ADS

45+ Tempat Wisata Menarik di Bandung yang Kamu Wajib Datengin! (part 2)

Hello sobat cakrawala tour travel, kali in kami akan membagikan wawasan wisata bandung bagian 2, untuk bagian pertamanya bisa anda liat di : 45 wisata bandung bagian 1, nah penasaran kan dengan wisata bandung bagian 2 simak tempat-temapt wisata bandung berikut ini :

11. Situ PatenggangDanau Memikat di Ciwidey Bandung

ada danau yang menempati urutan ke 11 Tempat Wisata di Bandung yang paling banyak dicari. Situ yang besar ini cukup menjadi perhatian netizen yang suka berlibur untuk mencari ketenangan dan suasana romantis, pasalnya Danau ini memberi kedamaian bagi siapa saja yang datang. Udara yang dingin dan sejuk dibalut dengan pemandangan yang menakjubkan disekelilingnya.


Di tengah danau ini ada sebuah daratan kecil yang dinamai pulau Cinta. Untuk sampai pulau cinta anda bisa menyewa perahu yang disediakan oleh pihak pengelola danau. Alamat Situ Patenggang berada di Jalan Raya Ciwidey – Rancabali, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40973. Situ patenggang ditempatkan pada urutan ke 11 dari objek wisata yang banyak dicari di Bandung



Situ Patenggang atau Situ Patengan adalah suatu danau yang terletak di kawasan objek wisata alam Bandung Selatan, Jawa Barat, Indonesia, tepatnya di Ciwidey. Terletak di ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut, danau ini memiliki pemandangan yang sangat eksotik. Situ patenggang juga memiliki pemandangan alam yang asri, karena disekitarnya terdapat hamparan kebun teh.

Luas Situ Patenggang sekitar 45.000 hektar. Serta total luas cagar alamnya mencapai 123.077,15 hektar. Situ patenggang selalu menjadi pilihan wisatawan terutama bagi mereka yang baru pulang dari tempat wisata Kawah Putih. Jaraknya dari wisata kawah putih hanya sekitar 7 KM dan membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja.

Daftar isi  

  1. Mitos Situ Patenggang
  2. Lokasi dan transportasi
  3. Lihat pula
  4. Referensi

Mitos Situ Patenggang

Berdasarkan informasi yang tertera di lokasi wisata, situ Patenggang berasal dari bahasa Sunda, pateangan-teangan (saling mencari). Mengisahkan cinta Putra Prabu dan Putri titisan Dewi yang besar bersama alam, yaitu ki Santang dan Dewi Rengganis. Mereka berpisah untuk sekian lamanya. Karena cintanya yang begitu mendalam, mereka saling mencari dan akhirnya bertemu di sebuah tempat yang sampai sekarang dinamakan "Batu Cinta". Dewi Rengganispun minta dibuatkan danau dan sebuah perahu untuk berlayar bersama. Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati (Pulau Asmara /Pulau Sasaka). Menurut cerita ini, yang singgah di batu cinta dan mengelilingi pulau asmara, senantiasa mendapat cinta yang abadi seperti mereka.

Lokasi dan transportasi

Situ patenggang terletak di daerah Bandung selatan dan terletak kurang lebih 35 KM dari kota Bandung.

Transportasi

Untuk menuju lokasi situ patenggang, bisa menggunakan angkutan umum berupa bis dari terminal leuwipanjang ke terminal ciwidey, disambung dengan angkutan desa ke situ patenggang. Jika menggunakan kendaraan pribadi, bisa melalui jalur jalan kopo - soreang - ciwidey -situ patenggang.

Akomodasi

Tiket masuk ke area wisata adalah Rp18.000 / orang. Sarana yang tersedia antara lain berupa tempat parkir yang luas, toilet umum, mushala, dan tempat menginap yang berada dibawah pengelolaan Perhutani . Selain itu juga terdapat banyak gazebo yang bisa digunakan untukistirahat di sekitar objek wisata .










[sumber gambar : google]

Harga Tiket Masuk Situpatenggang 2015


Informasi akurat terpercaya untuk info Harga Tiket Masuk Situpatenggang 2015 sesuai dengan informasi di bawah ini, bagi Anda calon pengunjung di Taman wisata alam Danau Alami Situ Patenggan berikut informasi terupdate htm Situpatenggang 2015.

12. De’ranch Lembang 


De’ranch Lembang

‘Wisata Kuda ala Cowboy’ itulah salah satu slogan yang dimuat di situs resminya. Memang keren abis ketika kita bisa mengabadikan momen indah dengan bergaya di atas kuda dengan kostum lengkap ala suku Indian. Wahana lain yang bisa di nikmati di De Ranch diantaranya adalah The Gold Hunter, Fun Boat, Kolam Pancing, Flying Fox, Balon Air, Sepeda Track, Sepeda, Loncat Anak, Tangkap Ikan, Trampolin, Panahan dan masih banyak lagi.

Jadwal jam buka de ranch utuk hari biasa mulai jam 09.00 sampai dengan 17.00 sedangkan Weekend/hari libur mulai jam 08.00 dan tutup jam 18.00. Alamat De’ranch Lembang terletak di Jl. Maribaya No 17, Lembang, Jawa Barat 40791. Bagi Anda yang membutuhak informasi lengkapnya bisa menghubungi No. Telepon 022785865



De Ranch merupakan salah satu tempat wisata di Lembang yang terkenal dengan keunikannya. Apa yang membuatnya unik?


De Ranch menawarkan suasana yang berbeda dari tempat wisata pada umumnya, De Ranch menawarkan suasana peternakan kuda ala koboi Amerika yang sulit ditemukan di tempat lain di Indonesia. Dengan udara yang sejuk, lahan yang hijau dan luas, aneka permainan menyenangkan, makanan enak, pusat oleh-oleh, dan fasilitas lengkap De Ranch sangat cocok untuk wisata keluarga, terutama yang mempunyai anak kecil.


peta De Ranch


peta De Ranch

De Ranch


De Ranch Lembang yang bertujuan menyediakan tempat aktifitas yang menyenangkan bagi keluarga berlokasi di Jalan Maribaya No. 17, Lembang, Bandung, kurang lebih 200 meter dari pertigaan pasar Lembang. De Ranch sering kali ramai dikunjungi wisatawan dari Jakarta, Bandung, dan sekitarnya terutama pada akhir pekan sehingga tidak perlu heran jika anda melihat antrian masuk yang panjang. Namun walau ramai, tidak perlu kuatir kesulitan mendapatkan tempat parkir kendaraan karena halaman parkir yang tersedia cukup luas untuk menampung seluruh kendaraan pengunjung.

Sejarah De Ranch:


De Ranch pada awalnya tidak dibuat untuk tempat wisata seperti sekarang ini. Dulunya, De Ranch adalah sebuah tempat pemeliharaan dan pengembangbiakan kuda tunggang dan sapir perah. Namun karena memiliki potensi wisata yang unik, dibukalah De Ranch pada bulan Desember tahun 2007, dengan konsep wisata kuda ala koboi yang menyenangkan dan edukatif.

Jenis Permainan dan Harganya di De Ranch Lembang:

  • Delman 30,000 Rupiah
  • Kuda Tunggang 25,000 Rupiah
  • Triker 25,000 Rupiah
  • The Gold Hunter 20,000 Rupiah
  • Kuda Poni 25,000 Rupiah
  • Kolam Pancing 20,000 Rupiah
  • Fun Boat 20,000 Rupiah
  • Balon Air 20,000 Rupiah
  • Flying Fox 20,000 Rupiah
  • Sepeda Balita 20,000 Rupiah
  • Sepeda Track 20,000 Rupiah
  • Tangkap Ikan 20,000 Rupiah
  • Mancing Anak 20,000 Rupiah
  • Loncat Anak 20,000 Rupiah
  • Panahan 20,000 Rupiah
  • Trampolin 20,000 Rupiah
  • Pony Kidz 20,000 Rupiah
  • Kidtrik 20,000 Rupiah
  • Kolam Indian Totem Web 20,000 Rupiah
  • Kuda Ayun 20,000 Rupiah
  • Peti Luncur 15,000 Rupiah
  • Riding Out 200,000 Rupiah
  • Delman Luar 40,000 Rupiah
  • bola air De Ranch

Selain Berbagai Jenis Permainan, De Ranch Juga Mempunyai Fasilias Berikut:

  • Factory outlet yang menyediakan kerajinan khas De Ranch, oleh-oleh, dan juga pakaian bergaya koboi.
  • Restoran yang menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman, menu yang paling terkenal adalah sosis bakar khas De Ranch
  • Pasar tanaman yang menyediakan berbagai jenis tanaman hias
  • Toko oleh-oleh dan jajanan khas Lembang
  • Kursus menunggang kuda
  • Kursus merawat kuda
  • Kursus kusir kereta kuda
  • Kursus memasak kue khas De Ranch
  • Kursus memerah sapi

13. Museum Geologi Bandung


Ini merupakan sebuah museum bersejarah di kota Bandung yang di dibangun pada tanggal 16 Mei 1928. Museum Geologi Bandung banyak dijadikan tujuan study tour oleh sekolah-sekolah atau perguruan tinggi. Bagi Anda yang berencana melakukan wisata edukasi di Bandung jangan lewatkan mengunjunginya.

