20 + tempat wisata malam di jogja – yang penuh warna, paling banyak dikunjungi dan Amazing Banget! (Update)

salam sobat om cakra guide wisata anda, kali ini kami akan jalan-jalan malam menuju JOgjakarta... waw... mari kita simak perjalanan kita di malam jogjakarta yang super waw, sekali,

Siapa yang tidak rindu balik lagi ke jogja, tempat wisata Jogja memang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan terutama dari jakarta, bandung, surabaya dan semarang. bila berwisata ke kota gudeg ini tidak pas rasanya kalau tidak menikmati  wisata malamnya. sebab,dijogja banyak sekali tempat-tempat yang ramai dikunjungi bila malam tiba, wisata Yogyakarta memang menyuguhkan keelokan yang seolah tidak ada ada habisnya. Gak cuma wisata alam seperti pantai-pantainya yang menawan, tapi juga wisata sejarah dan budayanya. Romantisme Jogja yang tertanam di benak banyak orang yang pernah menjadi bagian darinya tak pelak selalu membuat kita rindu.

Ketika senja tenggelam, indahnya Jogja tak lantas ikut meredup. Semaraknya Kota Gudeg ini justru baru saja dimulai. Jadi, jangan dulu buru-buru pulang kerumah. Ayo mari kita jelajahi semaraknya Jogja di malam hari! Nah sebelum berwisata malam di Jogja, ada baiknya simak dulu ulasan dari om cakra wisata supaya mengetahui tempat-tempat wisata mana saja yang asik untuk dikunjungi..

1. Jalan Legendaris - Malioboro

Kawasan Jalan Malioboro via indonesiawow.com

Malioboro, adalah ruas jalan paling fonmenal dan  legendaris di Yogyakarta, ternyata jika kita dating kesini malam tiba dan lampu-lampu kota mulai menyala, Malioboro akan menunjukkan wajah cantiknya. Pemandangan ini nih salah satu alasan banyak orang yang susah move on dari Jogja dan ternyata tak cuma semarak dengan hiruk-pikuk interaksi antarmanusianya di siang hari.  Di kiri kanannya, kamu bisa menikmati pemandangan bangunan lawas yang berpadu dengan mal dan hotel sambil berjalan kaki. Jangan lupa uga berhenti untuk menikmati musik angklung yang unik dari pengamen angklung yang biasa “manggung” di trotoar Malioboro. 


2. Bermain Sepeda Mengelilingi Alun-alun Kidul ( Selatan)

Seiring terbenamnya matahari,alun-alun selatan ini ramai sekali dikunjungi. tidak hanya dari warga jogja saja yang datang ketempat ini,tetapi banyak juga mereka yang dari luar kota yang ingin menikmati wisata malam di jogja.disini kalian bisa bermain sepeda bersama keluarga,teman ataupun pacar. di sepanjang pinggir alun-alun selatan ini banyak sekali yang menyewakan sepeda yang sudah di modifikasi dengan dihiasi lampu yang warna-warni dan untuk harga sewanya tergolong cukup murah yaitu 15rb saja.
Alun-alun kidul via wisatakita.web.id

selain bermain sepeda,kalian bisa menikmati aneka makanan yang dijual di sepanjang pinggir alun-alun selatan ini. berkumpul dan menikmati makanan sambil melihat ramainya orang-orang yang bermain sepeda adalah pengalaman yang bisa kalian dapetin di jogja. asik kan?


sumber gambar : http://www.njogja.co.id

sumber gambar : http://wedotku.blogspot.com

sumber gambar : http://krjogja.com
Kawasan Jalan Malioboro via indonesiawow.com

sumber gambar : http://www.djogjahotel.com

Alun-alun kidul (alkid) berlokasi dibagian selatan kompleks Keraton Yogyakarta. Di sini kamu akan menjumpai keramaian yang akan membuat kamu malas untuk pulang, terlebih kalau malam minggu. 

