanlah untuk sekedar menghibur dengan sensasi menyentak pancingan.  Tempat yang bagus untuk melihat keseluruhan Setu Sedong adalah dengan memutar  ke sebelah kiri dari jalan masuk. Kemudian akan ada semacam dermaga yang menjorok ke dalam Setu Sedong. Nah dari sini terlihat jelas keindahan setu ini.

Sebenarnya semua objek yang didukung dengan keindahan alam sekelilingnya menawarkan pesona alam yang eksotis. Namun terkadang tak seorang pun ada yang mempunyai ide brillian untuk mengembangkan daerah-daerah seperti ini menjadi kawasan hijau yang indah yang membuat orang mengunjungi tempat tersebut. Coba seandainya objek-objek keindahan alam seperti ini dioptimalkan, saya yakin akan banyak pengunjung yang datang. Karena pada dasarnya, manusia menyukai dan membutuhkan keindahan bagi jiwanya.

Setu sedong ini bagus untuk dikunjungi kapan saja. Moment yang paling tepat untuk mengunjunginya adalah sore hari. Ketika sore hari, suhu udara tidak terlalu panas. Pantulan sinar jingga dari matahari pada sore hari pada riak-riak air sungguh mampu untuk menghilangkan penat seharian sehabis bekerja, jika kita mengunjunginya setelah bekerja. Selain itu aktivitas penduduk sekitar menambah rasa haru akan keuletan para petani mengolah sawah mereka dari kecil hingga mendekati panen. Sungguh kesabaran yang hebat. Selain itu ada penggembala kerbau yang memandikan kerbaunya dengan tulus. Suatu harmonisasi alam yang sekarang jarang ditemui. Ahh, betapa hdup ini indah. (review oleh jalan2.com)

4. Taman Ade Irma Suryani Nasution. 

Taman Ade Irma Suryani Nasution merupakan taman rekreasi terbesar yang ada di kota ini. Pada awalnya, taman ini bernama Traffic Garden Cirebon dan menjadi tempat wisata di Cirebon yang paling banyak dikunjungi. Pada tahun 1966, taman ini berubah nama menjadi Taman Ade Irma Nasution.

Tempat wisata ini cocok sekali dikunjungi bersama keluarga. Di sini, ada tempat bermain anak dan kebun binatang mini. Karena lokasinya yang berdekatan dengan pelabuhan Cirebon, Anda juga bisa menikmati keindahan pantai. Selain itu, ada pertunjukan musik dan seni yang rutin diadakan setiap hari Minggu dan hari libur nasional di panggung yang telah disediakan.




5. WISATA SEJARAH DI KERATON KASEPUHAN CIREBON

Keraton Kasepuhan merupakan tonggak sejarah dan ikon kota Cirebon, saat Anda mendengar kata “Keraton Kasepuhan” pasti yang terlintas di pikiran Anda adalah sejarah kota Cirebon atau sejarah kerajaan islam di Cirebon.


Jika Anda berwisata ke Cirebon, tak lengkap rasanya jika Anda tidak mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon, Alamat Keraton Kasepuhan adalah Jalan Kasepuhan No 43, Kampung Mandalangan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Cirebon, Jawa Barat. Dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Stasiun Kereta Api Kejaksan dan 30 menit dari Terminal Bus Harjamukti Cirebon.

Sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon didirikan oleh Pangeran Cakrabuana pada masa perkembangan islam atau sekitar tahun 1529. Pada awal dibangunnya Keraton Kasepuhan merupakan perluasan dari Keraton Pakungwati yang merupakan keraton tertua di Cirebon. Keraton Pakungwati yang terletak di sebalah timur Keraton Kasepuhan, dibangun oleh Pangeran Cakrabuana (Putera Raja Pajajaran) pada tahun 1452, bersamaan dengan pembangunan Tajug Pejlagrahan yang berada di sebelah timurnya.