Jam buka Museum Geologi Bandung adalah mulai dari pukul 9 pagi sampai dengan 15.30 sore, kusu untuk hari Sabtu dan Minggu buka hanya sampai jam 13.30 siang. Alamat Museum Geologi Bandung adalah di Jl. Diponegoro No.57, Bandung, Jawa Barat 40122, Phone: (022) 7213822

Museum Geologi Bandung adalah sebuah museum yang sudah menjadi bangunan bersejarah di kota Bandung, sehingga menarik minat banyak wisatawan. Museum yang dilindungi dan dirawat oleh pemerintah ini dibangun pada tanggal 16 Mei 1928 dan sempat direnovasi dengan dana bantuan dari Jepang sehingga saat ini tetap dalam kondiri baik sebagai tempat wisata yang layak dikunjungi di Bandung. Setelah renovasi, Museum Geologi Bandung dibuka kembali oleh Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000.



Selain sering mendapatkan kunjungan wisata, Museum Geologi Bandung juga sering kali menjadi tempat tujuan study tour sekolah-sekolah yang berlokasi di kota Bandung dan sekitarnya. Hal ini dikarenakan koleksi yang dimiliki Museum Geologi Bandung sangat berguna untuk pendidikan serta mempunyai nilai-nilai sejarah kehidupan dan pelestarian alam yang sangat mendidik. Koleksi yang dimiliki oleh Museum Geologi Bandung yaitu bebatuan, fosil, dan mineral. Di tempat ini pengunjung juga dapat mempelajari banyak hal yang berhubungan dengan bencana alam, bumi, pemanfaatan sumber daya dengan benar, cara mengolah energi, dan lain-lain.



Museum Geologi Bandung dari luar terlihat seperti gedung pada umumnya, namun di dalamnya menyimpan banyak sekali benda menarik yang tidak dapat ditemukan di tempat wisata lain. Museum ini dibagi menjadi 2 lantai dengan fungsi dan koleksi yang berbeda-beda pada setiap lantai dan ruangannya. Ada apa saja di museum yang dirancang oleh arsitek Belanda ini?

Lantai 1 Museum Geologi Bandung

Lantai 1 Museum Geologi Bandung terbagi menjadi 3 ruangan yang berbeda, yaitu ruangan tengah, barat, dan timur.


Isi ruang tengah:

  1. Animasi kegiatan geologi dan kegiatan museum dalam layar lebar
  2. Pelayanan informasi museum
  3. Pelayanan pendidikan dan penelitian

bebatuan Museum Geologi Bandung

Isi ruang barat:


  • Hipotesis terjadinya bumi
  • Sistem tata surya
  • Tatanan tektonik regional
  • Maket pergerakan lempeng-lempeng aktif kulit bumi
  • Keadaan geologi Indonesia
  • Fosil manusia purba
  • Sejarah evolusi manusia menurut teori evolusi Darwin
  • Berbagai jenis bebatuan: batuan beku, sedimen, dan malihan
  • Pemetaan sumber daya mineral di Indonesia
  • Berbagai jenis peralatan dan perlengkapan lapangan
  • Sarana pemetaan dan penelitian
  • Hasil akhir kegiatan, misalnya peta geologi, geofisika, geomorfologi, gunung api, seismotektonik dan lain-lain
  • Pertunjukkan keadaan gunung berapi aktif di Indonesia, misalnya: Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Krakatau, Gunung Merapi, dan lain-lain.
  • Bebatuan hasil kegiatan gunung api

fosil dinosaurus Museum Geologi Bandung

Isi ruang timur:


  • Sejarah perkembangan dan pertumbuhan makhluk hidup yang mendiami planet bumi dari masa primitif sampai dengan masa modern
  • Fosil dinosaurus Tyrannosaurus Rex Osborn
  • Kumpulan tengkorak manusia purba yang pernah ditemukan di Indonesia
  • Artefak yang digunakan manusia purba, mencerminkan perkembangan kebudayaan dari waktu ke waktu
  • Sejarah pembentukan Danau Bandung
  • Fosil ikan dan ular yang ditemukan dalam lapisan tanah Danau Bandung
  • Artefak yang ditemukan di pinggir Danau Bandung
  • Informasi proses pembentukan fosil
  • Informasi proses pembentukan batubara dan minyak bumi
  • Informasi keadaan lingkungan purba

Lantai 2 Museum Geologi Bandung


fosil ular Museum Geologi Bandung

Lantai 2 Museum Geologi Bandung terbagi menjadi 3 bagian utama, yaitu bagian tengah, barat, dan timur.

Isi ruang tengah:

Maket tambang emas paling besar di dunia yang berlokasi di Irian Jaya
  • Bebatuan asal Papua (Irian Jaya)
  • Miniatur pengeboran minyak bumi
  • Miniatur pengeboran gas bumi

Isi ruang barat:

Ruangan untuk staf Museum Geologi Bandung

Isi ruang timur:

  • Informasi manfaat dan kegunaan batu mineral bagi manusia
  • Gambar penyebaran sumber daya mineral di Indonesia
  • Rekaman kegiatan eksplorasi sumber daya mineral
  • Rekaman kegiatan eksploitasi sumber daya mineral
  • Informasi penggunaan mineral dalam aktifitas sehari-hari secara tradisional
  • Informasi penggunaan mineral dalam aktifitas sehari-hari secara modern
  • Cara mengolah mineral dan energi
  • Informasi berbagai jenis bahaya geologi misalnya tanah longsor, letusan gunung api, dan lain-lain
  • Informasi aspek positif geologi yang berkaitan dengan gunung api
  • Penjelasan cara memanfaatkan sumber daya air
  • Penjelasan pengaruh lingkungan terhadap kelestarian sumber daya alam
Lokasi Museum Geologi Bandung


peta Museum Geologi Bandung






[sumber gambar : google]

Museum Geologi Bandung beralamat di Jalan Diponegoro Nomor 57, Bandung. Lokasi museum ini sangat mudah dicapai karena berada di tengah kota dan banyak kendaraan umum yang lewat. Bila Anda ingin menggunakan kendaraan umum, maka Anda bisa menaiki angkot dengan nomor 10. Angkot yang bewarna kuning – hijau ini memiliki rute Stasiun Hall – Sadang Serang. Bila menaiki angkot ini, mintalah untuk turun di pertigaan Masjid Pusdai, kemudian setelah turun Anda harus menaiki angkot nomor 05 bewarna hijau – hitam. Angkot ini mempunyai rute Cicaheum – Ledeng dan melewati Museum Geologi Bandung. Museum Geologi Bandung terletak dekat dengan Gedung Sate, salah satu ikon kota Bandung.

Harga tiket masuk dan jam buka Museum Geologi Bandung

Harga tiket masuk Museum Geologi Bandung adalah 2.000 Rupiah untuk pelajar, 3.000 Rupiah untuk wisatawan lokal, dan 10.000 Rupiah untuk wisatawan asing.

Museum Geologi Bandung buka dari jam 9 pagi sampai dengan 15.30 sore pada hari Senin sampai Kamis, dan jam 9 pagi sampai dengan jam 13.30 siang pada hari Sabtu dan Minggu. Museum ini tutup setiap hari Jumat dan hari libur nasional.

14. Saung Angklung Udjo – Eksotisme Cagar Budaya Sunda

Saung Angklung Udjo – Kebanggaan warga Jawa Barat akan budaya dan kesenian tradisional Sunda telah menjadikan Saung Angklung Mang Udjo sebagai salah satu tempat wisata di Bandung menjadi Pusat budaya khas alat musik kesenian tradisional rakyat yang bernama Angklung.


 Saung Udjo Bandung

SEJARAH SAUNG ANGKLUNG UDJO


Tempat Wisata Di Bandung Timur ini sesuai dengan namanya Saung Angklung Udjo,didirikan oleh budayawan sunda yang bernama Udjo Ngalagena bersama isterinya Uum Sumiati.Memiliki cita-cita memelihara serta mempertahankan alat musik tradisional khas sunda Angklung,serta didedikasikan sebagai salah satu tempat cagar budaya sunda di Jawa Barat.

Memiliki sebutan lain Saung Angklung Mang Udjo,tempat wisata di bandung ini adalah satu-satunya tempat yang bisa dikatakan sebagai pioneer sekaligus menjadi pusat kesenian tradisional angklung yang menyajikan atraksi pagelaran memainkan Alat musik tradisional yang terbuat dari bambu beserta dengan proses pembuatannya dalam satu kawasan wisata.