Ada tradisi unik di Alun-alun Kidul yang dikenal dengan sebutan Masangin. Menurut sumber terpercaya, Masangin merupakan suatu tradisi dimana seseorang yang ditutup matanya  berjalan melewati dua pohon beringin yang berada di tengah-tengah alun-alun. Konon, saat seseorang tersebut suskes berjalan melewati diantara dua pohon beringin besar tersebut, maka keinginannya bisa terwujud.



Fasilitas yang ada di Alun-alun Kidul diantaranya: pedagang wedang ronde, jagung bakar, roti bakar, warung tenda lesehan, dan aneka jajanan lainnya. Bukan hanya itu, di Alkid ini juga terdapat aktifitas mengasikan yaitu mengelilingi Alkid dengan menggunakan sepeda hias. Dijamin liburan kamu selama di Jogja akan lebih berkesan.

3. Kaawasan titik Nol Kilometer

Kawasan Nol Kilometer via auvaonly.wordpress.com
Kamu pasti tahu kalau kawasan Nol Kilometer atau KM Nol ini adalah memiliki sejumlah bangunan peninggalan Belanda yang disebut loji. Coba deh kemari ketika malam hari, kamu seolah diajak berkelana ke masa lalu lewat bangunan-bangunan tua yang terawat sampai sekarang. Pendar kekuningan dari lampu merkuri makin menambah kesan romantis di tempat ini.

Kawasan KM Nol ini menjadi tempat favorit anak muda di Jogja untuk nongkrong maupun mengekspresikan diri. Kamu bisa melihat berbagai komunitas dan seniman menarik perhatian pengunjung lewat atraksi mereka. Ada yang meniru patung perunggu, berdandan ala hantu, sampai menari.

Sumber foto: yogbooks.wordpress.com

Titik Nol Kilometer berlokasi di ujung jalan Maliboro, penduduk setempat sering menyebutnya dengan Prapatan Kantor Pos Gede (Perempatan Kantor Pos Besar). Kawasan ini terletak di titik pertemuan empat jalan yaitu Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan, Jalan Trikora, dan Jalan Senopati. Dari nol kilometer, kamu bisa  menjumpai beberapa bangunan tua peninggalan Belanda (Loji).

Karena posisinya yang strategis, Titik Nol Kilometer menjadi salah satu tempat nongkrog popular di Jogja. Setiap malam tempat ini tak pernah sepi pengunjung, dari yang sekedar nongkrong-nongkrong saja sampai jadi tempat berkumpulnya banyak komunitas yang mengadakan event-event tertentu. Beberapa event yang kerap dilaksanakan di tempat ini yaitu mulai dari pertunjukan seni tradisi seperti tari, konser musik, perfomance art, sampai dengan event yang bertaraf internasional.

4. Taman Pelangi ( Taman Lampion )

Banyak sekali tempat wisata di Yogyakarta yang menarik untuk dikunjungi. Dan salah satunya adalah Taman Pelangi yang terletak di ring road utara daerah monjali (monument jogja kembali) Yogyakarta ini. Lokasinya sangat mudah dijangkau karena berada di pinggir jalan raya, Tempat wisata ini adalah salah satu tempat  wisata malam yang diminati oleh para wisatawan.

sumber gambar : santapjogja.com

sumber gambar : yogyakarta.panduanwisata.id

Taman Pelangi ini mempunyai dua sisi pintu masuk yaitu timur dan barat. Jika kalian akan berkunjung kesana maka disarankan sih lebih baik masuk melalui pintu yang timur karena dari situ para penelusur akan langsung disambut lampion besar berbentuk pelangi yang sekaligus menjadi pintu gerbang menuju negeri lampion.

Taman Pelangi merupakan bagian dari Moonjali (Monumen Jogja Kembali). Di sini,  kamu dapat menikmati gemerlapnya berbagai jenis lampion megah, seperti lampion berbentuk tokoh pewayangan, tokoh kartun, Tugu Jogja, kereta kuda, binatang darat,  binatang bawah laut, aneka benda antik, aneka bunga, serta replika keajaiban dunia. Di tempat ini juga disajikan berbagai wahana permainan untuk anak-anak maupun dewasa.

