Berburu Kuliner Solo yang Menggugah Selera

Ketika berjalan-jalan ke kota Solo banyak hal yang bisa kita lakukan. Berwisata ke tempat-tempat yang tidak bisa anda datangi hanya dalam 1 atau 2 hari karena banyaknya  tempat wisata dan toko batik yang bisa dikunjungi. Selain wisata alam, budaya dan Batik, Solo juga menjadi surga wisata kuliner. 

Setelah lelah berwisata dan kenyang menyantap berbagai kuliner, 1 hal lagi pastinya yang selalu ada dibenak anda, yaitu oleh-oleh. Nah soal oleh-oleh anda jangan bingung karena oleh-oleh khas Solo sangat banyak jenisnya. Dan dibawah ini akan dibahas beberapa variasi oleh-oleh khas Solo yang lumayan terkenal.

1. Coba Kunjungi Pasar Klewer...

Berburu Kuliner Solo yang Menggugah Selera

Berburu Kuliner Solo yang Menggugah Selera

Nah, jika Anda sedang pelesiran ke Kota Solo, Jawa Tengah, Anda tak perlu bingung untuk mencari oleh-oleh. Anda bisa menemukan oleh-oleh dari produk batik hingga makanan di Pasar Klewer Sementara.

Beragam jajajan ringan bisa dibeli di Pasar Klewer Sementara untuk reka-rekan atau keluarga Anda. Mulai dari jajanam dengan rasa asin, manis, hingga gurih tersedia di Pasar Klewer.

Oleh-oleh jajajan di Pasar Klewer Sementara bisa ditemukan di Blok D. Pilihan jajajan ditumpuk oleh penjual di kios-kios yang ditempati.

Tenang, Anda bisa mendapatkan jajajan seperti dodol, jenang, onde-onde, enting-enting kacang, ampyang jahe, intip, belut goreng, keripik tempe sagu, keripik bayem, belut, gemplak, dodol, bakpia, dan aneka jajajan lain.

Jajanan lain seperti dodol dijual oleh pedagang dengan satuan kilo. Satu kilo dodol dijual mulai dari harga Rp 15.000 - Rp 20.000.

Ada jajanan wajib beli ketika ke Solo seperti penganan renyah, intip yang terbuat dari nasi dan digoreng lalu dilumuri gula merah. Intip dijual dari harga Rp 7.500 untuk ukuran besar dan ukuran kecil dengan isi enam buah.

Pasar Klewer sangat dikenal sebagai pusat perdagangan tekstil batik serta produknya. Pasca kebakaran tahun 2014, kini Pasar Klewer Sementara hadir di Alun-Alun Utara Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Pasar Klewer Sementara buka mulai pukul 08.00 dan tutup pada pukul 17.00 WIB. Jangan lupa asah kemampuan menawar Anda sebelum berbelanja di Pasar Klewer Sementara.

2. Nasi Tumpang Murah Meriah nan Menggugah Selera

Berburu Kuliner Solo yang Menggugah Selera

Coba kuliner unik murah meriah berbahan tempe busuk yang memilat selera di Pasar Gede Hardjonagoro, Solo yakni Nasi Tumpang.

Jangan bayangkan tempe yang digunakan telah dikerubungi belatung atau sudah tak layak makan. Tempe busuk yang digunakan adalah tempe yang berumur dua hari setelah dibuat. Nasi tumpang disajikan dengan tambahan tahu putih dan daun bayam rebus. Nah, tempe yang telah diolah disiramkan di atas daun bayam serta tahu rebus.

Tempe yang digunakan sama sekali tak berasa asam dan bau layaknya tempe busuk. Rasa yang muncul justru rasa gurih dari tempe dan diselingi rasa pedas. Daun bayam melengkapi sajian kuliner khas Solo yang banyak dimakan oleh masyarakat pinggiran ini.

Nasi tumpang populer di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari Solo, Sragen, Klaten, Kediri, dan Nganjuk.

Di DIY, nasi tumpang tak terlalu populer. Tempe di nasi tumpang dimasak dengan cara dihaluskan lalu dicampur dengan aneka bunbu seperti bawang putih, daun salam, serai, bumbu kencur, dan daun jeruk.

Sementara, tahu dan daun bayam direbus secara terpisah. Seporsi nasi tumpang ditawarkan dengan harga Rp 5.000.

3. Jajanan Tradisional sejak Zaman Belanda Ini Ramai Diburu

Berburu Kuliner Solo yang Menggugah Selera

Lenjongan adalah jajanan tradisional Solo yang telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Lenjongan terdiri dari beberapa macam makanan, misalnya tiwul, ketan hitam, ketan putih, gethuk, sawut, cenil, dan klepon.

Saat ini, olahan singkong masih terlihat dari eksistensi penganan seperti lenjongan. Kudapan itu seperti tak lekang waktu hingga kini. Aneka rasa dari olahan ketela ketika mencicipi lenjongan, di mana rasa manis mendominasi lenjongan.

Terdapat pilihan gula seperti gula putih, gula jawa, dan gula campur kedelai. Pembeli bisa memilih rasa manis dari varian gula tersebut. Tekstur kenyal lenjongan terasa gurih dari parutan kelapa yang ditabur di atas lenjongan.