Tempat Wisata Di Bandung mencatat,karena sejarah pendirian serta tujuan dari mendirikan saung angklung Udjo ini sebagai pusat pendidikan dan juga penelitian kebudayaan sunda khususnya Angklung,maka tempat ini mampu menarik minat banyak sekali wisatawan,baik wisatawan domestik apalagi Wisatawan Mancanegara.Hal itu bisa dibuktikan dengan selalu penuh serta ramenya saung Udjo Bandung setiap kali ada pementasan kesenian musik angklung di tempat ini.

ALAMAT SAUNG ANGKLUNG UDJO


Saung Angklung Udjo berada di kawasan Bandung Timur,tepatnya adalah di Jalan Padasuka No 118.Berada di Jalan Utama kota Bandung,sehingga bagi para wisatawan yang ingin belajar memainkan dan membuat atau sekedar tahu seperti apa kesenian angklung dan bagaimana cara pembuatannya untuk menuju lokasi ini sangatlah mudah untuk dicapai.

RUTE MENUJU SAUNG ANGKLUNG UDJO

Untuk mencapai lokasi Saung Angklung Mang Udjo ini,setiap wisatawan bisa menggunakan berbagai cara untuk bisa ke lokasi ini.


  • Kendaraan Pribadi,anda yang menggunakan kendaraan pribadi roda 4/mobil dan dari luar kota Bandung,bisa keluar di pintu tol Pasteur,kemudian dilanjutkan ke arah Flyover Pasupati dan diteruskan dengan mengambil arah Jalan Padasuka.Dengan melihat papan Reklame besar bertuliskan SAU anda pun akan terbantu menemukan lokasi wisata ini.[ Tol Pasteur -> Flyover Pasupati -> Jalan Padasuka ]
  • Kendaraan Umum,apabila anda turun di terminal Leuwipanjang,Stasion Kereta atau Bandara Husein Sastranegara,maka anda cukup ambil rute angkutan umum menuju terminal Cicaheum,karena Saung Angklung Udjo Bandung ini berjarak 100 meter sebelum Terminal Cicaheum.Selepas turun angkutan umum/angkot/taksi,anda bisa berjalan kaki atau juga sewa ojek ( Rp.10.000 ) untuk bisa sampai persis ke lokasi.

HARGA TIKET MASUK SAUNG ANGKLUNG MANG UDJO


Tiket masuk ke Saung Angklung Udjo adalah sebagai berikut :


  • – Weekday [ Senin – Jum’at ] = Rp.60.000
  • – Weekend [ Sabtu – Minggu ] = Rp.75.000

Catatan : harga tiket masuk tersebut sudah termasuk Welcome Drink serta menonton berbagai pagelaran seni budaya tradisional sunda juga pagelaran alat musik tradisional spektakuler Angklung selama 2 jam.

Untuk Waktu Pertunjukannya sendiri di Saung Angklung Udjo adalah mulai pukul 09.00 sampai pukul 15.30 wib.

KEGIATAN PAGELARAN SENI DI SAUNG ANGKLUNG UDJO

Saung Angklung Mang Udjo

  • Musik Angklung,dimainkan oleh anak-anak didik Saung Angklung Mang Udjo yang berusia masih muda,biasanya di bawah 10 tahun,namun memiliki keterampilan yang sangat luar biasa dan dijamin anda akan takjub melihatnya.
  • Arumba, perpaduan antara musik tradisional khas sunda angklung mengiringi tarian khas sunda,menjadikan sebuah ritme  musik yang sangat merdu dan indah.
  • Wayang Golek,kesenian asli urang sunda yang terkenal dengan si Cepot dan Dewala ini,akan disuguhkan selama 10-15 menit kepada anda dengan konsep cerita rakyat yang lucu dan dijamin anda akan tertawa puas di sini.
  • Helaran ,adalah Ritual syukuran tradisi khas budaya sunda.
  • Tarian Sunda seperti Jaipongan


Dan yang pertunjukan pagelaran seni di Saung Angklung Udjo yang bisa jadi paling berkesan dan menantang adalah,ketika anda dan pengunjung lainnya diajak untuk ditantang memegang sekaligus memainkan alat musik tradisonal Angklung secara langsung.

Tiap pengunjung diberikan 1 buah angklung,dan diberikan tugas untuk memainkan satu buah nada yang nantinya akan dimainkan dan dipadukan secara serempak dengan seluruh pengunjung yang telah diberi arahan untuk memainkan nada-nya masing-masing secara bersamaan.

Dipimpin seorang Dirigen yang berdiri di tengah panggung pertunjukan,dan ketika anda bersama pengunjng lain paham tugasnya masing-masing,maka dijamin pengalaman anda merasakan sensasi menjadi pemain angklung bak suguhan orchestra tradisonal menjadi sesuatu pengalaman yang tidak akan pernah bisa dilupakan.

FASILITAS SAUNG ANGKLUNG UDJO

Toko Souvenir Saung Angklung Udjo








  • Penginapan/Guest House, Sebagai kwasan wisata budaya yang berkonsep One Stop Holiday,Saung Angklung Udjo juga memiliki fasilitas penginapan dan Guest House,Sehingga bagi anda yang ingin dan betah dengan dengan suasana wisata budaya sunda yang eksotis di sini,bisa menginap atau bermalam di sini.Adapun untuk harga sewa kamarnya berkisar antara Rp.300.000 sampai Rp.900.000/ malam.
  • Toko Souvenir, di tempat ini juga anda bisa membeli oleh-oleh atau cendera mata berupa berbagai macam kerajinan tangan,sepetti Tas,Sandal,wayang Golek,Gantungan Kunci serta alat musik tradisional khas Saung Angklung Mang Udjo yaitu Angklung.


Bagaimana ? menarik bukan ? Demikianlah referensi destinasi wisata anda di Bandung yang wajib anda kunjungi untuk merasakan sensasi wisata cagar budaya Sunda,hanya ada di Saung Angklung Udjo.

Pertunjukan yang dapat Anda saksikan di Saung Angklung Udjo yaitu:

1. Demonstrasi wayang golek

Pementasan sandiwara boneka kayu khas Sunda yang mirip badan manusia lengkap dengan kostumnya. Setiap pementasan wayang golek selalu ada pesan moralnya.

2. Helaran

Helaran biasanya dimainkan untuk upacara tradisional khitanan dan upacara panen padi. Karena bertujuan untuk menghibur dan bersyukur pada Tuhan, musiknya bersifat semangat dan riang. Angklung yang dipakai untuk Helaran adalah angklung yang bernada pentatonis.

3. Tari Topeng

Tarian khas Cirebon yang ditarikan oleh perempuan. Pertama mereka akan menari tanpa menggunakan topeng. Ceritanya pembawa berita dari Majapahit sedang menyelidiki keadaan Kerajaan Blambangan. Kemudian mereka mulai menari memakai topeng dengan cerita si pembawa berita menyamar menjadi seorang pria yang gagah untuk melawan Prabu Menakjingga. Topeng berwarna merah melambangkan karakter yang tempramental.

4. Angklung Orkestra

Angklung tidak hanya dipakai untuk mengiringi lagu Sunda saja. Di angklung orkestra ini, akan dimainkan berbagai jenis lagu, mulai dari balonku, twinkle-twinkle little star, sampai dengan lagu-lagu dangdut dan lagu daerah Indonesia.

5. Bermain angklung bersama

Penonton juga diberi kesempatan untuk bermain angklung. Anak-anak bimbingan Saung Angklung Udjo akan meminjamkan angklung dengan berbagai nomor. Dengan bimbingan dan instruksi dari Saung Angklung Udjo, dalam waktu yang amat singkat, penonton dapat memainkan beberapa lagu dengan angklung tersebut.

6. Menari bersama

Di akhir acara, anak-anak yang bergabung dengan Saung Angklung Udjo akan mengajak penonton untuk menari dan bernyanyi bersama.


Fasilitas yang ada di Saung Angklung Udjo bisa membuat Anda dan keluarga betah di sini. Apa saja fasilitas yang ada di Saung Angklung Udjo?

Bale Karesemen

Tempat berkumpul yang juga dipakai untuk pertunjukan seni. Terdapat panggung untuk karawistan dan kursi yang terbuat dari kayu.

Buruan Sari Asih

Di sini Anda dapat bersantai sambil menikmati suasana khas Sunda.

Pusat Produksi Angklung

Anda dapat melihat dan belajar cara membuat angklung yang terbaik di Indonesia.

Sentra Penyuluhan Kehutanan

Unit kegiatan yang bekerja sama dengan departemen kehutanan akan memberikan penyuluhan untuk memelihara pohon dalam berkontribusi pada lingkungan.

Saung dan dapur Udjo

Anda bisa berkumpul bersama sambil menikmati suasana khas Sunda. Anda juga dapat memesan makanan khas Sunda dengan harga tidak mahal dan rasa yang enak.