Sumber foto: wisatapedi.com

5. Bukit Bintang, surganya bintang-bintang berkerlipan.



Tempat asik berikutnya yang bisa kamu jadikan tempat nongkrong saat malam hari di Jogja yaitu Bukit Bintang. Bukan hanya asik, tapi juga sangat eksotis dan romantis. Bukit Bintang terletak di kawasan perbukitan Pathuk, Gunungkidul, Yogyakarta. Berada di tempat ini, kamu akan disuguhi kecantikan kota Jogja saat malam hari. Kamu seperti melihat lautan bintang-bintang, ah, mungkin lebih tepatnya lautan kunang-kunang. Bukit Bintang menjadi pilihan tepat buat kamu yang merindukan keromantisan berasama pasangan.

Sumber foto: jogjis.blogspot.com

Berada di pinggir jalan Jogja – Wonosari. Tepatnya sih di Bukit Pathuk. Untuk rutenya sendiri hampir sama kalau mau ke Gunung Api Purba Nglanggeran. Namun ini masih jauh sebelum Gunung api, sangat cocok jika saat pulang dari wisata di wonosari mampir ke sini.

Sangat di rekomendasikan saat sore menjelang malam untuk kesini. Karena dari ketinggian kurang lebih 150 meter kamu bisa melihat kota Jogja pada saat malam yang sungguh romantis dan mempesona.

Pemandangan dari atas Bukit Bintang via www.flickr.com


6. wisata malam jogja menikmati kisah Ramayana di Sendratari Ramayana.

Sumber foto: chic-id.com
Ramayana Ballet merupakan tempat pagelaran seni drama dan tari yang mengangkat cerita Ramayana. Biasanya digelar tiap hari Selasa, Kamis serta Sabtu. Pagelaran tersebut berlangsung pukul 19.30 sampai 21.30 WIB yang berlokasi di kawasan Candi Prambanan. Pada musim kemarau, pertunjukan biasanya digelar outdoor di Open Air Theatre dengan background Candi Prambanan. Sedang di musim penghujan, pertunjukan biasanya digelar indoor di Tri Murti Theatre.

7. Tugu Jogja - gemerlap sorot lampu keemasan dan nuansa magisnya di malam hari



Siapa yang gak kenal dengan landmark yang menjadi ikon Yogyakarta ini? Tugu Jogja yang bercat putih dengan sepuhan emas tampak menjulang di persimpangan Jl. AM. Sangaji, Jalan Diponegoro, Jalan Sudirman, dan Jalan Margo Utomo (P. Mangkubumi). Tugu Jogja ini berada di garis antara Gunung Merapi dan Keraton, menjadikannya jantung kota yang istimewa.

Tugu Jogja di malam hari via grahafauzi.wordpress.com
Sumber foto: irmanovika.wordpress.com
Jika kamu menganggap Tugu Jogja itu biasa saja, tunggulah sampai malam tiba. Dihiasi cahaya lampu kota, Tugu Jogja jadi tampak begitu mempesona. Saking mempesonanya, banyak orang yang rela menanti sampai jalanan agak sepi demi berfoto dengan Tugu Jogja di malam hari.

8. Pesta Rakyat Sekaten di Alun-alun Utara. Tempat kemeriahan khas tradisional Jogja

Wahana Ombak Banyu di Sekaten via pitoyosusanto.wordpress.com
Dari titik Nol Kilometer, berjalanlah ke arah selatan dan temukan alun-alun utara Yogyakarta. Setiap menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, alun-alun utara menjadi salah satu pusat keriaan Jogja di malam hari. Di sinilah pasar malam Sekaten digelar setiap tahunnya.

Kamu bisa menemukan aneka wahana permainan yang seru dan murah meriah, seperti kora-kora, bianglala, ombak banyu, sampai rumah hantu. Tersedia pula aneka jajanan serta toko-toko yang menjual pakaian bekas. Suasana makin riuh dengan diputarnya lagu-lagu dangdut di sejumlah wahana.

9. Nikmati sisi romantisnya Monumen Jogja Kembali bersama pasangan, di malam hari. 

Taman Pelangi Monjali via windriani.blogspot.com
Monumen Jogja Kembali atau Monjali merupakan sebuah monumen dan museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang terletak di Jalan Lingkar Utara Yogyakarta. Selain berisi rekaman sejarah untuk mengenang pahlawan kemerdekaan, monumen ini ternyata punya sisi romantisnya sendiri di malam hari, lho.