Sebutan Pakungwati berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. Ia wafat pada tahun 1549 dalam Mesjid Agung Sang Cipta Rasa dalam usia yang sangat tua. Nama beliau diabadikan dan dimuliakan oleh nasab Sunan Gunung Jati sebagai nama Keraton yaitu Keraton Pakungwati yang sekarang bernama Keraton Kasepuhan. Keraton Kasepuhan adalah kerajaan islam tempat para pendiri cirebon bertahta, disinilah pusat pemerintahan Kasultanan Cirebon berdiri.

Pada tahun 1969, karena konflik internal Kesultanan Cirebon dibagi dua menjadi Kesultanan Kanoman dan Kasepuhan. Kesultanan Kanoman dipimpin oleh Pangeran Kartawijaya dan bergelar Sultan Anom I, sementara Kesultanan Kasepuhan dipimpin oleh Pangeran Martawijaya yang bergelar Sultan Sepuh I. Kedua sultan ini kakak beradik, dan masing-masing menempati Keraton sendiri.

Arsitektur dan Bangunan Bersejarah di Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan adalah keraton termegah dan paling terawat di Cirebon. Makna di setiap sudut arsitektur keraton ini pun terkenal paling bersejarah. Halaman depan keraton ini dikelilingi tembok bata merah dan terdapat pendopo didalamnya.

Pintu gerbang utama Keraton Kasepuhan Cirebon terletak di sebelah utara dan pintu gerbang kedua berada di selatan kompleks. Gerbang utara disebut Kreteg Pangrawit berupa jembatan, sedangkan di sebelah selatan disebut lawang sanga (pintu sembilan). Setelah melewati Kreteg (jembatan) Pangrawit akan sampai di bagian depan keraton. Di bagian ini terdapat dua bangunan yaitu Pancaratna dan Pancaniti.

Di depan Keraton Kesepuhan Cirebon terdapat alun-alun yang pada waktu zaman dahulu bernama Alun-alun Sangkala Buana yang merupakan tempat latihan keprajuritan yang diadakan pada hari Sabtu atau istilahnya pada waktu itu adalah Saptonan. Dan di alun-alun inilah dahulunya dilaksanakan juga pentas perayaan Negara lalu juga sebagai tempat rakyat berdatangan ke alun-alun untuk memenuhi panggilan ataupun mendengarkan pengumuman dari Sultan. Di sebelah barat Keraton kasepuhan terdapat Masjid yang cukup megah hasil karya dari para wali yaitu Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Sedangkan di sebelah timur alun-alun dahulunya adalah tempat perekonomian yaitu pasar — sekarang adalah pasar kesepuhan yang sangat terkenal dengan pocinya. Model bentuk Keraton yang menghadap utara dengan bangunan Masjid di sebelah barat dan pasar di sebelah timur dan alun-alun ditengahnya merupakan model-model Keraton pada masa itu terutama yang terletak di daerah pesisir. Bahkan sampai sekarang, model ini banyak diikuti oleh seluruh kabupaten/kota terutama di Jawa yaitu di depan gedung pemerintahan terdapat alun-alun dan di sebelah baratnya terdapat masjid.


Sebelum memasuki gerbang komplek Keraton Kasepuhan terdapat dua buah pendopo, di sebelah barat disebut Pancaratna yang dahulunya merupakan tempat berkumpulnya para punggawa Keraton, lurah atau pada zaman sekarang disebut pamong praja. Sedangkan pendopo sebelah timur disebut Pancaniti yang merupakan tempat para perwira keraton ketika diadakannya latihan keprajuritan di alun-alun.

Bangunan Pancaratna berada di kiri depan kompleks arah barat berdenah persegi panjang dengan ukuran 8 x 8 m. Lantai tegel, konstruksi atap ditunjang empat sokoguru di atas lantai yang lebih tinggi dan 12 tiang pendukung di permukaan lantai yang lebih rendah. Atap dari bahan genteng, pada puncaknya terdapat mamolo. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat seba atau tempat yang menghadap para pembesar desa atau kampong yang diterima oleh Demang atau Wedana. Secara keseluruhan memiliki pagar terali besi.