Saung Angklung Udjo juga memiliki:

  • Lahan parkir yang luas
  • Toko souvenir
  • Toilet yang bersih

Lokasi Saung Angklung Udjo
Saung Angklung Udjo

Saung Angklung Udjo beralamat di Jalan Padasuka Nomor 118, tidak jauh dari pusat kota Bandung. Untuk dapat mencapai Saung Angklung Udjo dengan kendaraan pribadi sangatlah mudah. Bila Anda berkendara dari Jakarta, maka Anda hanya perlu keluar pintu tol Pasteur kemudian lurus terus dan naik fly over melintasi Jalan Surapati dan Jalan Ph. Hasan Mustapa. Kemudian Anda akan melihat papan penunjuk jalan Saung Angklung Udjo di ujung Jalan Padasuka. Anda hanya perlu berbelok mengikuti papan petunjuk tersebut dan dalam jarak kurang lebih 200 meter Anda akan tiba di Saung Angklung Udjo. Tidak perlu kuatir akan melewati tempat ini tanpa sadar karena Saung Angklung Udjo sangatlah unik dengan banyak bambu di depannya.

Bila menggunakan angkot, dari Surapati, naik angkot nomor 06 rute Cicaheum – Ciroyom (arah Cicaheum) kemudian turun di perempatan Padasuka, dari sini Anda dapat berjalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter atau naik ojek menuju Saung Angklung Udjo.

Harga tiket masuk Saung Angklung Udjo

Harga tiket pertunjukkan Saung Angklung Udjo tidaklah mahal:

  • Dewasa (WNI): 60.000 Rupiah
  • Dewasa (WNA): 100.000 Rupiah
  • Pelajar (WNI): 40.000 Rupiah
  • Pelajar (WNA): 60.000 Rupiah
  • Anak-anak di bawah 3 tahun: gratis
Harga tersebut berlaku untuk hari kerja dan akhir pekan. Selain itu, tiket pertunjukan juga sudah termasuk minuman dengan pilihan: air mineral, teh, atau es lilin serta souvenir berupa gantungan kunci berbentuk angklung.


15. Kebun Binatang Bandung
- Bandung Zoological Park

Kebun Binatang Bandung merupakan salah satu obyek wisata alam flora dan fauna di Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Sejarah Kebun Binatang Bandung

Kebun Binatang Bandung ini pada awalnya dikenal dengan nama Derenten (dalam bahasa sunda, dierentuin) yang artinya kebun binatang. Kebun Binatang Bandung didirikan pada tahun 1930 oleh Bandung Zoological Park (BZP), yang dipelopori oleh Direktur Bank Dennis, Hoogland. Pengesahan pendirian Kebun Binatang ini diwenangi oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan pengesahannya dituangkan pada keputusan 12 April 1933 No.32. Pada saat Jepang menguasai daerah ini, tempat wisata ini kurang terkelola, hingga pada tahun 1948, dilakukan rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi tempat wisata ini.

Pada tahun 1956, atas inisiatif dari Raden Ema Bratakusumah, Bandung Zoological Park dibubarkan dan berganti menjadi Yayasan Marga Satwa Tamansari pada tahun 1957.

Berbagai wahana rekreasi di Kebun Binatang Bandung


  • Flying fox
  • Taman bermain
  • Kolam untuk perahu dan perahu bebek

Fungsi Kebun Binatang Bandung bagi masyarakat

Fungsi kebudayaan. Kebun Binatang Bandung sebagai tempat rekreasi yang didalamnya terdapat wahana pergelaran seni budaya, tentunya mempunyai fungsi kebudayaan, yaitu dapat menanamkan kesadaran dan rasa cinta tanah air melalui pengamatan dan pemahaman kekayaan budaya, serta pengamatan dan pemahaman kekayaan flora dan fauna.










[sumber gambar : google]

Fungsi pendidikan dan Iptek. Kebun Binatang Bandung merupakan sebuah wahana yang dapat dimanfaatkan oleh kalangan edukatif untuk menambah pengetahuan dan untuk menghasilkan butir-butir pengetahuan baru yang bermanfaat dan berguna bagi kehidupan masyarakat. Kebun Binatang Bandung ini juga dapat dimanfaatkan sebagai obyek riset atau penelitian di berbagai keilmuan.
Fungsi perlindungan dan pelestarian kekayaan alam. Kebun Binatang Bandung sebagai tempat dimana wahana flora dan fauna dikembangkan dan dilestarikan, berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan berbagai satwa flora dan fauna dengan tujuan menjaga kekayaan alam.
Fungsi rekreasi. Kebun binatang bandung tentunya mempunyai fungsi sebaga tempat rekreasi bagi masyarakat.

16Rumah Mode

Rumah Mode adalah salah satu tempat wisata belanja yang terkenal di kawasan Bandung. Memang banyak Factory Outlet ternama di kawasan Bandung, namun Rumah Mode memiliki fasilitas penunjang yang lengkap kunjungan bersama keluarga, karena selain menjual aneka ragam pakaian yang lengkap untuk semua umur yang yang paling trends, FO ini juga menyajikan makanan khas bandung & Resto, ada juga tempat bermain untuk anak-anak yang disediakan oleh pengelola.


Alamat Rumah Mode berada di Jl. Setiabudhi No.41 Bandung dengan Nomor Telepon 022-2035498






[sumber gambar : google]
Bandung adalah kota tujuan wisata favorit warga Jakarta, Bogor, Sentul, dan sekitarnya karena menawarkan banyak jenis wisata yang menarik. Salah satu jenis wisata di Bandung yang sangat disukai warga Jakarta dan sekitarnya adalah wisata belanja. Dengan berbagai pilihan tempat belanja yang murah meriah, Bandung sangat disukai para penggila belanja. Mulai dari pusat belanja tradisional tanpa pendingin ruangan di pinggir jalan, sampai dengan factory outlet yang besar dan nyaman ada di Bandung.

Rumah Mode

Bila Anda hanya berada di Bandung dalam waktu yang singkat, ada baiknya Anda mengetahui dan memilih tempat wisata belanja yang ingin Anda datangi sebelum berangkat ke Bandung. Sekarang ini, tempat wisata belanja yang paling diminati dan sudah menjadi tempat wisata di Bandung yang wajib dikunjungi adalah factory outlet bernama Rumah Mode. Dengan tempatnya yang besar dan nyaman, serta koleksi barang fashion yang beragam untuk pria, wanita, dan anak-anak, Rumah Mode sangatlah disukai wisatawan sehingga tidak perlu heran bila tempat ini ramai dipenuhi pengunjung, bahkan sampai menyebabkan kemacetan pada akhir pekan dan hari libur.

Bila dilihat dari luar, bangunan Rumah Mode Bandung tidak seperti mall besar dan mewah, melainkan hanya seperti rumah biasa dengan perpaduan arsitektur tradisional, arsitektur Bali, dan arsitektur modern sehingga Anda akan merasa seperti di rumah sendiri. Namun, tidak perlu kuatir karena di dalam kawasan ‘One Stop Shopping’ yang sudah menjadi ikon wisata belanja di Bandung ini terdapat berbagai fasilitas penunjang wisata belanja yang lengkap.

 Apa saja fasilitas yang ada di Rumah Mode?

Selain ruangan belanja yang luas, factory outlet terbesar di Bandung ini juga mempunyai fasilitas lain yang dapat digunakan pengunjung, baik yang berbelanja maupun yang hanya menunggu, yaitu:
  1. Lahan parkir yang luas
  2. Coffee shop
  3. Taman dengan bangku santai
  4. Restoran
  5. Kolam air mancur
  6. Interior bersuasana tradisional
  7. Mesin ATM Bank BCA dan Bank BNI
  8. Pijat refleksiologi
  9. Bakery
  10. Cafe
  11. Toilet
  12. Musholla
  13. Stand penjualan tiket Trans Studio Bandung
Dengan lengkapnya fasilitas penunjang, Anda yang tidak berbelanja dan hanya menemani bisa melakukan aktifitas lainnya seperti wisata kuliner, bermain di taman, bersantai, sampai dengan menikmati hiburan dari musisi dan badut.

wisata belanja Rumah Mode

Harga barang di Rumah Mode memang sedikit lebih mahal bila dibandingkan dengan factory outlet lain yang ada di Bandung, namun menurut saya tempat wisata belanja ini sangat layak untuk dikunjungi karena sangat nyaman dan berfasilitas lengkap. Bila Anda tidak membawa uang cash yang cukup, tidak perlu kuatir karena selain menerima pembayaran secara tunai, Rumah Mode juga menerima pembayaran yang menggunakan kartu debit dan kartu kredit.

Barang apa saja yang ditawarkan di Rumah Mode Bandung?