Di pelataran Monjali, ada Taman Pelangi yang terasa semarak dan romantis di malam hari. Lampion-lampion berbagai bentuk menerangi tempat ini dengan cahayanya yang warna-warni. Cuma di sini kamu bisa melihat pelangi di malam hari. Apalagi, taman ini tergenapi dengan berbagai wanaha yang bisa kamu nikmati bersama teman, pacar, atau keluarga.

10.  Sindu Kusuma Edupark, suasana malam di kota Jogja kini bisa kamu nikmati dari atas bianglala

Ferris Wheel di SKE park via twitter.com
Sebuah ferris wheel dengan lampu berwarna-warni di Sindu Kusuma Edupark semakin menambah semarak Jogja di malam hari. Sindu Kusuma Edupark atau SKE adalah taman rekreasi yang terbilang baru di Yogyakarta. Wahana utamanya adalah ferris wheel alias kincir ria setinggi 48 meter.

Dari puncak bianglala ini, kamu bisa menikmati suasana lampu kota Jogja bersama orang yang kamu kasihi. Taman rekreasi ini cuma buka sampai jam 9 malam, jadi jangan sampai kemalaman.

11. Riuhnya malam bersama Oyot Godhong Cabaret Show yang lucu, unik, dan menghibur

Gak cuma Bangkok dan Bali yang punya pertunjukan kabaret yang ditampilkan oleh ladyboy atau waria, Jogja juga punya. Sambangi saja Oyot Godhong Cabaret Show yang tampil tiap malam Sabtu dan malam Minggu di atap Mirota Batik, Malioboro. Di sini, kamu akan disuguhkan dengan penampilan menari dan menyanyi lipsync di atas panggung yang gemerlap oleh para waria.

Oyot Godhong Cabaret Show via hiburan.kompasiana.com

Di atas panggung inilah para waria bisa diakui lewat kemampuannya menghibur penonton. Siap-siap aja untuk geli sampai tertawa terbahak-bahak karena gaya mereka yang kocak. Kalau ingin menonton, jangan sampai terlambat sampai di gedung pertunjukan, karena tempatnya pasti akan penuh sesak.


12 .Nikamti Angkringan sambil lesehan ditemani secangkir kopi areng. 

Kopi joss via travelmatekamu.com
sumber gambar : arenawisata.blogspot.com

Menikmati suasana malam di Jogja tentu belum lengkap tanpa lesehan di angkringan ditemani secangkir kopi. Setiap malam, angkringan Lik Man di sisi utara Stasiun Tugu serta angkringan KR di jalan Margo Utomo selalu dipadati anak muda. Tikar-tikar sederhana yang lusuh menjadi alas duduk mereka ketika ngobrol ngalor-ngidul sembari menyeruput kopi yang masih beruap.

Suasana inilah yang menginspirasi banyak musisi untuk menciptakan lagu yang tak lekang oleh zaman, seperti Kahitna dengan lagu Yogyakarta-nya. Mumpung kamu di Jogja, kenapa gak menjajalnya sendiri?

13. Pasar Seni Gabusan, tempat nongkrong seru yang sayang bila dilewatkan.

Sumber foto: mugi2sae.wordpress.com
Pasar Seni Gabusan (PSG) terletak di Jl. Parangtritis Km 9, Bantul, Yogyakarta. Pasar yang berasitektur unik ini dibangun dengan tujuan untuk memasarkan sejumlah produk kerajinan masyarakat Bantul. Di Indonesia, Pasar Seni Gabusan (PSG) menjadi pasar seni terbesar dengan berbagai macam barang yang bersifat Seni. Selain itu, PSG juga kerap digunakan untuk berbagai event, salah satunya Bantul Expo. Seperti skaten, Bantul Expo pun ramai pengunjung ketika malam hari.