Ketika menggigit kelepon, gula jawa akan lumer memenuhi mulut. Suguhan lenjongan sendiri berasal dari olahan ketela. Seperti diketahui, ketela/singkong adalah makanan subtitusi pengganti makanan yang kaya akan karbohidrat.

Lenjongan di Pasar Gede buka dari pukul 07.00 - 14.00 WIB. Seporsi lenjongan dengan aneka pilihan isi ditawarkan dengan harga Rp 4.000.

4. Yuk, Coba Es Dawet Legendaris di Pasar Gede Solo

Berburu Kuliner Solo yang Menggugah Selera

Satu yang kuliner wajib dicoba adalah es dawet telasih. Anda bisa dengan mudah menemukan jajanan legendaris nan menyegarkan di Kota Solo seperti di Pasar Gede Hardjonagoro.

Es dawet khas Solo terlihat berbeda dengan es dawet di tempat lain seperti di daerah Butuh, Purworejo, Jawa Tengah. Bila dawet yang dijual di Butuh, Purworejo berwarna hitam, maka di Solo berwarna hijau.

Selain itu perbedaan lainnya terlihat dari penggunaan gula jawa. Es Dawet Telasih tak menggunakan gula jawa seperti dawet yang dijual di Butuh.

Isi dawet yakni tape ketan, jenang sumsum, dan biji telasih mengisi mangkuk kecil. Begitu dicicipi, rasa manis tak terlalu terasa tajam di lidah. Menyeruput kuah santan yang dingin serta biji telasih membuat ketagihan ingin memesan satu porsi kembali.

Semangkuk es dawet dipatok harga sebesar Rp 8.000. Setiap harinya warung es dawet dibuka hingga pukul 15.00 WIB.

5. Goyang Lidah Ala Kuliner "Ndeso" Brambang Asem

Berburu Kuliner Solo yang Menggugah Selera

Belum sah rasanya kalau berkunjung ke Kota Surakarta atau dikenal dengan nama Solo jika tak makan Brambang Asem. Nama yang terdengar asing bukan? Brambang Asem adalah makanan yang lama tak terdengar.

Kuliner Brambang Asem terdiri daun ubi dicampur sambal asam jawa yang terasa pedas dan manis. Di sampingnya ada tempe gembos dimasak bacem. Tempe gembos sendiri berbeda dengan tempe biasa karena terbuat dari ampas tahu bukan kacang kedelai. Ketika gembos dan jelegor dicolek ke sambal asam, sensasi pedas dan manis seperti bumbu rujak sekejap menggoyang lidah.

Brambang Asem dikenal sebagai kudapan masyarakat yang tinggal di desa-desa kecil Solo. Brambang Asem bisa disantap bersama kerupuk renyah khas Solo, karak. Karak terbuat dari beras tumbuk yang banyak diproduksi di Desa Gading, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

Seporsi Brambang Asem dijual seharga Rp 4.000 mulai pukul 07.00 hingga pukul 14.00 WIB. Nah, tergoda kuliner "ndeso" yang jarang ditemui ini?

6. Gemar Makan Kerupuk Karak?

Berburu Kuliner Solo yang Menggugah Selera

Santap makanan tanpa tambahan kerupuk rasanya kurang lengkap. Apapun makanannya, kerupuk selalu hadir di meja warung makan yang Anda datangi.

Begitupun jika Anda pergi ke Solo, ada satu kerupuk khas yang juga bisa dijadikan oleh-oleh yakni karak. Di daerah-daerah lain kerupuk renyah ini juga dikenal dengan nama kerupuk gendar, puli, maupun kerupuk beras.

Renyah dan gurih adalah sensasi yang ditawarkan oleh kerupuk karak. Namun, bagaimana cara membuat karak sampai siap dimakan?

Anda bisa datang ke salah satu sentra pembuatan karak di Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Di sana, Anda bisa melihat pembuatan kerupuk karak dari mulai pengukusan beras hingga tahap penggorengan.

Pemandu wisata dari Accor Solo Heritage Cycling, Sugianto mengatakan, biasanya penjual-penjual karak dari Desa Gadingan dan sekitarnya menjual karak di Pasar Kliwon maupun Pasar Gede. Biasanya mereka menuju pasar dengan menyeberangi Sungai Bengawan Solo menggunakan gethek.

Desa Gadingan sendiri dikenal sebagai sentra pembuatan karak selain Kampung Bratan, Laweyan, Solo. Di Desa Gadingan, puluhan rumah tangga menggantungkan hidup dari sentra industri pembuatan karak.

Di sepanjang jalan-jalan Desa Gadingan, Anda bisa menemukan karak-karak yang tengah dijemur di pinggir jalan maupun di halaman rumah. Rata-rata karak dijemur dengan diletakkan di atas bilah-bilah bambu.

Anda yang sedang mampir di sentra industri pembuatan karak, jangan lupa untuk membawa pulang penganan kerupuk khas Solo ini. Anda bisa membeli karak yang telah digoreng maupun yang belum digoreng.

Selain di tempat asal pembuatannya yang berada di tepi Sungai Bengawan Solo, karak juga bisa ditemukan di pasar-pasar tradisonal seperti Pasar Gede Hardjonagoro. Selain itu, karak juga bisa ditemukan di Pasar Klewer.



Sumber : http://travel.kompas.com/

1 Response to "Berburu Kuliner Solo yang Menggugah Selera"