Rumah Mode sebagai factory outlet terbesar di Bandung menawarkan berbagai jenis barang fashion, di antaranya:

  • Pakaian wanita
  • Pakaian pria
  • Pakaian anak-anak
  • Jaket
  • Pakaian formal
  • Pakaian kasual
  • Celana
  • Sepatu
  • Tas
  • Aksesoris
  • Barang-barang fashion bermerek sisa ekspor
  • Mainan anak-anak

Lokasi Rumah Mode

Rumah Mode yang berkonsep ‘One Stop Shopping’ beralamat di Jalan Dr. Setiabudi Nomor 41, Bandung. Dengan penunjuk jalan dan penanda lokasi yang sangat jelas dan besar, Anda yang membawa kendaraan pribadi tidak perlu kuatir akan kesulitan mencari-cari lokasi dari Rumah Mode. Bila Anda tersesat, jangan malu-malu untuk bertanya arah pada orang di pinggir jalan karena Rumah Mode sangatlah terkenal sehingga semua warga Bandung mengetahui lokasi factory outlet ini.

Bila Anda menggunakan kendaraan umum, Rumah Mode dapat dicapai dengan cara:

Naik angkot jurusan Ledeng dari Jalan Merdeka, kurang lebih dalam waktu 20 menit angkot ini akan lewat depan Rumah Mode

Naik angkot dari Terminal Ledeng menuju Cicaheum, St. Hall, atau Kalapa. Angkot-angkot ini akan melewati Rumah Mode setelah kurang lebih 10 menit perjalanan

Jam Operasional Rumah Mode

Rumah Mode sangatlah ramai pengunjung, oleh karena itu sebaiknya Anda datang pada pagi hari pada saat factory outlet ini baru buka. Dengan datang lebih awal, jalanan di sekitar Rumah Mode yang terkenal macet pada akhir pekan dapat Anda lewati dengan lancar, dan Anda dapat berbelanja tanpa berebut dengan pengunjung lain.

Jam buka Rumah Mode:

Senin – Jumat: jam 9.30 pagi sampai 20.30 malam
Sabtu – Minggu: jam 8.30 pagi sampai 21.30 malam

17. Bumi Perkemahan  RANCA UPAS




Ranca Upas :  memiliki luas area yang sangat luas sekitar 215 Hektar.Sebagai salah satu kawasan Hutan lindung di Bandung,kawasan Ranca Upas merupakan sebagai tempat konservasi berbagai macam tumbuhan Flora langka seperti Jamuju,Huru,Hamirug,Kihujan,Kitambang serta  aneka Fauna seperti Burung dan Rusa.

Tempat Wisata Di Bandung Selatan ini sendiri berada pada ketinggian 1700 meter di atas permukaan air laut,sehingga suhu udara di kawasan wisata alam yang masih sangat alami ini sangat dingin dan ekstrim berkisar di 17 derajat Celsius sampe 20 derajat Celsius.Bahkan apabila di malam hari,suhu di sini bisa mencapai suhu terendah di bawah 0 derajat Celsius.

Jadi apabila anda mencari objek wisata di bandung selatan selain Kawah Putih,Situ Patenggang dan Cimanggu untuk berwisata bersama keluarga,teman atau pasangan dengan tujuan ingin menikmati keindahan alam pegunungan yang sangat indah dan alami serta merasakan sensasi suhu udara yang sangat ekstrim super dingin,penulis merujuk kawasan wisata yang terkenal dengan nama Kampung Cai Ranca Upas ini

Fasilitas Wisata dan kegiatan di Ranca Upas Ciwidey













[gambar dari google]

Ranca Upas sebagai kawasan wisata alam terpadu, wisata bandung - memiliki beraneka ragam jasa wisata unggulan yang menjadi daya tarik para wisatawan selalu ramai berkunjung ke tempat wisata di bandung selatan ini,antara lain ;

1. Areal Camping Ranca Upas Smart Camp Adventure


Bumi Perkemahan Ranca Upas
Tempat Wisata Di Bandung Selatan Ranca Upas
Terkenal sebagai kawasan tempat camping yang sangat luas dengan kapasitas mencapai 10.000 ribu orang,sehingga tempat ini sangat begitu leluasa dan anda bisa memilih lokasi atu tempat camping yang sesuai dengan keinginan anda.

2. Penangkaran Rusa


Penangkaran Rusa Ranca Upas
Tempat Wisata Di Bandung Selatan Ranca Upas
Objek Wisata Di Bandung Selatan ini juga adalah salah satu tempat terkenal sebagai konservasi Fauna jenis Rusa yang dibiarkan hidup di alam bebas seperti di habitat aslinya.Menikmati suasana dingin alam pegunungan yang menghampar,sambil melihat serta memberi makanan kepada hewan Rusa bisa menjadi sensasi tersendiri bagi anda.

3. Kolam Pemandian Air Panas dan Waterboom


Pemandian Air Panas Waterboom Ranca Upas
Tempat Wisata Di Bandung Selatan Ranca Upas

Kawasan yang terkenal dengan hawa dinginnya ini juga sudah tersedia kolam renang serta pemandian air panas dengan fasilitas waterboom.Anda bisa menikmati sensasi bermain air dan berenang di kolam pemandian air panas di tengah kawasan hutan yang sangat indah,sejuk dan dingin.

4. Fun Adventure



Tempat Wisata Di Bandung Selatan Ranca Upas
Kawasan Wisata di Ciwidey ini juga menyediakan fasilitas Fun Adventure seperti kegiatan Outbond yang sangat menarik dan menantang dan banyak disukai para wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.Bisa dilakukan bersama keluarga atau kelompok,kegiatan outbond di kawasan wisata ini dijamin akan menjadi petualangan seru anda yang tidak akan dijumpai di tempat wisata lainnya.

5. Fun Games

Tempat Wisata Di Bandung Selatan Ranca Upas
Tempat Wisata Di Bandung ini juga menyediakan fasilitas bermain serta permainan yang akan menambah sensasi berlibur di tempat wisata di bandung selatan ini.seperti main perahu-perahuan seperti kayak di kolam air dan games seru lainnya yang wajib anda coba.

Harga Tiket Masuk Ranca Upas

– Perorang Rp.10.000
– Kendaraan Roda 4 Rp.5.000
– Kendaraan Roda 2 Rp.2.000
– Kendaraan Bus Rp.20.000

Alamat Ranca Upas

Jl.Raya Ciwidey – Patenggang KM 11
Rancabali,Ciwidey Bandung

Peta Lokasi Ranca Upas

Demikianlah Informasi tentang Kawasan Wisata Favorit Wisatawan yang populer dengan nama Ranca Upas.Sebagai salah satu tujuan Favorit destinasi wisatawan di daerah Ciwidey Bandung Selatan [ Ranca Upas – Kampung Cai Ranca Upas ]

Sejarah dan Mitos 

Ranca Upas Ciwidey menjadi salah satu tempat pelatihan Kopassus, dulunya ranca upas merupakan hutan belantara dengan rawa yang luas. Setelah hutan tersebut bebas dari hewan buas, Ranca Upas dijadikan hutan lindung oleh pihak Perhutani dan kemudian membuka lahan tersebut untuk menjadi sebuah Camping Ground.

Ranca Upas Ciwidey, diambil dari kata bahasa Sunda yaitu "Ranca" yang berarti "Rawa", dan "Upas" adalah petugas Perhutani yang melegenda dikawasan Gunung Patuha. Diceritakan bahwa Upas merupakan seorang yang berbadan kekar dengan tinggi 198 cm, dia berkebangsaan Belanda. Beliau meninggal saat melaksanakan tugas lapangan untuk menjelajahi rawa di kawasan yang sekarang menjadi Ranca Upas, yang sampai saat ini mayatnya tidak pernah ditemukan.

Oleh masyarakat setempat dipercaya bahwa arwah Upas, masih ada di alam dunia ini. Pada tahun 1960-1980, masih banyak masyarakat setempat yang bertemu dengan Upas saat mencari kayu bakar di hutan. Konon dikatakan bahwa Upas selalu memakai topi laken (koboi) dengan diameter yang lebar lengkap dengan seragam Perhutani yang pada masa itu berwarna coklat dengan kepala menunduk ditutupi topi lebarnya.

Pernah dikatakan seseorang menemukan sebuah batu dengan bentuk hampir menyerupai macan yang sedang duduk. Namun sampai saat ini, batu tersebut masih menjadi mitos masyarakat setempat.

Pada saat dibangun sebuah penangkaran rusa di Ranca Upas oleh pihak Perhutani, hanya seorang juru kunci yang dapat melakukan pemanggilan terhadap rusa-rusa tersebut dan memberikan makanan secara langsung, beliau adalah Abah Taji. Namun sekarang setiap orang dapat berinteraksi dan menikmati keindahan dari makhluk yang bertanduk indah ini.

18. Cihampelas Walk (CiWalk)


Cihampelas Walk (Ciwalk) adalah salah satu pusat perbelanjaan mewah di Kota Bandung. Mall ini berdiri pada tahun 2004. Mall ini merupakan tempat berbelanja yang berbeda, bersih dan nyaman. Ini memang dikondisikan untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung agar lebih nyaman berbelanja.