14. Benteng Vredeburg, tempat melankolis yang sarat akan sejarah

Sumber foto: pamitranrentalmotor.com

Benteng Vredeburg menjadi salah satu bangunan bersejarah yang terletak dikawasan Malioboro dan titik nol kilometer. So, jangan lupa untuk mengunjungi Benteng Vredeburg saat kamu jalan-jalan ke Malioboro. Benteng ini dahulu kala dikenal dengan sebutan Rusternburg atau tempat peristirahatan. Dihari-heri tertentu, saat malam tiba tempat ini masih dibuka untuk umum. Banyak hal menarik yang bernilai edukasi yang bisa kamu jumpai saat kamu mengunjungi tempat ini. Sumpah, datang kesini enggak bakalan rugi.

Demikian resume 15 tempat wisata malam di jogja – yang penuh warna, paling banyak dikunjungi dan Amazing Banget!.

Update : 

15.  Hutan Pinus Pengger 



Hutan Pinus Pengger adalah sebuah wisata instagramable bertemakan alam yang berlokasi di Bantul, Jogja. Selain siang hari biasanya wisatawan datang pada malam hari, dimana gemerlap lampu yang mempesona. Hasil foto yang dihasilkan di Hutan Pinus Pengger ini sangat bagus, ya kata anak milenial sih foto hits.
Ketika pagi sampai siang hari hutan Pinus Pengger ini juga ramai dikunjungi juga lho. Mulai dari kaum muda mudi, rombongan tour hingga keluarga. Ya memang hutan pinus ini mempunyai daya tarik sendiri bagi wisatawan. Dimana wisata ini berada di bukit dan dikawasan ini tumbuh rimbun pohon pinus. Alhasil udara dan suasana asri pun masih melekat, cocok untuk bersantai dan berkumpul.



Untuk pemandangan alam di Hutan Pinus Pengger ini cukup bagus lho. Lanscape bukit, alam dan hiruk pikuk kota Jogja akan terpapang didepan mata.
Lokasi Hutan Pinus Pengger Jogja



Hutan Pinus Pengger Jogja
Spot Tangan Dewa By @pinuspengger

Untuk lokasi Hutan Pinus Pengger ini berada di Jl. Dlingo-Patuk, Pantirejo, Terong, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari pusat kota Jogja sendiri dapat ditempuh dengan jarak 21 Km dan waktu tempuh sekitar 45 menit. Untuk kondisi jalan lumayan baik, dapat di lalui oleh berbagai macam kendaraan. Namun tetap berhati hati karena kondisi jalan naik dan banyak kelokannya.


Untuk rute ke wisata hutan pinus ini anda dapat melalui beberapa jalur antara lain :
  • Melalui melalui Jl. Wonosari
  • Melalui Jl. Pleret – Pathuk
  • Melalui Jl. Dlingo-Patuk/Jl. Pleret-Patuk
Nah agar anda tidak binggung tentang rute ini anda bisa membuka Google mapsdari lokasi anda berada. Karena tempat wisata ini sudah terdaftar di google maps, dimana akan memudahkan kita memilih jalur.

Harga Tiket Masuk Hutan Pinus Pengger Jogja




Hutan Pinus Pengger
Foto Romanti Berdua By @yosafatyeka

Untuk harga tiket masuk ke Hutan Pinus Pengger dikenakan biaya Rp. 7.000. Sedangkan untuk biaya perkir kendaraan akan dikenakan biaya Rp. 2.000. Setalah membayar anda sudah bisa menikmati semua spot maupun fasilitas yang di sediakan.
  • Sepeda Motor : Rp. 2.000,-
  • Mobil                : Rp. 5.000,-
  • Bus besar         : Rp. 20.000,-
Sedangkan wisata di daerah Bantul ini mulai buka pada pukul 06.00 – 24.00 WIB. Jadi Hutan Pinus Pengger ini memberikan waktu untuk anda datang kapan saja.
Spot di Hutan Pinus Pengger ini yang paling terkenal adalah tangan dewa dan spot gerbang yang dihiasai lampu. Dimana uniknya dibuat dari lilitan akar yang disusun sedimikan rupa sehingga membentuk suatu ornamen.
Oh iya di disini juga ada jasa foto lho sehingga bagi wisatawan yang tak membawa kamera pastinya sangat menguntungkan. Setiap satu foto ini dikenakan biaya kurang lebih Rp. 15.000, hasil fotonya pun sangat bagus.
Buat wisatawan yang ingin ngecamp di wisata ini akan di kenakan biaya Rp. 15.000/Orang. Nah cocok bukan buat kamu yang tidak suka ndaki gunung bisa jadi alternarif ngecamp tanpa harus naik gunung capek capek hehehe 🙂