Bangunan Pangrawit berada di kiri depan kompleks menghadap arah utara. Bangunan ini berukuran 8 x 8 m, berantai tegel. Bangunan ini terbuka tanpa dinding. Tiang-tiang yang berjumlah 16 buah mendukung atap sirap. Bangunan ini memiliki pagar terali besi. Nama Pancaniti berasal dari panca berarti jalan dan niti berarti mata atau raja atau atasan. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat perwira melatih prajurit dalam perang- perangan, tempat istirahat, dan juga sebagai tempat pengadilan.


6. Keraton Kanoman - Wisata Cirebon


Keraton Kanoman adalah salah satu dari dua bangunan kesultanan Cirebon, setelah berdiri keraton Kanoman pada tahun 1678 M kesultanan Cirebon terdiri dari keraton Kasepuhan dan keraton Kanoman yang merupakan pemimpin dan wakilnya. Kebesaran Islam di Jawa Barat tidak lepas dari Cirebon. Sunan Gunung Jati adalah orang yang bertanggung jawab menyebarkan agama Islam di Jawa Barat, sehingga berbicara tentang Cirebon tidak akan lepas dari sosok Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.


Keraton Kanoman didirikan oleh Pangeran Mohamad Badridin atau Pangeran Kertawijaya, yang bergelar Sultan Anom I pada sekitar tahun 1678 M. Keraton Kanoman masih taat memegang adat-istiadat dan pepakem, di antaranya melaksanakan tradisi Grebeg Syawal,seminggu setelah Idul Fitri dan berziarah ke makam leluhur, Sunan Gunung Jati di Desa Astana, Cirebon Utara. Peninggalan-peninggalan bersejarah di Keraton Kanoman erat kaitannya dengan syiar agama Islam yang giat dilakukan Sunan Gunung Jati, yang juga dikenal dengan Syarif Hidayatullah.

Kompleks Keraton Kanoman yang mempunyai luas sekitar 6 hektare ini berlokasi di belakang pasar Di Kraton ini tinggal sultan ke dua belas yang bernama Raja Muhammad Emiruddin berserta keluarga. Kraton Kanoman merupakan komplek yang luas, yang terdiri dari bangunan kuno. salah satunya saung yang bernama bangsal witana yang merupakan cikal bakal Kraton yang luasnya hampir lima kali lapangan sepak bola.

Di keraton ini masih terdapat barang barang, seperti dua kereta bernama Paksi Naga Liman dan Jempana yang masih terawat baik dan tersimpan di museum. Bentuknya burak, yakni hewan yang dikendarai Nabi Muhammad ketika ia Isra Mi'raj. Tidak jauh dari kereta, terdapat bangsal Jinem, atau Pendopo untuk Menerima tamu, penobatan sultan dan pemberian restu sebuah acara seperti Maulid Nabi. Dan di bagian tengah Kraton terdapat kompleks bangunan bangunan bernama Siti Hinggil.

Hal yang menarik dari Keraton di Cirebon adalah adanya piring-piring porselen asli Tiongkok yang menjadi penghias dinding semua keraton di Cirebon. Tak cuma di keraton, piring-piring keramik itu bertebaran hampir di seluruh situs bersejarah di Cirebon. Dan yang tidak kalah penting dari Keraton di Cirebon adalah keraton selalu menghadap ke utara. Dan di halamannya ada patung macan sebagai lambang Prabu Siliwangi. Di depan keraton selalu ada alun alun untuk rakyat berkumpul dan pasar sebagai pusat perekonomian, di sebelah timur keraton selalu ada masjid. [wikipedia]


bersambung ...

http://tempatwisataseru.com/tempat-wisata-di-cirebon-jawa-barat/
http://anekatempatwisata.com/10-tempat-wisata-di-cirebon-yang-wajib-dikunjungi/
https://www.wisatania.com/tempat-populer-dan-terbaru-di-cirebon