Berjalan-jalan di Cihampelas pada siang, sore dan malam hari akan berbeda suasananya. Lampu dari tiap gerai dan bangunan utama pada malam hari akan memberikan atmosfer yang berbeda, belum lagi juntaian dan lilitan lampu hias yang digantungkan di pohon-pohon sekitar outdoor Ciwalk.

Pada tahun 2009 Ciwalk memberikan variasi baru untuk pengunjung. Yaitu dengan CX Cihampelas Walk Extension yang terdiri dari butik, hotel, dan skywalk. Ciwalk extention merupakan terobosan baru yang akan hadir melengkapi kawasan belanja Cihampelas Walk.

Di Ciwalk terdapat sebuah hotel baru yaitu ASTON Ciwalk dan Sensa Hotel dengan standar bintang 4 dengan jumlah 650 kamar , sehingga bagi para custemer yang menginap di Ciwalk hotel merasa lebih privat dan eksklusif. Selain desain hotel yang unik menyerupai kupu-kupu di kompleks Ciwalk inipun akan dibangun skywalk.

Kehadiran 2 hotel di tengah-tengah Ciwalk yang sudah beroperasi pada tahun 2009 akan menambah lengkap Ciwalk.

Cihampelas Walk atau sering disingkat menjadi Ciwalk adalah salah satu tempat wisata di Bandung yang terkenal untuk wisata belanja dan wisata kuliner. Cihampelas Walk merupakan sebuah mall yang tergolong baru, karena baru mulai dibuka untuk umum pada tahun 2004. Walau tergolong baru, Ciwalk saat ini sudah menjadi salah satu tempat wisata yang paling ramai dikunjungi di Bandung.

 Apa Perbedaan Cihampelas Walk Dengan Mall Lain?

Cihampelas Walk

Konsep wisata yang nyaman dengan udara sejuk dan alami adalah hal yang menjadi pembeda Cihampelas Walk dengan mall lainnya. Dengan perpaduan indoor dan outdoor, anda dapat menikmati kenyamanan mall kelas atas sekaligus menikmati kesejukan udara pegunungan kota Bandung. Dengan luas lebih dari 3 hektar, Ciwalk adalah tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu di Bandung bagi segala kalangan dan usia.

Waktu anda datang ke Ciwalk akan sangat menentukan suasana karena berjalan-jalan di Ciwalk pada siang, sore, dan malam hari suasananya akan sangat berbeda. Hal ini dikarenakan lampu dan hiasan di Ciwalk telah diatur sedemikian rupa sehingga akan memberikan suasana yang berbeda.

suasana malam Cihampelas Walk - wisata bandung

suasana malam Cihampelas Walk









Selain itu, pusat perbelanjaan dan kuliner Cihampelas Walk juga menyatu dengan sebuah hotel mewah, yaitu Hotel Sensa yang berbintang 4. Bagi anda yang ingin berjalan-jalan di Ciwalk dan ingin menginap, Hotel Sensa adalah pilihan yang tepat. Bila harganya menurut anda terlalu mahal, tidak perlu kuatir karena disekitar Ciwalk banyak terdapat hotel dengan berbagai kelas dan harga.

Lokasi Cihampelas Walk

Cihampelas Walk beralamat di Jalan Cihampelas No. 160, Bandung. Ciwalk sangat mudah ditemukan karena berada di jalan utama yang ramai. Lalu lintas di sekitar Ciwalk biasanya cenderung padat dan tersendat karena ramainya pengunjung, terutama pada akhir pekan. Di Jalan Cihampelas terdapat berbagai macam restoran, hotel, dan tempat menarik sehingga tidak aneh bila banyak orang yang berkunjung ke jalan ini, baik pada hari biasa, maupun pada akhir pekan dan hari libur. Selain itu, jalan ini juga dekat dengan banyak tempat wisata di Bandung yang populer.

Jam Operasional Cihampelas Walk
Cihampelas Walk buka dari jam 10 pagi sampai dengan 10 malam.

Toko di Cihampelas Walk

  • Acer
  • Fila
  • Giordano
  • Kappa
  • Nike
  • Oke Shop
  • Optik Melawai
  • Optik Seis
  • Johnny Andrean
  • Piere Cardin
  • M Photo Studio
  • Sony
  • Sports Station
  • Wacoal
  • Yogya
  • Crocs
  • Dan Lain-lain
  • Restoran di Cihampelas Walk
  • Bread Talk
  • Es Teler 77
  • Gokana
  • Hoka Hoka Bento
  • Honeymoon Desert
  • J.CO
  • Pizza Hut
  • Platinum
  • Raacha
  • Rotiboy
  • Solaria
  • Raffel’s
  • Tokiyo
  • Texas Chicken
  • Starbucks Coffee
  • Bengawan Solo Coffee
  • Roppan
  • Wendy’s
  • KFC
  • Dan Lain-lain

Hiburan di Cihampelas Walk

  • NAV Karaoke
  • Game Master
  • Ciwalk XXI
  • Dan Lain-lain

19. Masjid Agung Bandung

Wisata religi yang paling terkenal berada di area Kota Wisata Bandung ini merupakan sebuah tempat peribadatan umat muslim yang terbesar di kawasan Jawa Barat yang memiliki luas bangunan 8.575 m2 sehingga mampu menampung Jama’ah sebanyak 12.412 orang, bangunan masjid berdiri di area tanah seluas 23.448 m2. Kemudian di halaman depan ada sebuah taman yang tertata dengan indah dan di bawah taman tersebut merupakan tempat parkir mobil untuk para jama’ah, tamu ataupun wisatawan yang datang mengunjungi lokasi tersebut.

Yang paling menarik dari masjid ini adalah kedua menara yang berada di samping kiri dan kanan masjid yang kini bisa dimasuki oleh semua wisatawan, semua pengunjung diperbolehkan menaiki hingga ke atas menara dengan menggunakan lift yang ada di dalamnya untuk melihat keindahan kota Bandung dari atas menara tersebut. Masjid ini lebih di kenal dengan sebutan Masjid Raya Bandung. Alamat lengkap Masjid Raya Bandung berada di Jl. Dalem Kaum No. 14 Alun-alun, Kec. Regol, Kota Bandung – Jawa Barat, No. Telepon Masjid Raya Bandung adalah 022 4240275 / 022 4240275. Tidak kurang dari 1000 orang mencari informasi di internet tentang masjid agung Bandung ini sehingga Masjid Raya Bandung termasuk dalam daftar 20 objek wisata Bandung yang cukup diminati.

Alun-ALun Masjid  Bandung menjadi wisata paling diminati semenjak direnovasi oleh M Ridwan Kamil

Masjid Tampak dengan Lapangan Hijau yang unik

Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, yang dulu dikenal dengan nama Masjid Agung Bandung adalah masjid yang berada di Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Status masjid ini adalah sebagai masjid provinsi bagi Jawa Barat. Masjid ini pertama dibangun tahun 1810, dan sejak didirikannya, Masjid Agung telah mengalami delapan kali perombakan pada abad ke-19, kemudian lima kali pada abad 20 sampai akhirnya direnovasi lagi pada tahun 2001 sampai sampai peresmian Masjid Raya Bandung 4 Juni 2003 yang diresmikan oleh Gubernur Jabar saat itu, H.R. Nuriana. Masjid baru ini, yang bercorak Arab, menggantikan Masjid Agung yang lama, yang bercorak khas Sunda.

simak videonya berikut ini. 


Masjid Raya Bandung, seperti yang kita lihat sekarang, terdapat dua menara kembar di sisi kiri dan kanan masjid setinggi 81 meter yang selalu dibuka untuk umum setiap hari Sabtu dan Minggu. Atap masjid diganti dari atap joglo menjadi satu kubah besar pada atap tengah dan yang lebih kecil pada atap kiri-kanan masjid serta dinding masjid terbuat dari batu alam kualitas tinggi. Kini luas tanah keseluruhan masjid adalah 23.448 m² dengan luas bangunan 8.575 m² dan dapat menampung sekitar 13.000 jamaah.

Masjid Raya Bandung berada di Alun-alun Bandung dekat ruas Jalan Asia-Afrika, pusat Kota Bandung. Lokasinya yang berada di pusat kota membuatnya begitu mudah untuk ditemukan. Tak jauh dari masjid ini, di ruas jalan yang sama berdiri megah Gedung Merdeka dan Hotel Preanger, dua bangunan yang begitu lekat dengan sejarah Konferensi Asia-Afrika tahun 1955. Ruas jalan antara Hotel Savoy Homann dan Gedung Asia-Afrika ini menjadi saksi bisu perjalanan para pemimpin negara negara Asia Afrika yang berjalan kaki dari Hotel Homman tempat mereka menginap ke lokasi konfrensi di Gedung Asia Afrika termasuk untuk sholat di Masjid Agung Bandung dan sebaliknya.