Fasilitas yang tersedia di Hutan Pinus Pengger Jogja

Tempat wisata ini tersedia banyak fasilitas dimana ini untuk mensupport wisatawan yang datang. Berikut list fasiltasnya
  1. Spot Selfie atau Foto
  2. Area camping
  3. Mushola
  4. Ayunan
  5. Warung
  6. Gazebo
  7. Toilet
  8. Area parkir kendaraan

16.  Puncak Becici, Terpikat Rona senja di Atas Hamparan Pucuk Pinus


Hangatnya sinar mentari yang tak sabar ingin kembali ke peraduannya mengiringi langkah kaki menuju Puncak Becici. Dari ketinggian gardu pandang dan bertudungkan pucuk pinus, kamu bisa menyaksikan panorama senja yang memikat.

Dalam budaya Korea, pohon pinus melambangkan cinta abadi alias everlasting love. Pohon yang tumbuh menjulang tinggi melambangkan cinta sejati yang tidak bercabang-cabang, lurus, sekaligus kokoh. Karena itu beberapa drama Korea seperti Winter Sonata dan My Sassy Girl menjadikan pohon pinus sebagai simbol kisah mereka. Nah jika kamu sedang PDKT dengan seseorang, tak ada salahnya kamu ajak dia jalan-jalan ke hutan pinus. Selain bisa memenukan suasana yang nyaman, kamu pun bisa berkisah tentang filosofi cinta ala pohon pinus.



Di Yogyakarta terdapat banyak hutan pinus, salah satu yang paling populer adalah Hutan Pinus Mangunan, Imogiri, Bantul. Namun tahukah kamu? Bahwa tak jauh dari Hutan Pinus Mangunan terdapat hutan pinus lainnya yang tak kalah indah. Bahkan dari hutan pinus ini kamu bisa menyaksikan senja yang indah sekaligus romantis. Tempat tersebut bernama Puncak Becici.


Tak jauh berbeda dengan Hutan Pinus Imogiri, hutan pinus yang dikenal dengan nama Hutan Sudimoro I atau Becici Asri ini merupakan hutan lindung yang dikelola oleh RPH Mangunan. Tanaman pinus yang ada di hutan ini diambil getahnya untuk dijadikan terpentin. Namun karena memiliki panorama yang elok di puncaknya, maka orang-orang berbondong-bondong datang ke Puncak Becici. Akhirnya Puncak Becici dikelola oleh warga setempat dan dijadikan salah satu destinasi wisata baru.

Perjalanan dari Yogyakarta menuju Puncak Becici terbilang menyenangkan dan memanjakan mata. Jalanan yang halus, semilir angin, deretan pohon yang berdiri dengan rapat mampu membuat siapa saja yang melewatinya tersenyum sumringah. Desiran angin yang menggoyangkan ranting-ranting pohon membuat kaki tak merasa lelah. Rimbunnya hutan pinus inilah yang mengakibatkan kamu tidak merasakan beratnya jalan kaki. Selain itu, kamu juga akan menjumpai kursi-kursi panjang dari kayu yang bisa kamu gunakan beristirahat. Gardu pandang yang dibangun diatas pohon juga menambah nyaman suasana.


Puncak Becici ini dikenal dengan panormanya yang indah. Kamu bisa melihat deretan pepohonan hijau yang tumbuh rapat-rapat dari ketinggian dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Tidak hanya itu, jika cuaca sedang cerah kamu akan melihat goresan air yang memanjang lurus, itulah garis pantai selatan. Keelokan lukisan Tuhan ini akan kamu jumpai setelah berjalan kaki sekitar 15 menit.