Sejarah Masjid Raya Bandung Jawa Barat

Masjid Agung Bandung pada tahun 1929, dengan corak khas Sunda

Masjid Raya Bandung Jawa Barat sebelumnya bernama Masjid Agung didirikan pertama kali pada tahun 1812. Masjid Agung Bandung dibangun bersamaan dengan dipindahkannya pusat kota Bandung dari Krapyak, sekitar sepuluh kilometer selatan kota Bandung ke pusat kota sekarang. Masjid ini pada awalnya dibangun dengan bentuk bangunan panggung tradisional yang sederhana, bertiang kayu, berdinding anyaman bambu, beratap rumbia dan dilengkapi sebuah kolam besar sebagai tempat mengambil air wudhlu. Air kolam ini berfungsi juga sebagai sumber air untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di daerah Alun-Alun Bandung pada tahun 1825.[1]

Setahun setelah kebakaran, pada tahun 1826 dilakukan perombakkan terhadap bangunan masjid dengan mengganti dinding bilik bambu serta atapnya dengan bahan dari kayu. Perombakan dilakukan lagi tahun 1850 seiring pembangunan Jalan Groote Postweg (kini Jalan Asia Afrika). Masjid kecil tersebut mengalami perombakkan dan perluasan atas instruksi Bupati R.A Wiranatakusumah IV atap masjid diganti dengan genteng sedangkan didingnya diganti dengan tembok batu-bata.

Kemegahan Masjid Agung Bandung waktu itu sampai-sampai di-abadikan dalam lukisan pelukis Inggris bernama W Spreat pada tahun 1852. Dari lukisan tersebut, terlihat atap limas besar bersusun tiga tinggi menjulang dan mayarakat menyebutnya dengan sebutan bale nyungcung. Kemudian bangunan masjid kembali mengalami perubahan pada tahun 1875 dengan penambahan pondasi dan pagar tembok yang mengelilingi masjid.[2]

Seiring perkembangan zaman, masyarakat Bandung menjadikan masjid ini sebagai pusat kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak umat seperti pengajian, perayaan Muludan, Rajaban atau peringatan hari besar Islam lain bahkan digunakan sebagai tempat dilangsungkan akad nikah. Sehingga pada tahun 1900 untuk melengkapinya sejumlah perubahan pun dilakukan seperti pembuatan mihrab dan pawestren (teras di samping kiri dan kanan).

Kemudian pada tahun 1930, perombakan kembali dilakukan dengan membangun pendopo sebagai teras masjid serta pembangunan dua buah menara pada kiri dan kanan bangunan dengan puncak menara yang berbentuk persis seperti bentuk atap masjid sehingga semakin mempercatik tampilan masjid. Konon bentuk seperti ini merupakan bentuk terakhir Masjid Agung Bandung dengan kekhasan atap berbentuk nyungcung.

Masjid Agung Bandung dan Alun-alun Bandung tahun 1955-1970

Menjelang konferensi Asia Afrika pada tahun 1955, Masjid Agung Bandung mengalamai perombakan besar-besaran. Atas rancangan Presiden RI pertama, Soekarno, Masjid Agung Bandung mengalami perubahan total diantaranya kubah dari sebelumnya berbentuk “nyungcung” menjadi kubah persegi empat bergaya timur tengah seperti bawang.

Selain itu menara di kiri dan kanan masjid serta pawestren berikut teras depan dibongkar sehingga ruangan masjid hanyalah sebuah ruangan besar dengan halaman masjid yang sangat sempit. Keberadaan Masjid Agung Bandung yang baru waktu itu digunakan untuk shalat para tamu peserta Konferensi Asia Afrika.

Kubah berbentuk bawang rancangan Sukarno hanya bertahan sekitar 15 tahun. Setelah mengalami kerusakan akibat tertiup angin kencang dan pernah diperbaiki pada tahun 1967, kemudian kubah bawang diganti dengan bentuk bukan bawang lagi pada tahun 1970.

Berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat tahun 1973, Masjid Agung Bandung mengalami perubahan besar-besaran lagi. Lantai masjid semakin diperluas dan dibuat bertingkat. Terdapat ruang basement sebagai tempat wudlu, lantai dasar tempat shalat utama dan kantor DKM serta lantai atas difungsikan untuk mezanin yang berhubungan langsung dengan serambi luar. Di depan masjid dibangun menara baru dengan ornamen logam berbentuk bulat seperti bawang dan atap kubah masjid berbentuk Joglo.

Perombakan Terahir Tahun 2001


Perubahan total terjadi lagi pada tahun 2001 merupakan bagian dari rencana penataan ulang Alun-alun Bandung dalam perencanaan tersebut penataan Masjid Agung dan alun alun merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan tanpa mengurangi arti alun alun sebagai ruang terbuka umum.

Proses pembangunan Masjid Raya Bandung dimulai dengan peletakan batu pertama prose pembangunan kembali pada tanggal 25 Februari 2001. Keseluruhan proses pembangunannya memakan waktu selama 829 hari (2 tahun 99 hari) sejak peletakan batu pertama hingga diresmikan tanggal 4 Juni 2003 oleh Gubernur Jawa Barat H.R. Nuriana. Secar keseluruhan proses pembangunan dan penataan ulang kawasan alun alun dan masjid Agung Bandung dinyatakan selesai pada tanggal tanggal 13 Januari 2004. Bersamaan dengan pergantian nama dari Masjid Agung Bandung menjadi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat serta menyandang predikat sebagai masjid provinsi, namun masyarakat Bandung kebanyakan masih menyebutnya sebagai Masjid Agung Bandung.

Menara dan Kubah Masjid Raya Bandung


Masjid Raya Bandung yang kini kita lihat merupakan hasil rancangan 4 orang perancang kondang dari Bandung masing masing adalah Ir. H. Keulman, Ir. H. Arie Atmadibrata, Ir. H. Nu’man dan Prof. Dr. Slamet Wirasonjaya. Rancangan awalnya akan tetap mempertahankan sebagian bangunan lama Masjid Agung Bandung termasuk jembatan hubung masjid dengan alun alun yang melintas di atas jalan alun alun barat dan dinding berbentuk sisik ikan di sisi depan masjid. Satu satunya perubahan pada bangunan lama adalah perubahan bentuk atap masjid dari bentuk atap limas diganti dengan kubah besar setengah bola berdiameter 30 meter sekaligus menjadi kubah utama.

Untuk mengurangi beban, kubah tersebut dibangun dengan konstruksi space frame yang kemudian ditutup dengan material metal yang dipanaskan dalam suhu sangat tinggi. Selain satu kubah utama Masjid Raya Bandung dilengkapi lagi dengan dua kubah yang ukurannya lebih kecil masing masing berdiameter 25 meter diletakkan diatas bangunan tambahan. Sama seperti kubah utama dua kubah tambahan ini menggunakan konstruksi space frame namun ditutup dengan material transfaran untuk memberi efek cahaya ke dalam masjid.

Bangunan tambahan didirikan di atas lahan yang sebelumnya merupakan ruas jalan alun alun barat di depan masjid. Bangunan tambahan ini dilengkapi dengan sepasang menara (rencananya setinggi 99 meter) namun kemudian dikurangi menjadi 81 meter saja, terkait dengan keselamatan penerbangan sebagaimana masukan dari pengelola Bandara Husein Sastranegara – Bandung. Saat ini, dua menara kembar yang mengapit bangunan utama masjid dapat dinaiki pengunjung. Di lantai paling atas, lantai 19, pengunjung dapat menikmati pemandangan 360 derajat kota Bandung

Sementara itu halaman depan masjid yang dirombak. Parkir kendaraan ditempatkan di basement sementara bagian atasnya adalah taman, sebuah area publik tempat masyarakat berkumpul. Ini adalah salah satu upaya pemkot mengembalikan nilai Alun-alun seperti dahulu kala. Ruang bawah tanah untuk tempat parkir itu juga semula direncanakan untuk menampung para pedagang jalanan (PKL).

Tampilan Interior


Bagian dalam Interior Masjid

Bagian dalam masjid ini terdapat dua bagian, yaitu :

  1. Ruang dalam bagian depan yang cukup luas dan
  2. Ruang sholat utama.
Ruang Dalam Bagian Depan masjid ini digunakan sebagai aula untuk acara pengajian, pernikahan dan tentu saja untuk istirahat warga yang kebetulan singgah di situ. Ruang ini juga digunakan untuk sholat bagi mereka yang enggan untuk ke ruang sholat utama yang berada di ruang terpisah. Ruang Sholat Utama berada di ruang terpisah dari ruang dalam bagian depan. Di antara kedua ruang ini dihubungkan dengan jembatan yang di bawahnya terdapat ruang wudlu (selain ruang wudlu bagian luar). Ruang sholat utama ini memiliki ruang yang luas dan berlantai dua.