Kawasan Bantul lantai dua ini juga menyuguhkan hal yang spesial ketika sore menjelang. Sinar keemasan mewarnai langit dengan perpaduan gumpalan awan putih. Momen yang pas ketika kamu berada di atas gardu pandang ketika melihat sunset tiba. Puncak Becici ini menyediakan beberapa gardu pandang yang dapat kamu gunakan untuk melihat keindahan itu. Menikmati senja di hamparan hutan pinus bersama orang terkasih akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Aktivitas Yang Bisa Dilakuakan di Puncak Becici

Sunset Seeing

Bagi para pemburu senja, menikmati pergantian hari di Puncak Becici adalah hal yang seharusnya dimasukkan dalam daftar kunjungan. Spot terbaik menikmati senja tentu saja dari ketinggian gardu pandang. Dari bangunan bambu tersebut kamu bisa melayangkan pandang ke berbagai penjuru mata angin. Jika hari cerah, kamu bisa melihat sinar emas matahari senja menyapu puncak gunung-gemunung, pucuk-pucuk pepohonan, hingga garis pantai selatan. Meski terlihat menyilaukan, namun pemandangan yang berlangsung singkat ini sayang untuk dilewatkan.

Duduk di atas Gardu Pandang

Ciri khas yang ada di Puncak Becici adalah gardu pandang yang dibangun oleh warga setempat. Kamu bisa naik ke gardu ini dan menikmati hembusan angin yang menerpa wajahmu. Tataplah ke depan, maka kamu akan menemukan bentang alam yang indah. Hamparan hutan menghijau, puncak gunung yang berjajar, dan garis pantai selatan yang lurus memanjang menjadi pemandangan yang tersaji secara Cuma-cuma. Namun saat berada di atas gardu pandang kamu wajib berhati-hati, karena di ketinggian ini tidak ada alat pengaman khusus seperti sit harnest dan tali kernmantle layaknya di obyek wisata Kalibiru, Kulon Progo.

Hammocking dan Bermain Ayunan

Tiduran diatas hammock sembari berselaras dengan alam bisa menjadi relaksasi dan terapi bagi kamu berkunjung kesini. Bawalah hammock dari rumah, karena disini tidak menyediakannya. Namun jika tidak memiliki hammock kamu tak usah terlalu khawatir. Kamu tetap bisa merasakan sensasi berayun diantara pohon-pohon pinus, karena pengelola telah menyediakan ayunan yang bisa kamu gunakan di kawasan Puncak Becici ini.

Camping

Menikmati konser derik serangga malam dibawah bayangan pucuk pinus akan menjadi pengalaman yang seru. Jika kamu ingin merasakannya, kamu bisa camping di kawasan Puncak Becici. Di tempat ini telah tersedia camping ground yang cukup luas dan bisa digunakan untuk mendirikan banyak tenda. Untuk camping di tempat ini kamu cukup membayar Rp 5.000 per orang. Murah kan?

Photo Hunting

Banyak yang memanfaatkan keeksotisan pohon pinus disini untuk mengabadikan momen bersama, terlebih ketika sunset tiba. Dari tempat ini kamu bisa menangkap indahnya warna jingga dari pancaran matahari yang hendak tenggelam. Kamu juga bisa menciptakan foto landscape yang indah atau memotret siluet sahabat-sahabatmu. Selain asyik sebagai tempat selfie dan groufie, tempat ini juga salah satu alternatif untuk pemotretan model hingga pre wedding selain di Hutan Pinus Mangunan. Untuk melakukan pemotretan pre wedding disini kamu wajib membayar biaya sebesar Rp 30.000.



View this post on Instagram

A post shared by info wisata seru (@infowisataseru_id) on



Lokasi dan Akses Menuju Puncak Becici

Puncak Becici terletak di Dusun Gunung Cilik, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, dan masih termasuk dalam kawasan Hutan Lindung RPH Mangunan. Destinasi wisata ini mudah dicapai. Jika kamu dari arah Yogyakarta, kamu dapat menyusuri Jalan Imogiri Timur lurus hingga menemukan petunjuk arah ke Kebun Buah Mangunan. Ikuti saja jalan tersebut hingga menemukan pertigaan, kemudian belok kiri ke arah hutan pinus. Setelah melalui hutan pinus ini, kamu akan menemukan pertigaan pertama kemudian ambilah jalan kekiri. Dari sini kamu akan mendapati papan penunjuk arah menuju Puncak Becici.

Sementara itu jika kamu lewat Jalan Jogja – Wonosari, maka rute yang harus kamu ambil adalah menyusuri rute Piyungan – Bukit Bintang – Perempatan Patuk. Dari perempatan silahkan belok kanan ke arah Dlingo dan ikuti jalan utama hingga bertemu dengan Hutan Pinus Sudimoro 1. Setelah melewati hutan pinus kamu akan menemukan petunjuk arah menuju ke Puncak Becici.

  • Retribusi
  • Tiket masuk: gratis
  • Parkir motor: Rp 3.000,00
  • Parkir mobil: Rp 10.000,00
  • Parkir bus: Rp 20.000,00
  • Camping: Rp 5.000,00/orang
  • Gardu pandang: Rp 2.000,00/orang

Untuk info lanjut mengenai perijinan camping, foto pre-wedding, dan kegiatan dengan jumlah peserta masif bisa menghubungi koordinator pokdarwis setempat


Tempat Wisata dan Lokasi Asik di Sekitar Puncak Becici

Kebun Buah Mangunan

Jika Puncak Becici indah dengan sunsetnya, lain lagi dengan Kebun Buah Mangunan. Tempat yang tak jauh dari Puncak Becici ini justru lebih dikenal dengan panorama paginya yang fenomenal. Dari kawasan gardu pandang kamu bisa melihat hamparan kabut yang merangkak naik dari lembah. Aliran Sungai Oyo yang meliuk membelah kawasan Pegunungan Sewu menjadi pemandangan yang teramat indah. Tak heran jika banyak orang yang menjuluki tempat ini sebagai spot terbaik untuk melihat “Amazonnya Jogja”.

Hutan Pinus Mangunan


Deretan pinus merkusii yang tumbuh dengan lebat menjadikan suasana disini layaknya setting film-film luar negeri, bedanya tak ada salju di hutan pinus ini. Rimbunnya dedaunan seakan menahanmu untuk tidak bergegas pergi. Pohon-pohon yang tertata rapi dan hamparan daun pinus kering menjadi magnet tersendiri bagi para pecinta fotografi untuk menghampiri dan mengabadikannya. Cukup membayar parkir 3.000 untuk motor dan 10.000 untuk mobil, kamu bisa menikmati setiap sudut di hutan ini dengan puas.

Gua Cerme

Keindahan ornamen gua seperti stalagtit, stalakmit, pilar, sodastraw, dan flowstone dapat kamu jumpai ketika menyusuri gua bawah tanah di kawasan Selopamioro ini. Gua sepanjang 1,2 km ini menyajikan keindahan negeri bawah tanah yang selama ini terkesan misterius. Berhubung Cerme adalah gua basah alias dialiri sungai di dalamnya, maka kamu wajib membawa baju ganti. Menyusuri Gua Cerme ini membutuhkan tenaga yang ekstra, jadi lebih baik kamu mengisi perut dulu ketika hendak melakukan caving. Dipandu oleh guide setempat, kamu akan menemukan air terjun di dalam gua atau yang juga dikenal dengan nama Grojogan Sewu.

Air Terjun Lepo


Di Dusun Pokoh I, Dlingo, Bantul terdapat Air Terjun Lepo yang unik karena terbagi menjadi beberapa tingkatan. Di tingkat pertama terdapat kolam air alami di tengah-tengah sungai. Air ini berwarna kebiruan dan sangat jernih dengan dasar sungai batuan karst.nTingkatan kedua terdapat air terjun berukuran sedang yang turun langsung ke dalam kolam alami. Kolam ini dibangun rapi oleh masyarakat setempat tanpa mengurangi kealamiannya. Sementara itu di tingkatan ketiga terdapat air terjun lagi dengan ukuran yang lebih tinggi. Untuk merasakan sensasi kesegarannya, kamu dapat berenang di kolam alami ini.