Interior bangunan tambahan ini dirancang dengan ornamen ukiran Islami dengan mengutamakan seni budaya Islami tatar sunda. Selain itu Masjid Raya Bandung dilengkapi dengan dua lantai basemen yang dibagian atasnya tetap dipertahankan sebagai ruang terbuka untuk publik. Bagian atap masjid diganti dari atap joglo menjadi satu kubah besar pada atap tengah dan kubah lebih kecil pada atap kiri-kanan masjid, dinding masjid terbuat dari batu alam kualitas tinggi. (sumber)

20. Bandung Electronic Center

Bagi pecinta wisata belanja khususnya barang-barang elektronik biasa menyempatkan untuk datang ke Bandung Electronic Center (BEC) yang beralamat di Jalan Purnawarman No. 13-15, Bandung, Jawa Barat 40117.






BEC merupakan pusat perbelanjaan elektronik terbesar dan terlengkap di Jawa Barat. Berbagai merk elektronik dengan mudah bisa Anda dapatkan dengan harga yang beragam. Setiap harinya BEC tidak pernah sepi dari pengunjung terlebih jika musim libur tiba wisatawan dari luar kota beramai – ramai menyerbu tempat yang satu ini.

Dengan Konsep One Stop Information Technology Shopping Centre sejak 10 tahun yang lalu, Istana BEC berdiri di kawasan strategis kota Bandung sebagai pusat perbelanjaan berbagai perangkat elektronik, khususnya perangkat teknologi informasi yang terbesar dan terlengkap di Jawa Barat Kini Istana BEC hadir dengan nama Istana BEC Extension dengan konsep semi mall (one stop shopping), lebih diarahkan ke konsep entertainment dimana tiap lantai ada ruang yang bisa disewakan sebagai Restaurant, Cafe atau Lounge (Blackberry/Indosat Lounge) dan ada tempat khusus pameran/eksibisi area yang luas Lantai basement parkir ada 4 lantai, total parkir mobil semuanya 1.200 unit, parkir motor +/- 2.000 unit Bila anda ingin mengembangkan sayap bisnis dan menyambut pertumbuhan pasar IT yang begitu pesat, maka Istana BEC Extension adalah pilihan investasi yang sangat baik dari sekian banyak mall bertemakan IT di Bandung tampaknya BEC merupakan pemimpin pasar, dibuktikan dengan banyaknya pengunjung disetiap saat, bahkan saat week end, sangat sulit mendapatkan tempat parkir.

BEC ini mempunyai 2 lahan utama yang letaknya di Jl Purnawarman, yang pertama adalah gedung BEC yang sekarang sudah ada, kemudian lahan parkir disebelah site La grande project yang lumayan luas, dan sekarang tengah melakukan perluasan kesamping dari lahan gedung BEC yang sudah ada.

memang diakui desain BEC saat ini belum menampilkan kesan "IT" yang kental, dengan desain "kardus, lumutan dan batu" baca "kotak, hijau dan tidak glassy" BEC jauh dari kesan desain futuristik, namun setelah melihat extention dan re-cladding gedung lama, BEC ini bisa menjadi salah satu mall dengan konsep terbaik di Bandung dan akan memastikan posisinya sebagai "leader" market IT mall di Bandung

20+1 . Observatorium Bosscha


Beralamat di di Lembang Bandung yakni sekitar 15 km ke bagian utara Kota Bandung. Tempat wisata di Bandung yang ramai dikunjungi saat ada fenomena menarik di langit ini berada pada kawasan yang cukup tinggi yaitu 1310 meter di atas permukaan laut. Menempati lahan seluas 6 hektare. Pada tahun 2004, Observatorium Boscha mendapat perlindungan bertitel Benda Cagar Budaya lewat UU Nomor 2/1992. Sejak tahun 2008, Observatorium Boscha juga mendapat predikat Objek Vital Nasional sehingga harus mesti selalu aman dan terlindungi. Walaupun akhir-akhir ini Observatorium Boscha memiliki kendala sebab intensitas cahaya dari lingkungan yang semakin padat penduduk sekitar mengganggu penelitian, observatorium ini masih jadi favorit.

Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht) dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung dengan koordinat geografis 107° 36' Bujur Timur dan 6° 49' Lintang Selatan. Tempat ini berdiri di atas tanah seluas 6 hektare, dan berada pada ketinggian 1310 meter di atas permukaan laut atau pada ketinggian 630 m dari dataran tinggi Bandung. Kode observatorium Persatuan Astronomi Internasional untuk observatorium Bosscha adalah 299. Tahun 2004, Observatorium Bosscha dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah. Karena itu keberadaan Observatorium Bosscha dilindungi oleh UU Nomor 2/1992 tentang Benda Cagar Budaya. Selanjutnya, tahun 2008, Pemerintah menetapkan Observatorium Bosscha sebagai salah satu Objek Vital nasional yang harus diamankan

Latar belakang pendirian 


Observatorium Bosscha (1900-40)
Pada permulaan abad ke-20, para astronom mulai menyadari bahwa bintang-bintang terikat satu sama lain membentuk sistem galaksi. Keinginan untuk meneliti dan memahami struktur galaksi tersebut mendorong dibangunnya berbagai teleskop besar di Belahan Bumi Selatan karena sebelumnya teleskop berukuran besar hanya terkonsentrasi di Belahan Bumi Utara, terutama di Eropa dan Amerika Utara.


Ide pembangunan observatorium di Hindia Belanda dikemukakan oleh insinyur-astronom kelahiran Madiun, Joan George Erardus Gijsbertus Voûte. Dia melihat bahwa penelitian astronomi terhambat karena kurangnya jumlah observatorium dan pengamat di Belahan Bumi Selatan. Pada awalnya, Voûte meneliti di Cape Observatory, Afrika Selatan, namun kurangnya dukungan pemerintah setempat membuat Voûte kembali ke Batavia, Hindia Belanda. Voûte berusaha mempengaruhi beberapa astronom di Belanda untuk membangun Observatorium di Hindia Belanda. Persahabatan antara Voûte dengan pengusaha kaya Karel Albert Rudolf Bosscha dan Rudolf Albert Kerkhoven semakin memperkuat dukungan terhadap pembangunan Observatorium.[2]

Pembiayaan 

Bosscha mengumpulkan pengusaha dan orang-orang terpelajar untuk membentuk organisasi Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV—Perkumpulan Astronom Hindia Belanda) untuk menyalurkan uang bagi pembangunan observatorium. Hingga tahun 1928, diperkirakan organisasi ini mampu menyumbangkan 1 juta Gulden untuk dana pendirian dan operasional harian observatorium. Sebidang tanah di Lembang telah disumbangkan oleh Ursone bersaudara, pengusaha pemerahan sapi Baroe Adjak, dan hak kepemilikan tanahnya telah diserahkan kepada NISV.


Bosscha dan Voûte kemudian memberikan mandat kepada Observatorium Leiden untuk mengawasi pembelian instrumen untuk observatorium. Bosscha meminta saran kepada direktur Observatorium Leiden, Ejnar Hertzsprung, mengenai pengadaan teleskop dan juga mengenai sistem pikul teleskop. Ia berharap untuk dapat memanfaatkan jatuhnya nilai tukar Mark Jerman pasca Perang Dunia I agar dapat memperoleh teleskop Jerman berkualitas baik dengan harga murah. Pada awal tahun 1921, Bosscha bersedia membayar sebuah teleskop dengan garis tengah 60 cm dan panjang fokus 10 meter. Teleskop ini kemudian dipesan dari perusahaan optik ternama Jerman, Carl Zeiss Jena. Sebagai penghargaan atas jasa K.A.R. Bosscha dalam pembangunan observatorium ini, maka nama Bosscha diabadikan sebagai nama observatorium ini.[3]

Pembangunan 

Konstruksi Observatorium Bosscha dimulai pada tahun 1923. Pada tahun 1925 program pengamatan sudah dimulai dengan instrumen yang ada. Carl Zeiss membutuhkan waktu tujuh tahun untuk membuat dan mengantarkan teleskop 60 cm, yang tiba pada tahun 1928. Voûte berkutat dengan kalibrasi teleskop besar tersebut selama dua tahun berikutnya hingga ia puas dengan kinerjanya. Semenjak tahun 1923, Voûte mulai mengundang astronom-astronom Belanda untuk bekerja di Observatoriumnya.

Publikasi internasional pertama Observatorium Bosscha dilakukan pada tahun 1933. Namun kemudian observasi terpaksa dihentikan dikarenakan sedang berkecamuknya Perang Dunia II. Setelah perang usai, dilakukan renovasi besar-besaran pada observatorium ini karena kerusakan akibat perang hingga akhirnya observatorium dapat beroperasi dengan normal kembali.

Kemudian pada tanggal 17 Oktober 1951, NISV menyerahkan observatorium ini kepada pemerintah RI. Setelah Institut Teknologi Bandung (ITB) berdiri pada tahun 1959, Observatorium Bosscha kemudian menjadi bagian dari ITB. Dan sejak saat itu, Bosscha difungsikan sebagai lembaga penelitian dan pendidikan formal Astronomi di Indonesia.






bersambung part 3